Proposal Hati Untuk Cinta

Proposal Hati Untuk Cinta
Sepertinya Jodoh!


__ADS_3

"Kau suka?" Tanya Rendy kepada Jihan.


"Banget. Baru pertama kali ini aku naik motor. Seru juga ya." Ucap Jihan


"Nyesel nggak baru ngrasain rasanya naik motor?" Tanya Rendy penasaran.


"Enggak dong." Jawab Jihan.


Meski malam hari namun keindahan kota Jakarta masih tetap terpancar.


Di tepi jalanan ramai orang tengah menikmati indahnya suasana hati orang yang sedang berkencan.


"Apa kau pernah berpacaran?" Tanya Rendy tiba-tiba membuat Jihan terkejut seketika.


Jihan tak langsung menjawab. Ada sedikit perasaan gugup di dalam dirinya.


"Tak perlu jawab sekarang. Nanti saja kalau kita sudah sampai di lokasi." Ucap Rendy.


Selang beberapa saat akhirnya mereka sampai di lokasi.


Sebuah rumah sederhana namun cukup asri untuk kawasan ibu kota.


Nampak seorang wanita dengan anggunnya menyapa Jihan dan Rendy.

__ADS_1


"Oh ini yang namanya Jihan. Masuk Nak. Silahkan." Ucap Bu Laras.


Rendy sengaja mengajak Jihan untuk makan malam di rumahnya.


"Maaf yah rumah Rendy keadaannya seperti ini." Sambung Bu Laras.


"Oh iya Bu nggak apa-apa. Jadi Ibu ini?..


"Iya. Ibu memang Ibunya Rendy. Nama Ibu Laraswati. Biasa orang memanggil ibu Bu Laras. Yuk sekalian aja ke ruang makan. Tapi maaf sebelumnya ya. Rumahnya berantakan. Selain kecil Ibu juga buka usaha catering. Itu semua juga Rendy yang mendorong Ibu untuk buka usaha catering." Jelas Bu Laras.


Jihan masih kebingungan dengan sikap yang Rendy berikan. Maksud dan tujuannya sama sekali Jihan tidak bisa menebak. Apa yang sedang Rendy rencanakan.


"Opor Paha Ayam?" Tanya Jihan terkejut.


Jihan pun lalu duduk di sebelah Rendy dan Bu Laras. Meja makan yang biasanya hanya ada dua orang yang duduk. Baru kali pertama meja makan itu ada pendatang baru. Yang tak lain dan tak bukan ialah Jihan.


Flash Back:


"Jihan. Jihan. Jihan. Jangan tinggalkan aku. Ku mohon. Ikutlah denganku. Jangan mau di ajak sama Mario. Akulah cinta sejatimu Jihan. Please kembalilah kepadaku " Monolog Rendy saat tengah tertidur.


"Ren. Sadar Ren. Kamu nggigau kenceng banget. Liat nih keringetmu kayak orang abis lari marathon plus di kejar-kejar macan aja." Ucap Bu Laras mencoba menbangunkan Rendy.


"Ah. Mimpi rupanya. Syukurlah." Ucap Rendy setelah sadar dari tidurnya.

__ADS_1


"Jihan itu siapa Ren? Penggantinya Galuh di hati kamu?" Tanya Bu Laras setelah mendengar jeritan Rendy yang memanggil-manggil nama Jihan di alam mimpinya.


"Jihan? Ibu tahu dari mana nama itu?" Tanya Rendy yang masih belum sepenuhnya tersadar.


"Yey. Kamu ini. Orang tadi barusan kamu yang manggil-manggil nama Jihan. Kayaknya kamu takut banget deh kamu kehilangan Jihan di mimpi itu. Emang siapa sih Jihan itu Ren? Kasih tahu Ibu dong. Masa iya sama Ibu sendiri main rahasia-rahasiaan." Ucap Bu Laras.


"Ehm dia itu anaknya pemilik perusahaan tempat Rendy kerja Bu." Jaawab Rendy.


"Kamu pulang sore cuman mau tidur terus mimpiin Jihan itu. Udah sekarang mending kamu mandi, dandan yang rapi. Terus jemput dia kesini." Ucap Bu Laras.


"Ibu tadi masak opor ayam kan? Ada pahanya dan?" Tanya Rendy.


"Tiap bikin opor ya pastilah paha nya yang Ibu bikin opor." Jawab Bu Laras.


"Jihan sangat suka opor paha ayam. Sama sepertiku." Ucap Rendy.


Come Back:


"Iya. Awalnya Ibu juga terkejut sekali dengar dari Rendy. Katanya Bosnya itu suka sekali sama paha opor ayam. Kebetulan Rendy juga suka banget sama opor paha ayam. Pokoknya kalau masak opor ya wajib ada paha nya. Bisa-bisa sekilo sendiri bagian paha cuma buat Rendy." Jelas Bu Laras


"Nggak usah di tambah-tambahin deh Bu." Ucap Rendy dengan nada kesal.


"Sini piringnya biar Ibu yang ambilin nasi." Ucap Bu Laras.

__ADS_1


Baru pertama kali bertemu dengan Jihan, Laras pun merasa Rendy sangat cocok dengan Jihan. Tak bisa di pungkiri wajah Jihan dan Rendy memang terlihat mirip jika benar-benar dilihat dengan seksama.


Sepertinya jodoh. Hehe. Gumam Laras dalam hati.


__ADS_2