
Rendy pun membiarkan kepergian Jihan sebenarnya ia sangat khawatir dan penasaran apa yang sedang Jihan alami tapi ia berusaha menjaga privasi dan memberi waktu Jihan untuk berpikir sejenak.
Di sisi lain Jihan merasa sangat terpukul bagaimana bisa Mario dan Claudia menusuknya dari belakang seperti ini kecewa dan sedih yang Jihan rasakan. Dipermainkan oleh dua orang yang sangat Jihan sayangi.?
"Rendy aku menerimamu. Mau kan kau menjadi kekasihku?"
Rendy seketika terkejut mendengar perkataan Jihan.
"Ada apa dengan mu Jihan?" Tanya Rendy tak mengerti dengan apa yang Jihan katakan. Ia yang selama ini menanti jawaban dari Jihan justru Jihanlah yang meminta ia untuk menjadi kekasihnya.
"Yes or no?" Tanya Jihan.
"Yes." Jawab Rendy dengan ragu-ragu.
"Yes or No?" Tanya Jihan sekali lagi karena Rendy terlihat masih ragu-ragu menjawabnya.
"Yes i will." Jawab Rendy.
"Oke. Fix sekarang kita resmi pacaran." Ucap Jihan.
"Tunggu sebentar. Kenapa tiba-tiba kau jadi begini?" Tanya Rendy yang masih kebingungan dengan sikap Jihan.
__ADS_1
"Mau apa nggak? Kalau nggak cancel nih." Ucap Jihan.
"Iya-iya." Ucap Rendy yang sebenarnya masih kebingungan dengak sikap Jihan.
***
Hari ini adalah hari pertama Jihan dan Rendy resmi berpacaran. Sebenarnya Jihan sengaja menerima Rendy sebagai kekasihnya karena ingin membuktikan kepada Mario bahwa dirinya tak menyukai Mario sama sekali.
Jihan merasa kasihan kepada Claudya. Karena dirinya ia harus kehilangan cinta Mario.
"Hay sayang. Selamat pagi. Apa kabar hari ini?" Ucap Jihan yang menyapa Rendy di hadapa Mario dan juga Rendy.
"Hay Ji. Tumben nanya kabar." Ucap Rendy gugup.
"Ya abisnya semalam kamu nggak ngabarin aku." Ucap Jihan sengaja merajuk untuk membuat Mario terbakar emosinya.
"Jihan kok kamu manggil Pak Rendy sayang? Kalian jadian?" Tanya Claudya.
"Ehm iya. Baru aja kemarin kita resmi pacaran iya kan Rendy." Ucap Jihan yang seketika membuat Mario kepanasan dengan apa yang Jihan katakan.
Mario mengepalkan kedua tangannya. Rasanya ia ingin menghajar Rendy.
__ADS_1
"Wah yang bener? Berita bagus dong. Selamat ya." Ucap Claudya.
"Sama-sama Clau. Ehmm aku lihat-lihat kalian kayaknya cocok deh. Bisa di coba hehehe." Ucap Jihan namun hal itu justru membuat Mario merasa kesal sehingga ia memilih untuk pergi meninggalkan yang lainnya.
"Mario kenapa Clau?" Tanya Jihan pura-pura.
"Ehm mungkin kebelet kali." Ucap Claudya gugup.
"Jihan jadi di antara aku dan Mario kau lebih memilihku?" Tanya Rendy penasaran.
"Ehm iya. Apa kurang jelas? Bukankah aku sudah mengatakan di hadapan Mario langsung. Apa menurutmu itu belum menjadikan bukti kalau kita sekarang sudah benar-benar menjadi pasangan kekasih?" Tanya Jihan.
"Ahhh enggak bukan gitu maksudku. Aku masih syok aja sebenarnya. Aku masih ngerasa kalau kita ini sekedar teman biasa." Ucap Rendy.
"Lalu kau memilih kita lebih baik menjadi teman apa kita menjadi pasangan kekasih? Pilihanmu berada di tangan mu sendiri. Oke." Ucap Jihan sembari melangkahkan kakinya meninggalkan Rendy.
"Jihan tunggu." Ucap Rendy.
"Hey tadi itu aku cuma bercanda. Jangan di ambil hati." Ucap Rendy.
"Yayaya kalau aku marah kita bisa saja mencetak rekor sehari saja menjadi pasangan kekasih." Ucap Jihan.
__ADS_1