Proposal Hati Untuk Cinta

Proposal Hati Untuk Cinta
Wanita Berkelas


__ADS_3

"Apa kau akan terus memandangku dengan tatapan tajam mu itu?" Tanya Mario.


"Heh. Baru ku pandangi saja kau sudah sangat percaya diri. Namun memang aku akui dirimu sanga berbeda dengan lelaki pada umumnya. Biasanya mereka tak akan mengacuhkan ku sama sekali. Love in one night sudah biasa itu terjadi." Ucap Bianca.


"Kau kira aku sama dengan lelaki yang sudah kau ajak tidur bersama dengan sangat mudahnya. Aku ini berbeda dengan mereka semua." Ucap Mario datar.


"Kau bisa bilang begitu karena kau belum mengenal lebih jauh denganku." Ucap Bianca.


"Sungguh aku tak ada niat sama sekali untuk mengenal dirimu lebih jauh lagi." Ucap Mario datar.


"Sepertinya dia memang sangat susah untuk kita taklukkan" Bisik Sita kepada Bianca.


"Jangan panggil aku Bianca kalau aku nggak bisa menjinakkan dia." Ucap Bianca.


Mario yang mendengar percapakan antara Bianca dan Sita hanya menampilkan senyum smirknya. Dia justru merasa geli dan risih dikelilingi wanita yang dengan mudahnya menggoda dirinya tanpa rasa malu.


"Hey kalian. Apa kalian mau aku kasih trik dan tips ny agar kalian semua bisa mendapatkan lelaki sepertiku." Ucap Mario kepada Bianca dan Sita.


"Tak usah kau ajari aku semacam itu. Aku lebih pintar daripada kamu. Kau tahu aku bisa membuktikannya padamu kalau perlu sekarang juga." Ucap Bianca.


Sementara Sita sedari tadi hanya menjadi pendengar setia percakapan antara Mario dan Bianca. Di sisi lain ia merasa tertarik dengan Mario maka ia sebisa mungkin menjaga image nya di hadapan Mario.


Mario pun yang tahu bahwa Sita juga sangat tertarik dengannya, dengan sengaja ia mengedipkan mata kearah Sita. Sita pun merasa terkesima dengan apa yang di lakukan oleh Mario.


"Tak perlu. Hal konyol seperti itu hanya akan merendahkan mu. Ingat wanita itu terlalu suci untuk di rendahkan sebab wanita lah yang melahirkan seorang anak untuk dapat hadir di dunia yang sangat indah ini." Ucap Mario sembari ia masih dengan waspadanya melihat kearah Jihan.


Terlihat Jihan masih bercengkrama dengan Reyhan beserta teman-temannya.


Meski ia tengah di goda oleh dua orang sekaligus ia masih tetap bisa mengawasi gerak-gerik Jihan.

__ADS_1


Jihan, jika kau tahu aku masih bisa tetap fokus untuk menjagamu meski kini aku di hadapkan dengan dua orang wanita sekaligus. Andai kau menyadarinya Jihan. Gumam Mario.


"Wow. Apa yang kau ucapkan benar-benar menyentuh hatiku. Aku tahu kau pria yang tak akan tega menyakiti hati seorang wanita." Ucap Bianca.


"Kau tahu semakin dewasa seseorang maka orang itu tak akan mudah terlena dengan sebuah pujian. Justru orang-orang yang berpikiran dewasa ia sudah tak lagi memusingkan pujian seperti itu." Ucap Mario.


Sementara di sisi lain Jihan melihat kearah Mario. Ia melihat Mario berbincang dengan dua orang wanita yang ia sendiri tak tahu siapa wanita tersebut. Sebab yang terlihat hanya punggung mereka saja.


"Apa kau sedang memerhatikan seseorang Jihan." Tanya Reyhan.


"Ah tidak. Aku hanya melihat ternyata banyak juga tamu yang hadir." Ucap Jihan berbohong. Tak mungkin ia mengakui bahwa ia kemari bersama seorang pengawal.


"Oh. Ku kira kau sedang mengamati seseorang." Ucap Reyhan dengan percaya dirinya.


"Kau kira aku ini belum dewasa usiaku sudah 26 tahun." Jawab Bianca. Kini rasa penasaran terhadap Mario semakin lama justru semakin bertambah. Yang awalnya ia hanya iseng-iseng untuk menggoda Mario karena ketampanannya.


"Ya kau memang benar. Kau terlihat lebih muda dariku berapa usiamu." Tanya Bianca.


"27 Tahun. Selisih satu tahun bukan. Jika perlu kau tahu, kedewasaan antara laki-laki dan wanita selisih lima tahun. Jika anak usia 5 tahun seorang laki-laki maka kedewasaannya setara dengan anak perempuan seusia 10 tahun." Ucap Mario menjelaskan.


Lagi-lagi ia terus sembari melirik ke arah Jihan. Namun ia melihat Jihan sudah tak berada dalam pengawasannya. Hal itu membuatnya sedikit terkejut.


"Apa kau pernah jatuh cinta. Aku sangat yakin wanita yang kau cintai adalah salah satu wanita paling beruntung di dunia ini." Ucap Sita tiba-tiba memberanikan diri untuk berbicara intens dengan Mario.


"Apa kau mau jadi salah satu yang ku cintai?" Ucap tiba-tiba Mario yang membuat Sita terkejut. Padahal Bianca yang sedari tadi merayu Mario, Mario sama sekali tak menggubrisnya. Justru Mario melayangkan rayuannya kepada Sita yang sedari tadi hanya berdiam diri.


"Kau serius? Bukankah sedari tadi aku yang merayumu? Mengapa kau justru menggoda Sita." Ucap Bianca kesal.


"Kau juga mau menjadi salah satu yang ku cintai. Berubahlah menjadi wanita yang berkelas. Wanita yang tak dengan mudahnya menawarkan cintanya untuk lelaki yang bahkan mereka belum mengenal satu sama lain. Terlalu merendahkan diri." Ucap Mario.

__ADS_1


"Dilihat dari bahasamu kau menyukai seseorang yang berkelas. Benarkah?" Tanya Sita.


"Ya kau benar. Aku pergi dulu. Ingat perkataanku ini. Jika suatu saat kita bisa bertemu lagi dalam suatu kesempatan aku akan menilai apakah kalian bisa menjadi wanita berkelas atau tidak." Ucap Mario.


Mario lalu bergegas meninggalkan Bianca dan Sita yang masih termenung. Mario segera membuntuti Jihan yang sudah pindah tempat.


"Aku rasa dia lelaki yang halu karena tak mendapatkan cinta dari wanita yang ia sukai." Ucap Bianca.


"Aku rasa kata-katanya sangat bermakna. Aku bisa mendapatkan pelajaran yang luar biasa dari nya. Aku bersyukur hari ini aku bisa bertemu dengannya." Ucap Sita yang terlihat sangat terpikat dengan sosok Mario.


"Hey Bro dari mana aja sih. Ku cariin nggak ketemu-ketemu sampai nanya Sandra." Ucap Broto teman Reyhan.


"Widih bawa siapa sih kesini. Kenalin dong ke kita-kita." Ucap Fino yang juga teman Reyhan.


Reyhan dan Sandra adalah saudara sepupu, yang kebetulan teman-teman Sandra juga teman-teman Reyhan. Karena dulu Reyhan sering bermain di rumah Sandra.


Jihan merasa dirinya dikaitkan dengan Reyhan merasa risih.


"Ehm maaf sebelumnya. Saya hanya sekedar rekan bisnis Pak Reyhan saja. Kebetulan perusahaan saya pernah mengadakan sebuah event di Mallnya Pak Reyhan. Perkenalkan saya Jihan Pratama." Ucap Jihan.


"Jihan Pratama? Apa kau anak dari Pratama Foods Gruop?" Tanya Fino.


Jihan hanya mengangguk sebagai sebuah jawaban.


Wow. Pucuk di cinta ulam pun tiba. Selama ini aku berusaha keras untuk mencari tahu tentang dirinya, justru dirinya yang menemukanku. Gumam Fino.


Reyhan yang cukup tahu pribadi Fino dia sudah tahu apa yang dipikirkan Fino.


"Dia teman dekatku. Sebaiknya kau menjaga sikap." Ucap Reyhan dengan aura kesalnya.

__ADS_1


__ADS_2