Proposal Hati Untuk Cinta

Proposal Hati Untuk Cinta
Ku Terima Apa Adanya


__ADS_3

"Jihan bangun udah siang nih. Tumben kamu belum bangun." Suara panggilan dari Bu Darmi membangunkan Jihan.


Ahh sayangnya kemenangan Jihan tersebut hanya dalam mimpi saja.


Arhhh ternyata mimpi. Ku kira tadi itu nyata. Gumam Jihan dalam hati. Meski hanya mimpi semata namun ia juga merasa senang. Semoga saja mimpi menjadi nyata. Imbuh Jihan dalam hati.


"Iya Bu. Ini juga udah bangun." Ucap Jihan


Rasa kesal menyambut pagi harinya Jihan. Kebahagiaannya hanya sekedar mimpi saja ternyata. Namun Jihan berharap mimpi itu akan segera terwujud.


...*******...


Pukul 07.00 pagi Jihan sudah rajin sampai di kantornya. Ia bermaksud untuk mencoba menghindari Rendy. Namun Jihan baru menyadari bahwa ia dan Rendy satu ruangan.


Buru-buru Jihan memasuki ruangan.


"Ehem." Suara batuk yang ternyata dari Rendy.


Jihan pun terperanjat. Ia mengintip ke arah meja kerja Rendy. Rupanya Jihan kalah cepat dengan Rendy.

__ADS_1


"Aku masih menunggu jawaban dari mu Jihan." Ucap Rendy tanpa menatap Jihan.


Jihan pun salah tingkah dengan apa yang Rendy ucapkan. Ia mengira jika Rendy sudah melupakan kejadian semalam. Namun rupanya justru Rendy menagih jawaban dari dirinya.


Jihan justru keluar pergi ke kantin. Rupanya perkiraannya melesat. Niat ingin menghindari Rendy justru kini ia yang di kejar-kejar Rendy.


"Woy." Ucap Claudya membuyarkan lamunan Jihan.


"Wah tega ya kamu Ji. Sembarangan main ninggalin aku aja. Awas aja ya kalau aku udah lulus kuliah terus nglamar disini keterima dan jadi karyawan tetap." Maki Claudya.


"Iya-iya maaf deh. Abisnya aku mau menghindar dari Rendy." Ucap Claudya.


"Dia nembak aku." Bisik Jihan.


"Hah? Seriusan? Demi apa? Coba cubit aku Ji." Pinta Claudya yang langsung mencubit pipi Claudya.


"Aow sakit tau." Ucap Claudya.


"Katanya suruh nyubit. Di cubit beneran kok malah protes." Ucap Jihan.

__ADS_1


"Ya kali nyubitnya jangan kenceng-kenceng banget. Kalau kulitku terkelupas kamu mau tanggung jawab?" Ucap Claudya kesakitan.


"Clau. Ajarin caranya nolak cowok dong. Tapi tanpa nyakitin hati dia." Ucap Jihan.


"Hello. Jihan Pratama. Kamu kan lulusan universitas luar negeri masa iya minta arahan dari aku." Ucap Claudya.


"Aku lemah kalau soal ini. Bisa-bisa aku berubah bukan jadi Jihan yang sebenarnya." Ucap Jihan.


"Hemmm. Gampang si sebenarnya. Bilang aja mau fokus ke karir dulu. Mau bahagiain kedua orang tua dulu. Pokoknya intinya kamu masih belum mau memikirkan sebuah komitmen deh. Itu kuncinya." Ucap Claudya.


"Wah. Wah. Hebat juga kamu Clau. Jangan-jangan mantan kamu banyak?" Tebak Jihan.


"Jangankan mantan. Pacar aja aku nggak punya. Jangankan mantan. Orang yang aku suka aja dia lebih suka sama orang lain." Ucap Claudya. Dalam hati kecilnya ia mengagumi Mario. Tetapi ia tahu jika Mario juga menaruh hati pada Jihan.


"Ha? Seriusan? Wah nggak bisa di biarin ini. Kamu harus bikin dia nengok kamu Clau. Claudya yang aku kenal kan pantang menyerah. Jago bela diri. Cantik lagi. Apa sih yang kurang dari Claudya Handoko?" Ucap Jihan membanggakan Claudya.


"Bisa aja kamu Ji. Yang namanya perasaan kan nggak bisa di paksa Ji. Orang kamu maksain buat masukin jarum ke benang aja kalau kamu asal-asalan nggak fokus nggak bisa masuk kok. Apalagi perasaan. Nggak bisa buat mainan." Ucap Claudya.


"Terus gimana dong nasib cinta kamu? Masa nyerah gitu aja." Ucap Jihan.

__ADS_1


"Sudahlah. Ku terima apa adanya." Ucap Claudya.


__ADS_2