Proposal Hati Untuk Cinta

Proposal Hati Untuk Cinta
Gadis Istimewa


__ADS_3

"Slow lah Bro. Dibawa santai saja. Kaya sama siapa aja sih." Ucap Fino.


"Permisi Nona Jihan. Ada urusan sangat penting yang harus Nona selesaikan saat ini juga. Mari kita pulang." Ucap Mario menghampiri Jihan.


Melihat Jihan sudah tidak dalam pandangannya Mario bergegas mencari Jihan, setelah melihat situasi yang ia rasa sudah dalam keadaan tidak nyaman Mario memutuskan untuk mengajak Jihan pulang.


Mario. Untung saja kamu segera datang. Gumam Jihan dalam hati.


"Sampai jumpa semuanya. Senang bertemu dengan kalian semua. Saya pamit undur diri dulu." Ucap Jihan.


Terlihat raut wajah kekecewaan tersirat pada Reyhan dan Fino.


Dengan terpaksa mereka merelakan Jihan untuk pulang lebih awal.


"Thanks Mario. Kau menyelamatkanku kali ini. Aku beruntung kau datang tepat waktu. Aku melihat ada sesautu gelagat yang aneh disana."Ucap Jihan ketika mereka sudah di dalam mobil.


"Sama-sama. Ini sudah menjadi kewajiban saya." Ucap Mario.

__ADS_1


"Kau kenapa sangat kaku ketika mengobrol denganku. Sudah ku katakan kepadamu. Kau bisa memanggil nama ku tanpa embel-embel Nona." Ucap Jihan.


"Aku hanya belum terbiasa saja berbicara dengan lawan jenis. Selama ini yang ku lakukan hanya bekerja dan bekerja." Ucap Mario.


"Kedua orang tua tinggal dimana. Maaf harusnya aku lebih perhatian dengan mu. Tapi sampai saat ini aku belum mengenal lebih jauh tentangmu " Ucap Jihan.


"Ibuku sudah lama meninggal saat usiaku 7 tahun. Dia mengalami praeklamsia. Tekanan darah tinggi saat melahirkan adikku. Syukurnya adikku lahir dengan selamat. Meski nyawa ibuku menjadi taruhannya. Maka dari itu aku tak suka ada yang mencoba merendahkan wanita. Dan wanita yang merendahkan dirinya sendiri. Karena mekera terlalu berharga." Ucap Mario.


"Aku tahu alasan apa yang membuatmu bisa memilki argumen seperti itu." Ucap Jihan.


"Jika aku boleh mengatakan jadilah wanita yang berkelas. Jangan sekali-kali merendahkan harga diri. Apalagi terhadap laki-laki." Ucap Mario.


"Aku tidak membatasi. Aku hanya akan menerima kehadiran wanita yang sesuai dengan kriteriaku." Balas Mario.


"Tidak semua wanita bisa kau jadikan sebagai pasangan kan Mario? Kau bisa menjadikannya sebagai seorang teman. Itu akan lebih baik." Ucap Jihan.


"Bagiku tidak ada persahabatan yang murni bagi setiap laki-laki dan wanita." Balas Mario.

__ADS_1


"Huft. Terserah kau sajalah. Aku salah kalau berdebat denganmu." Ucap Jihan.


"Sepertinya seorang Jihan Pratama yang ku kenal tak akan mudah menyerah meski untuk hal sekecil apapun." Balas Mario yang mulai asyik mengobrol dengan Jihan. Selama ini ia hanya memendam semua isi hatinya di hadapan Jihan. Kini ia sudah mulai terbiasa berbicara santai berdua dengan Jihan.


"Entahlah. Aku sendiri juga tidak tahu dengan karakterku." Ucap Jihan.


"Kau mau mencoba makanan?" Tanya Mario.


"Ehmm boleh juga. Kebetulan aku tadi disana belum sempat mencicipi hidangan. Keburu Reyhan mengajakku." Ucap Jihan.


"Baiklah. Sebelumnya kau pernah mencoba makanan seblak kan dengan Rendy. Kali ini aku akan membawamu ke sebuah tempat makan yang berbeda dan unik." Ucap Mario.


"Kau sering kesana?" Tanya Jihan.


"Ya. Makanannya sangat terjangkau tapi rasanya aku jamin bikin kamu ketagihan." Ucap Mario.


"Ada apa dengan kalian berdua. Rendy mengajakku makan makanann yang belum pernah aku makan, sekarang kamu juga membawaku untuk makan." Ucap Jihan.

__ADS_1


Karena kamu gadis istimewa Jihan. Gumam Mario.


__ADS_2