Proposal Hati Untuk Cinta

Proposal Hati Untuk Cinta
Pilih Yang Mana Ya??


__ADS_3

Akhirnya penyerahan hadiah pun diberikan. Peserta yang menang pun bersorak ria bahagia mendapatkan hadiah.


“Akhirnya acara hari ini selesai juga. Semoga antusias masyarakat semakin bertambah.” Ujar Jihan bahagia.


“Pasti. Apalagi dengan kehadiranmu.” Ucap Rendy.


Jihan melirik ke arah Rendy. Ia tidak mengerti dengan maksut perkataan Rendy. “Kehadiranku?”. Ucar Jihan dengan tersenyum. “Ah maksudku dengan kehadiran kita semua. Apalagi presenternya artis ibu kota.” Ucap Rendy gelagapan. Rendypun jadi salah tingkah sendiri. “Nona saya bawakan jus orange untuk Anda.”  Ucap Mario tiba-tiba menghampiri Jihan. “Ah Mario. Kamu tahu aja aku lagi kehausan. Thanks banget ya.” Ucap Jihan berterimakasih.


“Ke Mario aja nih terimakasihnya. Kamu nggak lihat dari tadi aku nyodorin minuman mineral.” Gerutu Rendy.


“Emang…” Ucap Jihan terhenti.


“Hei Jihan.” Sapa Reyhan


“Kopi dingin?”  Reyhan menawarkan sebotol kopi dingin.


Seketika Jihan bingung minuman mana yang akan ia pilih. Rendy, Mario dan Reyhan seperti sedang bertarung memperebutkan seorang permaisuri. Meski hanya sebuah minuman tetapi rupanya Jihan menemui kendala. Saat hendak memilih minuman tiba-tiba Claudya menghampiri Jihan dari belakang.


“Ya ampun Jihan. Aku lihat dari kejauhan kalian udah kayak lagi syuting drama korea aja. Tiga pria memperebutkan satu wanita. Jihan bagi tips nya dong. Aku kan juga pengen di rebutin kayak kamu.”  Ucap Claudya.


“Clau. Siapa juga yang main drama korea. Ada-ada aja kamu ini.” Sahut Jihan.


“Tapi kalau di pikir-pikir kamu ada benernya juga Clau. Mereka semua bersamaan nawarin minuman ke aku. Aku bingung nih milih minuman apa. Bukan melihat siapa yag nawarin. Kalau aku milih satu, nanti yang satunya kecewa.” Bisik Jihan lirih kepada Claudya.


“Ah sudahlah. Daripada nggak di terima aku minum sendiri aja minumannya.” Ucap Rendy yang sedikit menahan rasa kecewa sembari meninggalkan Jihan.


“Ih dasar Pak Rendy. Gitu aja udah nyerah.” Sahut Claudya.


“Saya tidak memaksa Nona Jihan. Silahkan Anda menerima minuman dari Tuan ini.” Ucap Mario yang mengarah ke Reyhan. Jihan pun memutuskan untuk memilih dua-duanya. “Emmm biar adil aku terima semua ya. Pasti nanti aku minum kok.” Ujar Jihan.


“Oh ya Reyhan kenalin ini Mario. Pengawal pribadi ku.” Ujar Jihan meperkenalkan Mario kepada Reyhan.


“Salam kenal saya Reyhan.” Ucap Reyhan.


“Mario. Pengawal pribadi Nona Jihan Pratama.” Ucap Mario.


“Ehem. Hello. Ada Claudya disini.” Ucap Claudya.


“Oh ya maaf. Aku lupa ngenalin. Ini Claudya. Sekretaris pribadiku.” Ucap Jihan memperkenalkan Claudya.


“Hai Claudya. Aku Reyhan.” Ucap Reyhan

__ADS_1


“Dia CEO Mall ini.” Ucap Jihan.


“Benarkah? Wah hebat sekali.”  Puji Claudya.


Sementara di sisi lain Rendy melihat Jihan,Claudya,Mario dan Reyhan tampak asyik mengobrol. Ia merasa tak nyaman dengan kehadiran Reyhan. Andai saja waktu dapat terulang kembali, pasti Rendy tak akan mengajak Jihan untuk bertemu dengan Reyhan.


 “Rendy bisa kita bicara sebentar.” Ucap Paman Joe tiba- tiba. “Oh ya Pak. Dimana?.” Tanya Rendy.


“Ikuti saja saya “ Ucap Paman Joe. Lalu keduanya meninggalkan event. Rendy tak tahu kemana Paman Joe membawanya pergi. Ia hanya membuntuti Paman Joe.


Hingga akhirnya mereka keluar dari dalam Mall dan menuju ke tempat parkir. Langkah kaki Paman Joe yak berhenti sampai di situ saja. Paman Joe rupanya membuka pintu mobilnya dan mengajak Rendy memasuko mobilnya.


“Ada apa Pak? Sepertinya ada suatu hal yang sangat penting.” Ucap Rendy.


“Kamu tahu Rendy. Mengapa aku akan menceritakan sesuatu kepadamu? Apa kamu tahu alasanku untuk mempercayaimu?.”  Tanya Paman Joe mengintimidasi.


“ Maaf Pak. Saya tidak tahu arah pembicaraan Anda.” Sahut Rendy yang tengah kebingungan dengan maksud Paman Joe.


“Oke sepertinya kamu belum juga peka. Kita semua tahu sebentar lagi akan ada rapat pimpinam direksi. Dan itu memengaruhi layak atau tidaknya Jihan sebagai Direktur Utama selama lima tahun kemudian. Jika tidak maka Michael lah yang akan terus menempati kursi Direktur Utama.” Ucap Paman Joe.


“Lalu ada apa hubungannya dengan saya Pak.?” Tanya Rendy.


“Di dunia bisnis kau pastinya sudah hapal betul yang namanya sebuah persaingan bukan? Dan mereka akam menghalalkan segala cara dam upaya untuk menang. Aku perintahkan kepadamu untuk mencari tahu apakah Michael berusaha berbuat curang atau tidak. Sebenarnya saya sudah mengetahui kecurangan yang dilakukan oleh Michael. Kau tahu Mario bukan? Dia salah satu batu loncatan Michael. Kau harus berhati-hati dengannya.” Ucap Paman Joe.


"Rendy mulai sekarang saya meminta kamu untuj berada di pihak kami. Kau harus bisa memastikan Jihanlah yang akan menempati kursi Direktur Utama.” Ucap Paman Joe.


“Saya percaya sama kamu.”  Imbuhnya.


“Tapi saya harus bagaiman Pak? Hal apa yang harus saya lakukan?”. Tanya Rendy.


“ Kau hanya perlu bertindak sebagaimana mestinya.” Ucap Paman Joe. “Oh ya untuk tindakan selanjutnya nanti akan saya kabari. Keluarlah. Kita jangan sampai terlihat bersama.” Ucap Paman Joe segera meminta Rendy keluar dari mobilnya.


 Rendy pun segera menuju ke tempat event di gelar.


“Darimana saja kamu? Event belum kelar udah main lergi-pergi aja.” Ucap Jihan kesal dengan Rendy.


“Oh aku hanya dari toilet.” Jawab Rendy bohong.


“Oh aku kira darimana.” Ucap Jihan


“Acara sudah selesai  aku mau langsung pulang “ Ucap Jihan

__ADS_1


"Oh oke. Take care.” Ucap Rendy datary.


“ Hanya itu?”.  Tanya Jihan.


“ Ya memangnya apa lagi?.” Ujar Rendy .


“ Tidak.” Balas Jihan


“ Sudah puas kau meminum orange jus sama sama kopi dingin nya?.” Tanya Rendy menahan kesal.


“Ya. Sangat puas sekali.”. Jawab Jihan datar.


“Ya. Sangat puas sekali.”. Jawab Jihan datar.


Rendy tuh kenapa sih. Kadang ramah tapi kadang cuek banget. Sebel aku jadinya. Gumam Jihan.


“ Clau. Pulang sekarang yuk.” Ajak Claudya.


“Ayok.” Balas Jihan.


“ Mario sudah menunggu kita di tempat parkiran.” Ucap Claudya.


“ Eh Clau. Sepertinya Reyhan menaruh hati deh sama kamu. Masa tadi dia nanya-nanya mulu tentang apa hobi kamu, makanan kesukaan, film kesukaan. Kan aneh jadinya.” Ucap Claudya.


“ Nggak juga. Wajar saja.” Ucap  Jihan. “Eh Clau. Kamu masih ingat kan yang file kiriman Bu Diana?” Tanya Jihan.


“Masih lah Ji. Emang kenapa?” Tanya Claudya penasaran. “ Ya aku nggak habis pikir aja. Maksudnya tuh gimana? Aku bingung.” Ujar Jihan.


“Iya. Isinya tuh tentang perjalanan perusahaan papah kamu dari zero to hero. Dari awal mula berdiri hingga sekarang. Anehnya kenapa dia tidak menyebutkan nama Pak Michael ya Ji?” Tanya Claudya.


“ Itu dia Clau. Eh udah diam. Ada Mario.” Ucap Jihan saat mereka sampai di tempat parkir.


“ Paman Joe nggak ikut kita Ji?” Tanya Claudya.


“ Enggak. Katanya dia ada urusan sendiri”. Jawab Jihan.


"Oh. Eh ngomong-ngomong bawain oleh-oleh yuk buat Bu Darmi." Ucap Claudya.


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2