
"Ini mengenai Jihan. Claudya aku tahu kau menaruh hati padaku. Tapi maaf aku sangat mencintai Jihan. Dan Jihan merasa tak nyaman denganmu. Kau bisa mengatasi itu bukan? Aku berterimakasih kau sudah mencintaiku tapi maaf aku tak bisa membalas rasa itu. Tolong mengerti dengan keadaanku." Ucap Mario.
"Seburuk apa aku Mario. Hingga kau tak bisa menerima perasaanku kepadamu?" Tanya Claudya
"Maaf Clau. Aku sama sekali tak ada rasa terhadapmu. Aku berpikir Jihan tak mau menerimaku karena dia memikirkanmu Clau. Tolong berbicaralah dengan Jihan. Kau bisa bilang bahwa kau sudah tidak ada lagi rasa terhadapku. Kau bisa kan? Aku akan menuruti semua permintaanmu jika kau mau membantuku." Pinta Mario.
"Jadikan aku kekasih gelapmu. Tak perduli apa pendapatmu mengenai ku. Itu syaratnya. Setelah imi juga aku akan bercerita kepada Jihan jika aku sudah tak lagi menyukaimu. Kau setuju?" Tanya Claudya.
"Kekasih gelap? Kau gila Claudya. Sudah ku katakan aku tak mencintaimu. Apa kau tuli?" Ucap Mario.
"Sudah ku katakan. Terserah kau menanggapinya bagaimana. Aku mau kau menjadikan aku kekasih gelapmu. Jika kau sudah mendapatkan Jihan, Aku tak masalah kau membaginya 40% : 60%. Asal kau tetap ada waktu untukku. Bagaimana?" Tanya Claudya.
"Apa kau sebegitu gilanya kepadaku Clau? Aku tak mengira kau senekat ini." Ucap Mario.
"Aku sendiri juga tak bisa memehami rasa ini Mario. Kau selalu membuatku gila." Ucap Claudya.
__ADS_1
"Kita sama Clau. Bedanya aku terus menggilai Jihan. Jihan selalu ada dalam bayanganku. Kemanapun aku pergi melangkah." Ucap Mario.
"Jadi bagaimana? Deal or No deal?" Tanya Claudya memastikan.
"Deal." Jawab Mario dengan percaya dirinya.
Meski ia harus menjadikan Claudya sebagai kekasih gelapnya ia sudah tak peduli lagi.
Yang terpenting saat ini adalah ia bisa memiliki Jihan seutuhnya.
"Oke." Jawab Mario.
Rupanya pembicaraan antara Mario dan Claudya sampai ke telinga Jihan tanpa di sengaja.
Tadinya Jihan ada perlu dengan Claudya. Jihan mencari kemana perginya Claudya. Di pertengahan jalan ia bertemu dengan salah satu security di perusahaannya dan menanyakan keberadaan Claudya security itu mengatakan jika Claudya tengah bersama Mario di lobi kantor.
__ADS_1
Dan tanpa sengaja Jihan mendengar pembicaraan antara Mario dan Claudia. Jihan sangat terpukul tak mengira jikA Mario dan Claudia bisa senekar itu di belakangnya. Apalagi Claudya sudah ia anggap sebagai saudara kandungnya sendiri tetapi ia justru di tusuk dari belakang oleh dua orang kepercayaannya.
Saat Jihan hendak menuju ke ruangan barunya tak sengaja ia menabrak tubuh Rendy. Rendu pun seketika terkejut.
"Hey Jihan kau tak apa?" Tanya Rendy.
"Ehhm iya Ren. Aku nggak apa-apa kok. Aku duluan ya." Ucap Jihan.
"Jihan tunggu. Kau menangis? Kenapa? Ada apa? Apa yang membuatmu menangis?" Tanya Rendy khawatir.
"Ehhmm aku kelilipan aja kok Ren. Aku ke toilet dulu ya." Ucap Jihan.
Rendy pun membiarkan kepergian Jihan sebenarnya ia sangat khawatir dan penasaran apa yang sedang Jihan alami tapi ia berusaha menjaga privasi dan memberi waktu Jihan untuk berpikir sejenak.
Di sisi lain Jihan merasa sangat terpukul bagaimana bisa Mario dan Claudia menusuknya dari belakang seperti ini kecewa dan sedih yang Jihan rasakan. Dipermainkan oleh dua orang yang sangat Jihan sayangi.
__ADS_1