Proposal Hati Untuk Cinta

Proposal Hati Untuk Cinta
Angkringan, Awal Pendekatan..


__ADS_3

"Kita sudah sampai." Ucap Mario


"Dimana restorannya?" Tanya Jihan kebingungan menoleh ke kanan dan ke kiri tak ada satupun tempat makanan yang ada di pikirannya. Melainkan hanya ada satu tempat yang banyak orang di dalamnya


"Itu dia." Ucap Mario sembari menunjuk sebuah angkringan.


"Warung tenda?" Tanya Jihan


"Bukan warung tenda. Namanya angkringan. Kau ini berasal dari negara bagian mana sih?" Ucap Mario.


"Ye ya mana lagi. Aku kan bener-bener sama sekali nggak tahu." Ucap Jihan


"Sudah ayo segera kesana." Ucap Mario


"Wedang jahe ya Pak dua." Ucap Mario memesan.


"Kau mau makan apa? Ada sate usus, sate telur puyuh, nasi kucing?" Tanya Mario


" Aku pernah dengar nasi kucing tapi membayangkannya saja aku sudah tidak selera makan." Ucap Jihan perlahan


"Itu kan hanya sebuah nama. Cobalah." Ucap Mario sembari mengambil bungkusan nasi.


Setelah membukanya terlihat gundukan nasi sambal dan suwiran ikan bandeng.


"Memangnya tempat makanan seperti ini berasal dari mana?" Tanya Jihan


"Masyarakat Yogyakarta, Jawa Tengah dan juga Jawa Timur biasanya di setiap sudut wilayahnya terdapat angkringan." Ucap Mario


"Betul itu Neng. Contohnya ya saya ini saya asli orang Gunungkidul salah satu kabupaten yang ada di Yogyakarta. Mengadu nasib ke ibu kota dengan membuka angkringan seperti ini." Ucap pedagang angkringan.


"Oh iya Pak." Ucap Jihan merespon


"Alasanku sering makan di tempat seperti ini karena harganya murah tapi kualitas makanannya nggak murahan." Ucap Mario

__ADS_1


"Kamu ternyata di luar dugaan ku ya Mario. Aku kira kamu bakalan ngajak aku makan di restoran atau kafe atau yang lainnya deh yang bikin cewek itu excited banget gitu. Tapi kamu malah ngajak aku kesini dan kamu tahu nggak aku udah nggak excited lagi tapi excited bangettttttt." Ucap Jihan setelah ia mencicip nasi kuning plus sate telur puyuh secara bersamaan.


"Jika dengan 10 ribu kita bisa kenyang kita tak perlu memaksakan diri makan makanan seharga 100 ribu." Ucap Mario


"Thats right. Aku suka itu. Jika kita bisa berhemat maka kenapa kita harus boros." Imbuh Jihan.


"Kau suka makanannya?" Tanya Mario


"Banget." Ucap Jihan sembari tersenyum.


Dihadapannya Jihan memilih banyak sekali sate-satean, pisang goreng, nasi kucing, tahu tempe bacem serta wedang jahe yang mampu membuat tubuhnya hangat di malam hari yang dingin.


"Aku tidak menyesal kau mengajakku kesini." Imbuh Jihan.


"Ku kira kau tidak akan suka. Aku salut padamu. Hanya beberapa persen wanita yang mau di ajak pasangannya untuk makan di tempat seperti ini." Ucap Mario


"Kenapa? Ini tidak buruk kok." Ucap Jihan


"Bukan soal buruk atau nggak buruk kebanyakan mereka sangat suka jika di ajak makan di tempat-tempat romantis." Ucap Mario


"Iya-iya. Sudah abiskan dulu makanannya." Ucap Mario.


Sementara di sisi lain Michael sedang sibuk mencari data kedua anaknya yang telah ia tinggalkan dulu.


Ia meminta orang untuk mencari tahu keberadaan kedua anaknya.


Drrtt


Drrtt


Drrtt


"Hallo?" Ucap Michael

__ADS_1


"Tuan saya sudah mendapatkan informasinya. Anak itu bernama Mario dan Kimora. Mereka berdua sama-sama memakai nama belakang Edward." Ucap salah satu orang suruhannya


"Mario Edward? Dia harusnya sekarang berusia 30 tahun. Dan Kimora dulu ku tinggalkan saat dia baru lahir dia berumur sekitar 16 tahun." Ucap Michael


"Benar Tuan. Untuk Kimora saat ini dia sedang dalam perawatan medis karena penyakit keturunan." Ucap bawahannya yang bernama Jodi.


"Apa? Anakku sedang sakit sekarang? Dimana dia di rawat?" Tanya Michael khawatir


"Nanti saya kirim share location nya Tuan." Ucap Jodi


Drrtt


Drrtt


Drrtt


"Hallo." Ucap Mario


"Ini dari rumah sakit. Silahkan Anda segera datang kesini. Kondisi Kimora tiba-tiba mengalami penurunan dan tak sadarkan diri." Ucap seseorang yang merupakan petugas rumah sakit dimana Kimora di rawat.


"Terimakasih. Saya akan kesana." Ucap Mario.


"Ada apa?" Tanya Jihan


"Jihan. Kau tak keberatan kan kalau sekarang kita harus ke rumah sakit. Adikku sedang dalam keadaan kritis." Ucap Mario panik. Tubuhnya bergemetar.


Jihan yang melihat itu merasa khawatir dengan Mario.


"Tenangkanlah dirimu. Yakinlah dia baik-baik saja. Serahkan kuncinya aku yang akan menyetir." Ucap Jihan


"Aku masih bisa menyetir." Ucap Mario


Mereka pun lalu membayar makanan angkringan dan bergegas menuju ke rumah sakit.

__ADS_1


Kimora bertahanlah. Selama ini kau sudah berjuang. Kau tak akan bisa untuk kalah dengan penyakitmu. Gumam Mario dalam hati.


__ADS_2