
"Ibu disini Nak Jihan.Sebelumnya ibu dan Rendy minta maaf ya nak Jihan kalau sudah membuat nak Jihan merasa terganggu malam ini. Maaf kalau ibu terlalu ikut campur Ibu hanya tidak mau Rendy selalu menutup pintu hatiny untuk perempuan. Rendy belum pernah pacaran Nak Jihan. Bahkan untuk menyukai teman wanita saja ia tidak mampu. Makanya Ibu menyarankan dia menyatakan perasaannya kepada Nak Jihan setidaknya Nak Jihan mengetahui perasaan Rendy yang sesungguhnya.
Satu hal yang ibu mohon kepada kalian Jika Nak Jihan menolak cinta dari Rendy mohon jangan benci Rendy ya Nak Jihan. Kalian masih bisa berteman bukan?" Ucap Bu Laras.
"Hubungan kami yang sebenarnya bukanlah hubungan pertemanan Bu. Melainkan hubungan antara atasan dan staff. Hanya sekedar itu saja.
Pesanan taksi online saya sudah datang. Saya permisi dulu. Terimakasih atas jamuannya yang sangat lezat ini. Selamat malam." Ucap Jihan pamit undur diri.
Rendy hanya bisa terdiam. Yang semula ia sangat bersemangat setelah menyampaikan isi hati yang sudah lama ia pendam berhasil ia utarakan. Namun kembali meredup atas sikap acuh dari Jihan. Rendy tetap menerima perlakuan Jihan. Toh biar bagaimanapun dia sadar diri dirinya dan Jihan memang sangat lah berbeda.
Di sepanjang perjalanan Jihan berpikir keras atas apa yang Rendy lakukan malam ini. Di satu sisi ia memuji sikap Rendy yang berani menyatakan perasaan meski bisa saja Bu Laras mengetahuinya.
Namun untuk saat ini Jihan masih belum mau menjalin komitmen dengan seseorang. Di satu sisi ia harus mengerjakan PR yang sudah Paman Joe limpahkan kepadanya yaitu merebut jabatan posisi Direktur Utama. Dan di satu sisi lainnya ia masih memikirkan kesehatan Papanya yang hingga kini masih belum tersadarkan dari koma.
Mustahil ia menjalin hubungan sedangkan Papanya sedang berjuang dengan penderitaannya.
__ADS_1
Ting. Notifikasi pesan dari Rendy.
Jihan tak membalas isi pesan dari Rendy. Hingga menelponnya pun Jihan enggan untuk menjawabnya.
***
"Kamu sudah siap Jihan?" Tanya Paman Joe di sambungan teleponnya.
"Bagus. Paman yakin kali ini kamulah yang akan lebih unggul." Ucap Paman Joe.
Rapat penentuan Direktur Utama yang baru kedua kalinya telah di mulai. Kali ini suara terbanyak di peroleh Jinan Pratama.
"Selamat Jihan. Dari awal saya sudah memiliki perasaan bahwa kamu lah yang pantas memiliki jabatan ini selain di sisi lain kamu lah yang memang benar-benar pewaris tunggal dari perusahaan ini." Ucap salah satu pimpinan direksi.
__ADS_1
"Saya berharap perusahaan ini mendapatkan wajah baru yang lebih fresh dan lebih mendapatkan keuntungan dari sebelumnya." Ucap salah satu pimpinan direksi lainnya.
Jihanpun merasa senang dan bahagia bisa menang dalam melawan Michael Purwadinata.
Tok
Tok
Tok
"Jihan bangun udah siang nih. Tumben kamu belum bangun." Suara panggilan dari Bu Darmi membangunkan Jihan.
Ahh sayangnya kemenangan Jihan tersebut hanya dalam mimpi saja.
Arhhh ternyata mimpi. Ku kira tadi itu nyata. Gumam Jihan dalam hati. Meski hanya mimpi semata namun ia juga merasa senang. Semoga saja mimpi menjadi nyata. Imbuh Jihan dalam hati.
__ADS_1
"Iya Bu. Ini juga udah bangun." Ucap Jihan