Proposal Hati Untuk Cinta

Proposal Hati Untuk Cinta
Haruskah Aku Kembali?


__ADS_3

"Ha? Seriusan? Wah nggak bisa di biarin ini. Kamu harus bikin dia nengok kamu Clau. Claudya yang aku kenal kan pantang menyerah. Jago bela diri. Cantik lagi. Apa sih yang kurang dari Claudya Handoko?" Ucap Jihan membanggakan Claudya.


"Bisa aja kamu Ji. Yang namanya perasaan kan nggak bisa di paksa Ji. Orang kamu maksain buat masukin jarum ke benang aja kalau kamu asal-asalan nggak fokus nggak bisa masuk kok. Apalagi perasaan. Nggak bisa buat mainan." Ucap Claudya.


"Terus gimana dong nasib cinta kamu? Masa nyerah gitu aja." Ucap Jihan.


"Sudahlah. Ku terima apa adanya." Ucap Claudya


"Aku doain deh cintamu itu berbalas." Ucap Jihan.


"Kamu beruntung banget ya Ji. Cantik, kaya, banyak yang suka." Ucap Claudya.


"Apaan sih Clau. Nggak lucu tau. Nggak suka aku kamu ngomong kaya gitu." Ucap Jihan.


"Hehe iya-iya. Terus gimana kamu mau terima apa nolak cinta Rendy?" Tanya Claudya.


"Bingun Clau." Ucap Jihan.


"Bingung? Berati fifty-fifty dong. Setengah kamu memang ada rasa sama Pak Rendy. Setengahnya kamu nggak mau nerima karena alasan tertentu?" Ucap Claudya.


"Tapi ini rahasia ya. Jujurly iya sih aku ada rasa sama Rendy." Ucap Jihan malu-malu mengakui perasaannya.

__ADS_1


"Tuh kan apa aku bilang. Emang bener kan kamu juga ada rasa sama Pak Rendy. Kalau gitu kenapa mesti bingung-bingung jawab aja 'Ok Rendy. I love you too.' Gitu kan gampang?" Ucap Claudya.


"Nggak semudah itu juga Clau. Kamu tahu kan kalau keadaan Papaku lagi nggak baik. Nggak etis dong keluarga ku lagi bersedih sementara aku asyik berkencan." Ucap Jihan.


"Ehm iya juga sih. Pasti ada jalan kok Ji. Yang paling penting kamu berkata sejujurnya sama Rendy. Ingat kita sebagai wanita kalau ada laki-laki yang menyatakan cinta kalau kita nggak mau nerima cinta harus dengan kata-kata yang tidak menyakiti perasaannya." Ucap Claudya.


"Widih. Hebat benar ini Bu Claudya. 86 Bu. Hehehe." Ucap Jihan


***


Isi pesan Michael kepada Marco.


Ting. Suara notifikasi dari ponsel Mario.


Mario hanya membaca isi pesan tersebut tanpa membalas. Ia sama sekali tak menganggap Ayahnya masih ada. Baginya ayahnya sudah tiada saat dia dengan teganya mencampakkan dan meninggalkan dirinya dan juga Kimora yang pada saat itu baru dilahirkan.


"Hallo Mario. Apa kabar?" Tanya Jihan kepada Mario.


"Hai Jihan. Dah lama nggak mampir ke kafe ku." Ucap Mario.


Entah mengapa semenjak Mario resign dari pekerjaannya mengawal Jihan kini Mario nampak lebih terbuka dengan Jihan.

__ADS_1


"Sorry Mario. Minggu-minggu ini aku sedang sibuk. Next time ya nanti aku kabari." Ucap Jihan.


"Oh okey. Nggak papa kok. Santai aja. Yaudah met kerja ya." Ucap Mario.


"Ehm Mario tunggu. Aku mau bilang sesuatu sama kamu. Ini mengenai Claudya.


Kamu tahu nggak kalau Claudya sebenarnya suka sama kamu." Ucap Jihan.


"Ha? Claudya? Nggak mungkinlah. Kita cuma temenan aja kok nggak lebih. Kamu jangan salah paham Jihan. Beneran aku sama Claudya nggak ada apa-apa kok." Ucap Mario.


"Aku cuma ngasih tahu aja ke kamu Mario. Siapa tahu dengan begitu kamu akan membuka hati kamu sama Claudya. Claudya cerita kalau dia suka sama seseorang tapi orang itu nggak tahu. Dan aku udah bisa langsung menebak kalau orang itu kamu Mario." Ucap Jihan.


"Hah? Aku? Orang lain mungkin." Ucap Mario


"Oke aku kerja dulu ya Rendy udah nungguin aku. Bye." Ucap Jihan.


Tut.tut.tut.


Jihan memutus panggilannya sebelum mengucapkan penutupan panggilan.


Rendy? Apa kamu senang sekarang bisa berduaan sama Rendy tanpa aku ganggu Jihan? Haruskah aku kembali menjagamu agar aku bisa menghabiskan seluruh waktu ku hanya untuk menjagamu Jihan?

__ADS_1


Tidakkah kau bisa merasakan perasaanku kepadamu Jihan? Harus dengan cara apa lagi aku menunjukkannya.


Gumam Mario dalam hati.


__ADS_2