Proposal Hati Untuk Cinta

Proposal Hati Untuk Cinta
Hampir Saja


__ADS_3

Tak berselang lama, mereka mengakhiri perjumpaan dengan Reyhan dikarenaka Reyhan sendiri sudah ada jadwal dengan klien yang lain. Pertemuan yang singkat namun memberikan kesan tersendiri bagi Reyhan.


“Terimakasih Tuan Reyhan semoga dengan adanya event ini kita bisa menjalin kerjasama untuk kedepannya tanpa ada hambatan.’’ Ucap Jihan.


“Sama-sama. Hati-hati di jalan.’’ Ucap Reyhan kepada Rendy dan Jihan.


Rendy hanya menunjukkan muka masamnya. Yang biasanya ia selalu ceria ketika bertemu dengan Reyhan, tidak untuk kali ini. Ia merasa tidak suka jika Reyhan terlalu intens berbincang dengan Jihan.


“Mau langsung balik ke kantor?’’ Tanya Jihan kepada Rendy. Namun Rendy tak merespon. Ia hanya terdiam.


“Mario kita langsung kembali ke kantor.’’ Ucap Rendy kepada Mario.


“Hey aku kan nanya sama kamu, kamunya nggak jawab. Malah kamu ngomong sama Mario.’’ Ucap Jihan kesal.


Rendy masih terdiam. Ia masih kesal dengan sikap Jihan yang terlalu welcome kepada Reyhan.


Pria aneh. Gumam Jihan.


Sebenarnya Mario paham apa yang sedang terjadi. Tapi dirinya enggan untuk ikut campur.


Mereka akhirnya kembali ke kantor. Rendy langsung kembali bekerja. Ia sama sekali tak menegur sapa Jihan.


Layaknya pasangan kekasih yang sedang dilanda kecemburuan. Rendy selalu mencoba menghindar dari Jihan.


Jihan pun tak ambil pusing dengan sikap Rendy. Hingga saat keduanya akan pulang saat berada di lift, Rendy pun masih dengan dinginnya mengacuhkan Jihan.


“Kamu kenapa sih Ren?’’ Tanya Jihan penasaran.


Rendy hanya terdiam. Begitu pintu lift terbuka ia langsung keluar tanpa memperdulikan Jihan.


Saat Jihan hendak mengejar Jihan, ia dikejutkan oleh panggilan dari Claudya.


“Jihan.’’ Panggil Claudya.


“Kemana aja kamu ini. Kamu tuh sekretaris pribadiku tapi malah nggak ada di sampingku.’’ Gerutu Jihan.


“Yaa im so sorry. Aku ini kan super sibuk. Yuk ah cepat pulang. Capek banget aku hari ini. Ternyata kerja di divisi marketing itu melelahkan pikiran dan tenaga ya.’’ Keluh Claudya.


“Baru tau Non?’’ Ejek Jihan.


Lalu keduanya menuju mobil yang mana Mario sudah menunggu sedari tadi.


 


“Mario besok kamu jemput Paman ke bandara ya. Driver kita masih cuti. Paman tidak suka kalau aku merekrut karyawan baru. Mungkin lima hari dia sudah kembali bekerja.” Ucap Jihan.


“Oke.” Jawab singkat Mario.


“Maksudmu Paman Joe?” Tanya Claudya.


“Iya. Aku yakin selama ini kalian hanya bertemu tatap dengan Paman Joe by video call kan. Besok kalian akan bertemu langsung dengannya.” Ucap Jihan.

__ADS_1


“Aku udah nggak sabar pengen ketemu langsung sama Paman Joe, apalagi sama Papah kamu Ji.’’ Ucap Claudya.


Jihan tersenyum. Seketika ia mengingat Papahnya yang terbaring lemah dengan bantuan alat nafas.


Papah segeralah sembuh. Semoga keajaiban menghampiri keluarga kita. Doa Jihan.


Mobilpun melaju menuju kediaman Jihan Pratama.


Setelah mereka sampai, mereka dikejutkan dengan seorang pria yang tengah menyruput segelas the di ruang tamu.


“Paman!.’’ Teriak Jihan. Ia sangat terkejut Paman Joe sudah sampai di Indonesia. Ia langsung memeluk pamannya dari belakang.


Jihan sendiri sudah menganggap Paman Joe sebagai Papah keduanya. Karena Paman dan Bibinya memang belum dikaruniai seorang anak. Jadi mereka sudah menganggap Jihan sebagai anak sekaligus ponakan.


“Gimana kamu terkejut?’’ Tanya Paman Joe.


“Barusan aja aku nyuruh Mario buat jemput Paman besok di bandara.” Ucap Jihan.


“Salam kenal Tuan Joe. Saya Mario.’’ Ucap Mario lalu memperkenalkan dirinya.


“Saya Claudya Tuan Joe.” Di susul Claudya.


“He he he. Sudah-sudah. Tak usah terlalu formal gitu. Sebaiknya kalian bersih-bersih setelah itu kita makan malam bersama. Paman sudah rindu berat sama masakan Indonesia.” Ucap Paman Joe.


“Oke Paman. Jihan naik ke atas dulu ya.’’ Ucap Jihan disusul Claudya dan juga Mario.


Setelah selesai mandi mereka bergegas turun untuk makan malam bersama Paman Joe.


Bu Darmi sesekali menceritakan sosok Paman Joe kepada Claudya dan Mario.


 


***


Satu minggu kemudian. Jihan seperti biasanya ia masih menimba ilmu di divisi Marketing dibawah arahan Rendy.


“Jihan bisa kita bicara empat mata?” Tanya Rendy.


“Of course. Dimana?’’ Tanya Jihan balik.


“Di ruang rapat VIP saja kebetulan sedang tidak di gunakan.” Jawab Rendy.


“Oke.” Ucap Jihan.


Mereka pun bergegas menuju ke ruang rapat VIP. Di pertengahan jalan mereka berpapasan dengan Pak Michael.


“Mau kemana kalian berdua?’’ Tanya Michael


“Yang pastinya tidak ada urusannya dengan Anda, Pak Michael Purwadinata.’’


Ucap Jihan tanpa menatap Pak Michael.

__ADS_1


“Permisi Pak.’’ Ucap Rendy berusaha sopan kepada Pak Michael. Michael hanya mengangguk ia sedikit tersinggung dengan apa yang Jihan ucapkan kepadanya.


Sesampainya di ruang rapat VIP, Rendy menutup rapat pintu.


“Apa ada sesuatu yang buruk?’’ Tanya Jihan penasaran.


“Aku rasa kamu segera meninggalkan divisi Marketing. Ada banyak hal yang harus kamu lakukan. Kamu orang yang sangat cerdas dan pintar. Satu bulan rasanya sudah cukup kamu menggali harta kartun di divisiku.’’ Ucap Rendy mode serius.


Mendengar itu Jihan lalu mendekat kearah Rendy. Suara langkah kakinya berhasil menghipnotis pikiran Rendy. Sebelumnya Rendy sudah membulatkan tekad untuk membujuk Jihan agar ia segera meninggalkan divisinya. Namun entah mengapa, pesona Jihan berhasil menguasai pikirannya.


Tangan lembut Jihan merapikan kerah kemeja Rendy yang sedikit berantakan. Sembari tersenyum manis semakin membuat Rendy kebingungan dengan apa yang Jihan pikirkan.


“Menurutmu apa aku sudah pantas duduk dibangku Direktur Utama?’’ Tanya Jihan ambigu.


“Sudah pasti.’’ Jawab Rendy singkat.


“Oke. Hari ini juga akan meminta rapat pimpinan direksi. Semoga saja mereka semua setuju dengan pendapatmu.’’ Ucap Jihan.


“Jihan?’’ Tanya Rendy yang semakin intens maniknya menatap tajam kedua mata Jihan.


“Ya?’’ Jawab Jihan dengan sedikit ada rasa ketakutan dalam dirinya.


“Kenapa kamu menatapku seperti itu?” Imbuh Jihan.


“Entahlah. Aku sendiri juga tidak mengerti. Aku akan menanyakan sesuatu kepadamu. Dan tolong jawab dengan jujur.’’ Tanya Rendy semakin membuat Jihan ketakutan. Tangannya yang tadi dengan beraninya menyentuh kerah kemeja Rendy kini justru lemas tak berdaya.


“What it is?’’ Ucap Jihan.


“Kenapa kamu selalu berada di pikiranku meski kita sedang tidak bersama? Mengapa dengan lancangnya kamu selalu membuat detak jantungku berdetak tak beraturan setiap aku memikirkanmu? Dan juga kamu selalu membuat hatiku terasa panas seperti terbakar saat kamu menunjukkan senyuman manismu itu terhadap orang lain? Kenapa? Kenapa Jihan? Tolong beri aku sebuah penjelasan." Ucap Rendy.


Jihan terkejut dengan perkataan Rendy. Ia tak menduga Rendy selama ini memikirkan dirinya.


“Rendy? Aa-aku tidak ada jawaban untuk semua pertanyaan yang ka..’’ Ucap Jihan terpotong karena Rendy memegang dagunya sembari menatap maniknya dalam-dalam.


“Jihan I Lo…..” Ucap Rendy terpotong begitu ada seseorang yang masuk ke ruang rapat VIP.


Seketika Jihan dan Rendy saling menjaga jarak.


“Permisi. Maaf ruangan ini mau saya bersihkan.’’ Ucap seseorang yang ternyata merupakan staf cleaning sevice.


Rendy yang seketika malu sendiri dengan sikapnya ia buru-buru melepaskan tangannya  yang memegangi dagu Jihan lalu bergegas pergi meninggalkan ruangan rapat.


Jihan pun bingung dengan sikap Rendy. ada apa dengan Rendy? Gumam Jihan.


Sementara Rendy terjebak dalam pikirannya sendiri. Mengapa ia dengan berani menyatakan cinta pada Jihan.


Darimana kekuatan itu muncul. Mengapa bibirnya dengan mudahnya merangkai kata-kata seperti itu. Ya Tuhan hampir saja. Gumam Rendy yang tengah berdiri di depan cermin toilet. Sedikit basuhan air membuatnya merasa segar.


Di sisi lain secara diam-diam Michael dan Mario membicarakan suatu hal di balkon gedung teratas kantor.


“Apa kamu yakin selama ini kamu sudah bekerja dengan benar Mario?’’ Tanya Michael.

__ADS_1


“Siap Tuan. Karena saya pikir setelah kasus Nona Jihan di culik, akan lebih baik jika kita tidak gegabah dalam melakukan suatu rencana. Jika kita melakukan rencana selanjutnya saya justru khawatir dengan mudahnya polisi akan mencurigai Tuan. Apalagi kini pimpinan preman itu sudah berhasil di tangkap polisi. Meski dia mengaku sengaja menculik Jihan untuk dijadikan umpan keluarganya memberikan uang tebusan, tapi kita tidak boleh gegabah.” Jelas Mario panjang lebar.


__ADS_2