Proposal Hati Untuk Cinta

Proposal Hati Untuk Cinta
Kesalnya Jihan


__ADS_3

"Rendy memang benar. Apa kau tak mendengarkan kata-kata ku Mario? Harus berapa kali aku mengatakannya? Jangan menekanku Mario." Ucap Jihan.


"Kau tuli? Kau tak bisa mendengar?" Ucap Rendy.


Dengan muka kesal dan kecewa Mario pun bergegas meninggalkan Jihan dan Rendy di restoran.


"Ji kita ke kan...." Ucap Rendy terpotong.


"Kau juga Rendy. Jangan menekanku." Ucap Jihan.


***


Keesokan harinya setelah kejadian di restoran membuat Jihan dan Rendy saling diam satu sama lain.


"Aku akan keluar dari divisi marketing." Ucap Jihan.


Rendy pun seketika terkejut dengan pernyataan Jihan. Tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba Jihan berniat keluar dari divisi marketing.


Namun Rendy tak berniat menanyakan alasannya.


Jihan yang merasa kesal karena Rendy tak menggubrisnya perihal keluar dari ruangan divisi marketing. Membuatnya semakin menambah kesal dengan sikap Rendy.

__ADS_1


"Ehem." Jihan mencoba mengalihkan perhatian Rendy, namun hasilnya sia-sia.


Justru Rendy keluar dari ruangannya. Dan menuju ke divisi HRD.


"Ben memangnya Jihan mau pindah ke divisi apa?" Tanya Rendy kepada Beni. Manager Hrd.


"Belum ada info masuk di aku. Nanti deh kalau ada info aku kasih tahu. Bentar ya Ren aku ada urusan." Ucap Beni meninggalkan Rendy.


Sebenarnya bisa saja Rendy menanyakan langsung kepada Jihan, namun gengsinya mengalahkan segalanya.


Disatu sisi Michael tengah berusaha keras membujuk Mario untuk mau memaafkannya dan mau menerima kehadirannya sebagai seorang ayah di hidup Mario.


Ratusan panggilan telepon yang Michael tujukan kepada Mario, akhirnya Mario mengangkat panggilannya. Hal itu pun tak akan Michael sia-siakan untuk membujuk Mario.


Tanpa menjawab bujukan dari Ayahnya, Mario memutuskan panggilannya.


Ia sedang berpikir keras untuk memikirkan sesuatu agar ia bisa lebih dekat kembali dengan Jihan. Namun ia tak mau menjadi pengawal pribadi Jihan kembali. Ia menginginkan sesuatu yang lebih.


Hingga akhirnya ia kepikiran untuk bekerja di perusahaannya Jihan. Meski ia hanya tamatan SMA ia bisa menggunakan jasa Ayahnya.


Kemudian Mario memutuskan untuk menelpon kembali Ayahnya.

__ADS_1


"Hallo Mario. Kamu menelpon Ayah?" Ucap Michael.


"Aku akan memaafkanmu tapi dengan satu syarat." Ucap Mario.


"Syarat? Syarat apa itu? Jika Ayah bisa melakukannya akan ayah lakukan demi kamu Mario." Ucap Michael sangat antusias.


"Biarkan aku bekerja di perusahaan itu. Meski aku hanya tamatan SMA bukankah Kau bisa mengatasi itu?" Ucap Mario.


"Pasti. Pasti kau bisa langsung masuk besok pagi. Akan ku pastikan hal itu. Sekarang kau sudah memaafkan Ayah kan Mario?" Tanya Michael.


"Anggap saja begitu." Ucap Mario lalu memutuskan panggilannya.


Jihan sebentar lagi kau akan menjadi milikku. Apapun itu aku akan berusaha sekeras mungkin agar kau menjadi milikku. Kau sudah membuat ku gila Jihan. Kau harus bertanggung jawab akan hal itu. Gumam Mario dalam hati.


Sementara di sisi lain Jihan yang sedang kesal dengan sikap yang Rendy tunjukkan kepadanya memutuskan untuk tak berbicara kembali kepada Rendy.


"Claudya tolong beritahu dia kalau aku akan segera pindah divisi lain." Ucap Jihan kepada Claudya.


"Dia? Hanya ada aku sama Pak Rendy? Berati dia itu Pak Rendy?" Tanya Claudya .


"Mulai besok pagi kita sudah tak datang lagi kesini." Ucap Jihan.

__ADS_1


__ADS_2