
"Kalau kalian terus-terusan begini bagaimana nasib hubungan kalian?" Tanya Claudya setengah menahan amarahnya.
"Hubungan? Hubungan apa? Orang kita nggak ada hubungan apa-apa kok." Ucap Jihan.
"Oh jadi ini jawabanny?" Tanya Rendy.
"Jawaban apa lagi sih?" Tanya Jihan tak mengerti.
"Ok fix. Aku anggap ini sebagai penolakan." Ucap Rendy lalu pergi meninggalkan Jihan.
Jihan pun terkejut Rendy justru meninggalkannya.
"Waduh ini jadinya gimana sih Jihan? Terus kita juga mau pindah kemana? Dari tadi aku nanya kamu nggak ngasih kepastian." Ucap Claudya kesal.
Tanpa menjawab pertanyaan Claudya, Jihan justru menyusul Rendy. Jihan tak rela Rendy meninggalkannya begitu saja.
"Rendy!" Teriak Jihan.
Namun sayang meski Rendy mendengar panggilan Jihan, Ia tak berniat untuk menghentikan langkah kakinya
"Rendy!!!! Rendy Sudibjo!!!." Teriak Jihan lagi.
__ADS_1
Kali ini Rendy menghentikan langkah kakinya. Namun hanya menyunggingkan senyuman di wajahnya tanpa menoleh ke arah Jihan.
"Good bye." Ucap Rendy singkat.
Lalu kembali Rendy melangkahkan kakinya. Kali ini Jihan tak mengejarnya.
"Jihan." Ucap Mario.
"Apa!" Ucap Jihan ketus.
"Oh maaf Mario." Ucap Jihan. Jihan pun tak menggubris kehadiran Mario. Ia justru mengacuhkan Mario.
Mario pun kecewa Jihan mengacuhkannya.
Hari ini Mario resmi bekerja di PT Pratama Foods Group. Atas koneksi dari ayahnya Mario pun yang notabene lulusan SMA dan tidak ada pengalaman sama sekali di dunia kerja kantoran bisa bekerja di salah satu perusahaan terbesar di Jakarta.
"Ada apa?" Tanya Mario datar. Ia masih saja kaku terhadap ayahnya.
"Aku sudah mengabulkan permintaan kamu. Bahkan aku membuat Jihan pindah divisi. Bergabung bersamamu. Kali ini kau harus mengabulkan permintaanku." Ucap Michael.
"Apa itu?" Tanya Mario.
__ADS_1
"Bisakah kau kembali menanggilku ayah?" Ucap Michael.
"Terimakasih kau sudah membuatku bersama dengan Jihan. Dan untuk permintaanmu akan ku pertimbangkan lagi." Ucap Mario.
"Mario please lah. Ayah sudah mengabulkan permintaan kamu." Ucap Michael memohon.
"Baru satu kali mengabulkan permintaanku. Selama ini kemana saja? 20 tahun aku membiayai hidupku dan juga Kimora dan Nenek, ibu darimu. Apa selama ini aku pernah sepersen pun memintamu?" Tanya Mario.
"Mario. Ayah mohon. Jangan ungkit lagi masa lalu. Ayah benar-benar menyesal Mario. Tolong lupakan kenangan buruk masa lalu." Ucap Michael.
"Aku sudah mencobanya. Tapi maaf bayang-bayang tiga nyawa perempuan yang amat ku sayangi selalu membayangi pikiranku." Ucap Mario.
"Ayah juga menyesal Mario. Kau tahu setiap hari Ayah selalu mengutuk diri ayah sendiri. Dan kini Ayah hanya punya kamu Mario." Ucap Michael menyesal.
"Sudah puas? Sudah cukup meratapi masa lalunya?" Ucap Mario dingin.
"Tolong Mario. Tolong maafkan Ayah. Bayangan senyuman indah dari adikmu Kimora untuk yang pertama dan terakhir kalinya Ayah melihat, Ayah selalu merasakan ketakutan yang luar biasa. Aku tak pantas di sebut sebagai seorang Ayah." Ucap Michael dengan linangan air mata yang membasahi pipinya.
"Kau sendiri mengakui jika kau tak pantas di sebut sebagai seorang Ayah. Apalagi orang lain. Jadi jangan harap dengan bergabungnya diriku disini semerta-merta aku langsung mau memaafkanmu. Taj semudah membalikkan telapak tangan." Ucap Mario.
"Ayah tahu Mario. Ayah paham sekarang. Baiklah jika itu keputusanmu. Mungkin ini hukuman yang setimpal untuk ayah. Namun bolehkah Ayah memelukmu sebentar saja." Ucap Michael.
__ADS_1
Hati Mario akhirnya luluh juga, Ia justru yang memeluk ayahnya.