
"Kau sendiri mengakui jika kau tak pantas di sebut sebagai seorang Ayah. Apalagi orang lain. Jadi jangan harap dengan bergabungnya diriku disini semerta-merta aku langsung mau memaafkanmu. Taj semudah membalikkan telapak tangan." Ucap Mario.
"Ayah tahu Mario. Ayah paham sekarang. Baiklah jika itu keputusanmu. Mungkin ini hukuman yang setimpal untuk ayah. Namun bolehkah Ayah memelukmu sebentar saja." Ucap Michael.
Hati Mario akhirnya luluh juga, Ia justru yang memeluk ayahnya.
Hubungan darah memang tak bisa untuk di sanggah.
Sekeras apapun membenci namun kenyataannya tetap lah sama. Darah yang mengalir di tubuh kita merupakan darah dari kedua orang tua kita.
***
"Aku nggak nyangka kita bisa bersama lagi." Ucap Claudya.
"Kau senang?" Tanya Mario.
"Ya bisa seperti dulu lagi. Jihan bagaimana denganmu?" Tanya Claudya.
"Ya aku juga bahagia kita bisa bersama lagi seperti dulu." Ucap Jihan datar.
"Kayaknya kita butuh hiburan nih. Gimana Jihan?" Tanya Claudya.
__ADS_1
"Ehmmm ide bagus kayaknya." Ucap Jihan.
"Pak Rendy gimana di ajak nggak?" Tanya Claudya.
"Kenapa mesti ngajak dia?" Tanya Jihan.
"Ya nggak apa-apalah. Nanti aku coba bujuk deh." Ucap Claudya.
Jihan sadar jika niatan Claudya untuk mengajak ikut serta Rendy agar Jihan bisa bersama Rendy sementara Claudya bisa mendekati Mario.
"Kau mau makan bersama denganku?" Tanya Mario.
"Mau". Jawab Claudya dengan percaya dirinya.
"Ehm kenapa nggak bareng aja?" Ucap Claudya menahan rasa kecewanya. ia harusnya sadar diri jika Mario hanya menaruh rasa kepada Jihan bukan dirinya.
"Ehm maaf Clau kali ini aku mau berduaan sama Jihan. Kamu nggak papa kan?" Tanya Mario.
"Oh oke. Nggak papa kok. Lagian aku juga di ajak makan bareng sama departmen sebelah. Yaudah aku duluan ya bye." Ucap Claudya.
Jihan pun bisa melihat betapa kecewanya Mario mengacuhkannya.
__ADS_1
"Kenapa kamu setega itu Mario?" Tanya Jihan kepada Mario dengan wajah kesalnya.
"Maksud kamu apa?" Ucap Mario.
"Barusan kamu membuat Claudya malu. Apa kamu nggak ngeh atau pura-pura nggak tahu?" Tanya Jihan.
"Please lah Ji. Kali ini aku bener-bener mau berduaan sama kamu. Kamu belum menjawab perasaanku Ji. Please lah jangan gantung aku kaya gini terus-terusan." Ucap Mario.
"Dengan sikap kamu barusan aku rasa kamu sudah tahu jawabannya Mario." Ucap Jihan sembari bergegas pergi meninggalkan Mario untuk menyusul Claudya.
Buru-buru Mario berlari kecil dan menahan tangan Jihan.
"Ji please lah. Tolong jawab. Selama ini aku lelah menunggu jawaban dari mu." Ucap Mario.
"Aow Mario sakit. Lepasin tangan aku." Ucap Jihan.
"Nggak. Nggak akan aku lepasin sebelum kamu mau menjawab pertanyaan aku. Aku ulangi sekali lagi kamu mau kan nerima perasaan aku?" Ucap Mario dengan nada mengancam.
"Nggak Mario. Aku nggak cinta sama kamu. Ada Claudya yang punya rasa cinta ke kamu. Sedangkan aku sama sekali nggak cinta sama kamu." Ucap Jihan yang membuat hati Mario kesal.
"Kamu pikir aku peduli sama Claudya? Nggak sama sekali Jihan. Aku cuma cinta sama kamu nggak sama yang lain." Ucap Mario masih bersikeras.
__ADS_1
"Mario. Cinta itu nggak bisa di paksakan. Jadi tolong please hargai keputusanku." Ucap Jihan.
"Kalau kamu mau aku menghargai keputusanmu. Kau harus menghargai keputusanku. Dan keputusanku adalah mencintaimu." Ucap Mario