PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 99 "Kemarahan Yun Mei II"


__ADS_3

"Lihatlah juga wanita itu, kau menyelamatkan dia dan putranya lalu membawanya kemari!! Apa kau tidak lihat wajahnya yang kebingungan itu? Dia tidak tau harus pergi kemana!! Jika dia kembali dia masih terlalu takut!! Sedangkan dia memiliki seorang anak yang harus dia lindungi!! Dia membutuhkan seseorang yang dapat berdiri disampingnya dan melindunginya bersama putranya..


Lihat juga anak itu!! Usianya masih tujuh tahun tapi dia sudah menanggung beban hidup yang berat!! Dia bercerita padaku dia bahkan tidak mengenal ayahnya, kakeknya mati karena penyakit yang sama dengan ibunya!! Dia berkata dia menjual mansion ini karena tidak ingin ibunya meninggalkannya sendirian, dia berkata dia tidak memiliki siapapun lagi didunia ini selain ibunya.."


Yun Mei terus berteriak marah-marah sementara semua orang terdiam, Lao Hu, Wang Long, dan Zhao Yu bahkan hanya memejamkan matanya, menurut mereka apa yang dikatakan oleh Yun Mei itu adalah benar.


"Tidakkah kau melihat jika beban hidup anak itu lebih berat dari beban hidupmu sebelumnya? Kau dirawat oleh seorang kaisar meskipun orang-orang disekelilingnya memperlakukanmu dengan buruk. Tapi pada akhirnya kau bebas dari semua penderitaanmu karena ayahmu!! Karena orang-orang yang ada di belakangmu!! Sedangkan anak itu, siapa yang bisa dia andalkan? Dia hanya memiliki ibunya seorang, itu pun sakit-sakitan, anak usia tujuh tahun itu berjuang menghidupi dirinya dan ibunya yang sakit-sakitan!! Dia juga bercerita padaku, terkadang dia memberikan jatah makanannya pada ibunya, asalkan ibunya terawat dengan baik dan berharap agar sembuh secepatnya dia bahkan rela kelaparan...


Aku tahu kau sudah tau akan hal itu, makanya kau menyelamatkannya dan membawanya kemari, tapi kau tidak memberikan kepastian, apakah hanya sekedar menyelamatkan saja? Aku bertanya-tanya apakah sebenarnya kau ini pria sejati atau bukan!!.


Kau hanya terus tenggelam dalam kesedihanmu hanya karena wanita itu!! Sekali lagi aku katakan, Lihatlah Wu Sue dan Wu Min, lihatlah Fei Fei dan Yan Feng, Lihatlah Zhao Yu, dia bahkan memberikan kesetiaannya padamu mempercayakan segalanya padamu, dia bahkan berkata kemarahanmu adalah kemarahannya yang berarti kesedihanmu adalah kesedihannya juga, kau pernah berkata padaku jika kau menganggap Zhao Yu seperti adikmu sendiri. Lihatlah Lao Hu, dengan sangat senang dia selalu mengikutimu kemanapun, Lihatlah Wang Long, dia selalu berada di sisimu dan tidak pernah meninggalkanmu, dia sangat ingin terus melilit dilehermu..."


Mendengar kata-kata ini, dengan tidak sadar semua orang meneteskan air matanya, terlebih lagi Zhao Yu yang baru saja mengetahui fakta jika tuannya ternyata menganggapnya sebagai adiknya sendiri, itu membuatnya sangat terharu hingga air matanya mengalir deras, merasa sangat berterimakasih dalam hatinya, kini hatinya yang dingin juga perlahan terkikis.


Fei Fei dan putranya Yan Feng bahkan sampai berpelukan seraya meneteskan air matanya karena apa yang dikatakan Yun Mei itu semuanya sangatlah benar, terlebih lagi Fei Fei baru saja tau jika putranya sering kelaparan demi dirinya. Kemudian Yun Mei melanjutkan kembali kata-katanya.


"Lihatlah adik Li, dia sangat khawatir ketika mengetahui apa yang membuatmu sedih, aku melihat dari matanya dia benar-benar mencintaimu dengan tulus!! Dan Juga.... Dan Juga..." Yun Mei tidak tahan lagi kemudian meneteskan air matanya.


"Dan Juga lihatlah aku suamiku!! Hiks... Hiks... Hiks... Aku ini istri pertamamu, aku tidak pernah sekalipun membantah kata-katamu, tidakkah suamiku kamu memikirkan anak yang ada dikandunganku? Hiks... Hiks... Hiks... Lihatlah wajah-wajah kami semua suamiku!! Tidakkah suamiku kamu melihat kekhawatiran kami semua? Hiks... Hiks... Hiks..."


Merasa tercerahkan, kemudian Tang Lian tersadar kemudian juga menangis.

__ADS_1


"I-istriku..."


"Tiga hari kamu tidak makan dan minum bagaimana kami semua tidak khawatir padamu? Katakan bagaimana hah!?.." Sebelum Tang Lian sempat mengatakan sesuatu, Yun Mei tiba-tiba berteriak lagi.


Melihat itu, Zhao Yu menjadi khawatir dengan kandungan nyonya mudanya kemudian berkata, "Nyonya, mohon tenangkan diri, ini tidak baik untuk tuan mudaku nantinya.."


"Diam kau!! Siapa yang mengizinkanmu bicara hah!?." Yun Mei malah kembali berteriak marah.


Mendengar itu Zhao Yu kemudian terdiam dan menundukkan kepalanya ketanah. Disisi Jia Li, dia mendengar Yun Mei yang marah-marah kemudian dengan tergesa-gesa berlari kearah tempat Yun Mei karena dia tau Yun Mei sedang hamil.


"Kakak Mei, sudahlah! kamu sedang hamil, aku mohon demi aku kendalikan dirimu!." Jia Li berkata dan langsung memeluk Yun Mei. Pelukan Jia Li yang hangat itu membuat Yun Mei tidak bisa marah padanya.


"Mei'er, Li'er, maafkan aku....maafkan aku!!." Tang Lian meminta maaf seraya memeluk kedua istrinya itu.


"Jangan hanya karena wanita itu kamu melupakan apa yang telah kamu miliki suamiku... hiks... hiks... hiks..." Yun Mei berkata dengan kembali lembut seperti dirinya yang sebelumnya dan membalas pelukan hangat Tang Lian.


"Baik istriku, baik, aku mendengarkanmu... Aku akan melupakan Long Xia Shi mulai sekarang, aku berjanji.." Seraya air mata terus menetes Tang Lian berkata dan memeluk erat kedua istrinya.


Mendengar perkataan suaminya itu, Yun Mei kemudian menggelengkan kepalanya kemudian menghapus air matanya lalu berkata, "Tidak suamiku, tidak, kamu tidak akan pernah melupakannya, wanita itu hanya bisa dimiliki olehmu.."


Setelah berkata demikian, Yun Mei melepaskan pelukannya kemudian berkata lagi, "Pernikahan akan dilakukan dua bulan lagi, kita masih memiliki waktu jika kita berangkat sekarang, karena perjalanan kembali ke istana kekaisaran membutuhkan waktu satu bulan lebih."

__ADS_1


Mendengar perkataan Yun Mei membuat Tang Lian membelalakkan matanya dengan terkejut.


"Istriku ini...."


"Tidak usah mengatakan apapun lagi suamiku, kali ini kita kembali untuk menjemputnya, entah dia akan ikut denganmu atau tidak itu masalah belakangan, setidaknya kamu bisa melihatnya untuk terakhir kalinya."


"Terima kasih Mei'er, terima kasih!!." Tang Lian berkata dan kembali memeluk Yun Mei.


Setelah itu Tang Lian kemudian menatap Jia Li, kemudian berlutut dihadapannya, namun tidak bersujud.


"Li'er, maafkan aku yang telah bersikap kasar padamu. Sebagai permintaan maafku kamu bebas melakukan apapun padaku.." Tang Lian berkata dengan sungguh-sungguh.


Melihat itu tentunya Jia Li tidak tega, karena itu adalah suaminya yang dia cintai sepenuhnya, mana mungkin dia sanggup menghukumnya. Oleh karena itu Jia Li membawa Tang Lian berdiri kemudian memeluknya dengan sangat erat.


"Baik, maka aku akan menghukummu, suamiku... Setiap malam dalam satu minggu ini kamu harus bermain denganku.." Jia Li berbisik ditelinga Tang Lian.


Mendengar itu Tang Lian merasa sangat senang, kemudian dia juga berbisik ditelinga Jia Li, "Baik, aku harap kamu punya kemampuan untuk menerima permintaan maafku.."


BERSAMBUNG


Kasih like, komen, dan votenya dong kak, bang, om, Tante, atau apalah itu😣😣😣

__ADS_1


__ADS_2