
Keesokan paginya Tang Lian akhirnya terbangun dan melihat istrinya masih terlelap tidur dipelukannya, kemudian karena melihat istrinya yang sedang tidur Tang Lian menjadi ingat kejadian Tadi malam yang dimana istrinya hampir mati.
"Aku harus mempelajari semua jurus bela diri yang telah diberikan ayah mertua dan menambah lagi pengalaman bertarungku!!!" Tang Lian bergumam dan bertekad dengan kuat, karena dia tidak ingin kejadian tadi malam terjadi lagi.
Kemudian Tang Lian duduk bersila ditempat tidur batu itu dan masuk kedalam jiwanya untuk mempelajari jurus-jurus yang diberikan oleh Yun Zhang sebelumnya.
Sejujurnya walaupun Yun Zhang telah memberikan banyak tehnik bela diri kepada Tang Lian tetapi Tang Lian masih harus mempelajarinya dengan baik, yang diberikan oleh Yun Zhang hanyalah nama dan gerakan-gerakan bela diri itu, maka dari itu Tang Lian sendiri harus mempelajarinya sendiri.
Setelah itu dua tahun lagi telah berlalu dan Tang Lian terus tenggelam dalam mempelajari banyak jurus, alkemis, dan formasi. Tang Lian terus duduk bersila di kasur batu itu sambil memejamkan mata selama dua tahun lamanya tanpa istirahat, makan dan minum.
Karena Tang Lian terus seperti itu kemudian membuat Yun Mei dan para bawahannya menjadi khawatir, sudah tidak terhitung jumlahnya Yun Mei terus meletakkan makanan didepan Tang Lian dan berharap dia akan bangun, namun pada akhirnya makanan itu terbuang juga karena Tang Lian tidak kunjung bangun juga.
"Suamiku, cepatlah selesaikan pelatihanmu, kamu tahu aku kesepian.." Yun Mei bergumam dan meletakkan lagi makanan didepan Tang Lian.
Setelah itu Yun Mei berjalan keluar dengan perlahan dengan wajah sedih dan khawatir. Orang yang berlatih seperti itu tidaklah bisa diganggu atau akan membuatnya dalam bahaya dan bahkan bisa mengancam nyawa.
Sejujurnya Yun Mei bukan hanya sedih, kesepian dan khawatir, namun juga merasa kesal karena sudah dua tahun juga dia tidak disentuh oleh Tang Lian karena Tang Lian sedang berlatih, secara naluriah Yun Mei sebagai seorang istri tentu merindukan belaian dari seorang suami seperti Tang Lian.
Kemudian para bawahan Tang Lian yang melihat Yun Mei berjalan keluar dengan wajah sedih tentunya mereka sudah paham bahwa Tang Lian belum juga menyudahi latihannya kemudian membuat para bawahannya ikut sedih juga.
"Nyonya muda mohon bersabar, tuan sebentar lagi mungkin akan selesai.." Lao Hu berkata untuk menenangkan Yun Mei.
"Emm.." Yun Mei hanya menjawab singkat kemudian duduk dibawah sebuah pohon yang rimbun sambil terbengong.
Lao Hu yang melihat nyonya mudanya sepertinya tidak terhibur sama sekali kemudian memutar otaknya mencari cara untuk menghiburnya. Kemudian Lao Hu membisikkan sesuatu kepada Wang Long dan Wang Long langsung saja menyetujui usulan yang dibisikkan oleh Lao Hu.
__ADS_1
Kemudian setelah itu Lao Hu dan Wang Long melakukan berbagai gerakan yang menurut mereka lucu seperti meniru gerakan-gerakan hewan sirkus. Namun setelah mereka melakukan itu Yun Mei tidak juga terhibur, sehingga mereka tidak tahu harus melakukan apalagi, sekarang mereka hanya bisa berharap agar tuannya segera menyelesaikan pelatihanya.
Setelah itu satu tahun lagi berlalu namun Tang Lian belum juga menyelesaikan latihannya, tubuhnya sekarang sudah kurus kerempeng dan wajahnya juga sudah berubah menjadi jelek karena kurus.
Sedangkan Yun Mei sekarang menjadi sangat kesal, karena sudah tiga tahun Tang Lian belum juga menyudahi latihannya. Perasaan rindu, khawatir, dan kesal menjadi satu dan diaduk didalam hati Yun Mei. Dan karena sudah tidak tahan lagi akhirnya Yun Mei mulai memukuli dinding goa untuk melampiaskan semuanya.
Sedangkan para bawahan Tang Lian tidak dapat melakukan apapun untuk menenangkan nyonya muda mereka, karena terkadang mereka juga terkena imbasnya seperti berteriak marah-marah tidak jelas, padahal biasanya kesalahan kecil saja Yun Mei tidak pernah marah, namun sekarang jika mereka bicara maka mereka akan kena marah dengan tidak jelas. Oleh karena itu para bawahan Tang Lian tidak pernah berhenti untuk berharap jika tuan mereka akan segera bangun.
"Suami bajingan, suami bodoh, suami tidak sayang istri, suami tidak berperasaan...!!!" Yun Mei bergumam dan terus memukul-mukul dinding goa dengan kesal dan mencela Tang Lian.
Para bawahan Tang Lian hanya bisa menggelengkan kepalanya tidak berdaya. Setelah itu enam bulan lagi berlalu kemudian barulah Tang Lian membuka matanya dan menyudahi Latihannya. Dan ketika Tang Lian membuka matanya dia melihat Yun Mei sedang mengamuk memukuli sebuah patung yang terbuat dari batu dan patung itu mirip seperti Tang Lian.
"Suami bodoh aku membencimu, suami tidak sayang istri aku membencimu, suami bajingan aku membencimu!!!" Yun Mei bergumam sambil terus memukuli patung itu karena kesal.
"Mei'er..." Tang Lian memanggil dengan lemah lembut. Alasan sebenarnya Tang Lian memanggil seperti orang tidak bertenaga adalah karena sangat lapar.
Sedangkan Yun Mei yang mendengar panggilan suaminya yang sudah bangun seketika menghentikan aksinya yang memukuli patung Tang Lian itu dan melihat kebelakang kemudian menatap Tang Lian yang kurus krempeng hampir tinggal tulang.
"Suamiku!!!" Yun Mei berkata kemudian berlari kearah Tang Lian dan memeluknya dengan erat dan menangis pelan.
Di antara kesal dan rindu yang mendalam Yun Mei tidak dapat menahan rasa rindunya, kemudian meluapkan semua rasa rindunya didalam pelukan yang sangat erat. Dan karena Yun Mei memeluk Tang Lian terlalu erat membuatnya kesakitan.
"Me... Mei'er, kamu memelukku terlalu erat..." Tang Lian berkata demikian karena kesakitan.
"Hmph...Ini salahmu!!!" Yun Mei berkata dengan marah setelah dia puas memeluk Tang Lian dan melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Maafkan aku karena telah membuat kamu hawatir Mei'er..." Tang Lian dengan tulus meminta maaf walaupun dia sedang tidak fokus karena kelaparan.
Namun Yun Mei tidak menjawab dan hanya memalingkan wajahnya dan membelakangi Tang Lian sambil menggembungkan pipinya seperti sedang merajuk.
Karena Tang Lian semakin tidak fokus karena kelaparan kemudian meminta makanan tanpa memperhatikan raut wajah Yun Mei sekarang.
"Mei'er bolehkah aku meminta makanan?" Tang Lian berkata dengan nada memohon.
"Makan saja itu makanan busuk, kamu tau sudah berapa banyak makanan yang terbuang sia-sia karenamu" Yun Mei seakan tidak peduli kemudian menyuruh Tang Lian memakan makanan busuk itu.
"Sepertinya istriku benar-benar marah kali ini, yasudah lah ini juga salahku karena melakukan sesuatu tanpa pikir panjang dan membuatnya khawatir.." Tang Lian membatin dan merasa ini benar-benar salahnya.
"Baiklah, aku akan memakannya..." Tang Lian berkata dan mengambil piring yang terbuat dari kayu dan berisikan makanan busuk dan berniat memakannya.
Yun Mei yang melihat itu akhirnya membalikkan badannya dan menghadap ke Tang Lian dan memperhatikan apakah Tang Lian akan benar-benar memakannya, kemudian pada saat makanan itu hampir memasuki mulut Tang Lain, Yun Mei tiba-tiba membuang makanan itu dengan kasar beserta semua piringnya. Bagaimana pun juga Yun Mei tentu tidak tega melihat suaminya memakan makanan busuk.
"Mengapa kamu memakannya!!?" Yun Mei tiba-tiba berteriak marah dan membuang makanan busuk yang ada ditangan Tang Lian.
***BERSAMBUNG***
Halo para pembaca yang Budiman, terimakasih telah mampir di novel ini jangan lupa klik tombol like dan terus dukung author juga dengan kasi vote novel author terima kasih.....
tunggu ada yang bilang hadiah? Author mau dong 😁
**********SAMPAI JUMPA***************
__ADS_1