PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 234 "Apa Yang Sebenarnya Terjadi?"


__ADS_3

"Hahaha.... Tenang saja, aku tidak akan menggunakan nama bajingan tua itu agar kamu nurut padaku!" Balas Tang Lian dan tertawa karena Ming Jiao akhirnya dapat mengetahui siapa dia sebenarnya.


Dalam benak Ming Jiao langsung yakin jika Tang Lian adalah putra gurunya. Namun dia heran dengan Tang Lian yang menyebut ayahnya bajingan tua. Apakah anak gurunya ini sedang bertengkar dengan ayahnya atau bagaimana?


Sebenarnya Ming Jiao akan mengamuk jika ada yang menghina gurunya, namun yang dihadapannya saat ini adalah anak gurunya sendiri. Jadi dia bisa apa? Jika saja tadi itu adalah orang lain, sudah pasti Ming Jiao menyiksanya sampai mati.


"Jika begitu tak perlu banyak basa-basi lagi, keluarkan pedangmu dan kita akan bertarung!" Ujar Ming Jiao dan mencabut tombaknya yang tertancap disampingnya dan memainkannya beberapa kali.


Melihat Ming Jiao telah siap dalam keadaan siap bertarung, Tang Lian pun akhirnya mengeluarkan sebuah tombak dari cincinnya. Itu adalah tombak yang pernah diberikan oleh Shie Long sebelum nya.


Sementara dalam benaknya Tang Lian, sebenarnya bertanya-tanya tentang diranah apa sebenarnya Ming Jiao berada? Pasalnya ia tidak bisa melihat tingkat kultivasinya. Tang Lian curiga, mungkinkah Ming Jiao berada dalam puncak saint?


Jika itu benar, maka presentasi kemenangannya hampir tidak ada! Itu menandakan jika sebenarnya Tang Lian telah melakukan hal yang konyol. Karena ia tidak akan pernah bisa mengalahkan Ming Jiao. Namun sebagai orang yang pernah berada dalam ranah puncak saint, Tang Lian ingin tahu, selemah apa dan sejauh apa tingkat kultivasinya saat ini dengan ranah saint berbeda.


Lagipula, ia ingin melakukan apa yang tidak akan pernah orang lakukan, yaitu menantang orang yang kultivasinya diluar nalar.


Shie Long tentu saja ingin menghentikan pertarungan yang sudah jelas siapa yang akan menjadi pemenangnya ini. Ia ingin mengusulkan cara lain. Namun sebelum ia sempat bicara, Tang Lian sudah lebih dulu berbicara,


"Shie Long, tolong menjauh dan jangan ganggu pertarunganku apapun yang terjadi, meskipun nyawaku akan melayang kali ini!" Ujarnya dengan sangat serius!


Sungguh keberanian yang sangat besar dan diluar pemikiran semua orang! Bahkan apa yang diucapkan Tang Lian barusan sukses membuat mata Shie Long membulat sempurna.


"Hahahaha! Aku tidak tahu dari mana keberanianmu itu berasal anak muda! Kamu harus tahu, meskipun keberanianmu melebihi keberanian para dewa, tapi jika kamu lebih lemah dariku maka kamu akan tetap kalah!" Ejek Ming Jiao.


Tapi Tang Lian tidak menggubris ejekan itu, justru ia dengan yakinnya mengangkat tombaknya dengan kirinya dan berkata pelan, "Aku akan maju!"


"Swosh!"


Tang Lian tiba-tiba bergerak cepat kedepan dan menyerang Ming Jiao dengan serius dan kekuatan penuh. Bagi orang-orang yang kultivasinya setara atau satu tingkat diatas Tang Lian, pergerakan Tang Lian memang sangat cepat. Namun bagi Ming Jiao, itu tidak lebih lambat dari siput.

__ADS_1


"Hahahaha! Aku suka gayamu yang tidak basa-basi itu!" Tawa Ming Jiao dan menahan tombak Tang Lian dengan santai menggunakan tombaknya.


"Trang!!"


Percikan api dan suara yang memekakkan telinga, menggema di kedalaman jurang itu.


Tang Lian pun berjongkok dan menyerang kaki Ming Jiao dengan kakinya, namun Ming Jiao melompat sedikit keatas dan berhasil menghindari serangan Tang Lian.


Tidak berhenti disana, Tang Lian kemudian mengayunkan lagi tombaknya dari samping dan hendak menebas dada Ming Jiao. Namun lagi-lagi Ming Jiao menahan serangannya dengan mudah.


Dentingan suara pertarungan terus menerus menggema di dalam jurang gelap itu. Sehingga jika dilihat dari atas yang terlihat hanyalah percikan api yang mirip seperti kilatan petir.


Ming Jiao sebenarnya merasa aneh, kenapa putra gurunya sangat lemah? Bahkan tidak bisa membuat Ming Jiao menggunakan setidaknya tiga puluh persen kekuatannya?


Sejauh ini, Ming Jiao dapat menahan semua serangan Tang Lian dengan sangat mudah. Itu membuatnya ragu, apakah Tang Lian benar-benar anak dari gurunya?


Setelah beberapa saat lagi berlalu, akhirnya Ming Jiao menyadari jika Tang Lian ternyata hanya memiliki lengan kiri. Dalam benaknya Ming Jiao bertanya-tanya mungkinkah anak gurunya ini terlahir cacat sehingga ia sangat lemah seperti ini. Dan mungkinkah karena itu gurunya dan anak gurunya itu bertengkar hingga saling membenci?


Namun jika dipikirkan kembali, Ming Jiao rasa tidak mungkin gurunya seperti itu. Karena ia sangat kenal gurunya yang selalu mencari sampah diantara tumpukan sampah dan diubah menjadi sebuah berlian yang berkilau.


"Bisakah kita berhenti saja? Kamu tidak akan pernah bisa mengalahkan ku." Ujar Ming Jiao di sela-sela pertarungannya.


Ia rasa tidak ada gunanya meneruskan pertarungan ini, karena mau bagaimana pun Tang Lian tidak akan pernah bisa mengalahkannya. Sedari tadi juga Ming Jiao hanya bertahan dan menghindar, karena ia takut jika Tang Lian bisa mati seketika jika ia membalas serangannya.


"Kenapa? Apakah kamu mengasihaniku karena aku cacat? Ataukah kamu ingin berhenti karena aku adalah anak dari gurumu begitu!?" Tanya Tang Lian kembali dengan nada suara yang tidak senang, karena jelas perkataan Ming Jiao barusan sangat meremehkan nya.


"Bukan begitu, aku hanya--"


Belum sempat Ming Jiao selesai berkata, Tang Lian kembali menyerangnya dengan kecepatan penuhnya dan sekuat ia bisa.

__ADS_1


"Jika begitu teruslah bertarung! Tidak ada kata berhenti sebelum salah satu diantara kita mati atau kalah!"


DEG!!


Ming Jiao sangat terkejut karena Tang Lian benar-benar berniat bertarung sampai mati. Dia tidak habis pikir dengan apa yang Tang Lian ucapkan.


"Jangan bertindak bodoh anak muda! Aku bisa membunuh kapanpun aku mau! Tapi aku takut guruku akan mengamuk padaku karena membunuh putranya!" Ujar Ming Jiao seraya terus menghindari serangan Tang Lian dan dengan sedikit berteriak pada Tang Lian karena ia kesal. Ia bertanya-tanya, apakah sebenarnya anak ini sudah gila atau bagaimana?


"Maka lakukanlah jika kamu bisa membunuhku! Kamu tidak perlu mengkhawatirkan bajingan tua itu karena kami sudah tidak memiliki hubungan apapun! Jika pun aku mati, ia tidak akan pernah mengetahuinya!" Ucap Tang Lian seraya terus melancarkan serangannya tanpa henti.


Lagi-lagi, Ming Jiao dikejutkan oleh kata-kata Tang Lian. Ia bertanya-tanya apakah itu memang benar? Dan apa yang sebenarnya terjadi antara anak gurunya ini dan gurunya? Kenapa anak gurunya ini terlihat sangat membenci gurunya?


"Jangan bercanda kamu!" Teriak Ming Jiao tidak percaya. Ming Jiao yang tidak fokus lagi dengan jalannya pertarungan, akhirnya sukses membuat tendangan Tang Lian mendarat diwajahnya.


Ming Jiao pun terdorong mundur tiga langkah kebelakang.


"Lihatlah, apakah aku terlihat bercanda!? Ayo balas seranganku, atau kamu akan mati ditanganku! Jangan seperti banci yang hanya tau menghindar!" Ujar Tang Lian memprovokasi.


...****************...


Halo teman-teman semuanya, mohon maaf sebesar-besarnya karena sudah ada dua bulan author tidak update. Itu dikarenakan Author tidak punya HP lagi.


HP Author terpaksa author jual untuk biaya makan sebelumnya. dan bahkan sampai sekarang author masih belum bisa belik HP lagi karena penghasilan Author satu harinya hanya tiga puluh ribu perhari, buat makan aja masih kurang.


Ini aja saya tinggal numpang Dirumah abang angkat. Abang angkatku kebetulan baru pulang dari kalimantan, jadi bisa pinjam HP nya. itu pun katanya hanya dua minggu Dirumah habis itu terbang lagi ke batam.


Author pun bingung sekarang, kadang aja makan kadang enggak. Taulah hidup ditanah rantau susahnya gimana. Ini pun mungkin hanya dua minggu author bisa update, karena sehabis abg angkat author pigi lagi Udah pasti author ga bisa update lagi.


Sekali lagi maafkan author ya, tapi tolong jangan hina author. Author cerita kemari karena Gak punya tempat cerita, sumpah demi allah, kadang author mau nangis. Saudara kandung ga punya, orang tua Udah pulang menghadap Allah, dan author juga anak tunggal.

__ADS_1


Dan permintaan author kali ini, buat semua pembaca yang baik, mohon doakan author ya... Dan sekali lagi jangan hina author... terima kasih.


__ADS_2