
"Tidak akan kubiarkan!!." Tang Lian berteriak seraya melesat dengan cepat dan memukul perut patriak dengan keras.
"Baaammmm....!"
Pukulan Tang Lian yang kuat itu membuat patriak terbungkuk dan terbang kebelakang seraya mata melebar dan mulut memuntahkan seteguk darah.
"Patriak!!!."
Keenam tetua yang tersisa beteriak dengan penuh kekhawatiran.
Tidak berhenti sampai disitu, Tang Lian kemudian melesat lagi dengan cepat menyusul patriak lalu menangkap lehernya dan mencengkramnya sampai-sampai patriak itu kesulitan untuk bernafas.
"Bocah bajingan!! Kau cari mati!!." Salah satu tetua berkata dengan marah kemudian bersama dengan tetua lainnya mereka melesat kearah Tang Lian dan menyerangnya untuk membebaskan patriak mereka, namun...
"Kalian mau kemana? Lawan kalian adalah kami!!." Zhao Yu berkata seraya menghadang keenam tetua itu dan diikuti oleh Lao Hu dan Wang Long dikiri dan kanannya.
"Bocah bau! Jangan menghalangi kami!!." Salah satu tetua berkata dan terus melesat seraya mengarahkan pedangnya kearah Zhao Yu.
"Tetua ketujuh! Jangan gegabah!!." Tetua lainnya berkata namun sudah terlambat.
"Trank...!"
Zhao Yu menyambut serangan itu dengan tombaknya.
."Kalian juga tidak boleh diam!!!." Wang Long dan Lao Hu tiba-tiba menyerang kelima tetua yang terdiam. Kemudian pertarungan yang tidak seimbang terjadi disana yang dimana enam orang melawan tiga orang, dan terlihat keenam orang itu terpojok seiring pertarungan terus berlanjut.
Disisi Tang Lian yang sedang mencengkram leher patriak kemudian terkekeh dan berkata, "Hehehe... Sebelum aku membunuhmu persis seperti aku membunuh putramu tanpa sisa, aku akan membiarkanmu melihat bagaimana seluruh klan-mu rata dengan tanah..."
Seperti tersambar petir, patriak klan Liao itu kemudian wajahnya berubah menjadi sangat merah karena dia tidak bisa menahan lagi emosinya karena pembunuh putranya yang dia cari-cari rupanya ada didepan matanya dan sedang mengacak-acak klannya.
"Jangan menatapku seperti itu patriak, tatapanmu itu membuatku merinding..." Tang Lian menghina.
Disisi patriak itu, dia ingin sekali mencincang tubuh Tang Lian dan menjadikannya makanan anjing, namun itu mustahil dan dia hanya bisa menatap Tang Lian dengan tatapan membunuh.
"Ka-kau... Kapan aku pernah menyinggung keluarga Wu kalian!?."
__ADS_1
Patriak itu berpikir Tang Lian dan yang lainnya adalah berasal dari klan Wu, dan karena itu juga patriak itu menyetujui pertukaran tahanan sebelumnya. Klan Wu adalah klan terkuat nomor satu di kota benteng besi ini.
"Kau sungguh berpikir jika aku berasal dari klan Wu? Hahahaha..." Tang Lian tertawa keras.
"Me-memangnya aku salah?."
"Tentu saja aku tidak berasal dari klan Wu, aku bahkan tidak tahu klan kecil seperti apa mereka..."
Perkataan Tang Lian membuat patriak klan Liao itu berpikir, jika klan sebesar klan Wu saja tidak dipandang oleh pemuda yang dihadapannya itu, apalagi klan mereka yang merupakan klan terkuat nomor dua dikota benteng besi ini.
"La-lalu untuk apa semua ini kau lakukan?." Patriak klan Liao bertanya dengan bingung.
"Agar kau tidak mati dengan penasaran, maka aku akan memberitahukannya..." Tang Lian berkata seraya masih mencengkram leher patriak itu.
"....."
Patriak itu terdiam dan menunggu Tang Lian berbicara.
"Kau tahu? Ketika aku baru saja sampai dikota ini tiba-tiba saja putramu yang sampah masyarakat itu menyerangku, lalu apa aku harus diam dan menunggu dia membunuhku?."
"Ah... Wu Sue ya... Hmmm.... Mungkin dia calon istriku yang ketiga hehehe.." Tang Lian terkekeh.
Mendengar perkataan Tang Lian membuat patriak itu tersenyum dengan memaksa dan berkata, "Hahaha, Wu Sue bisa ku akui dia adalah kecantikan nomor satu di kota ini tapi putraku sudah muak untuk menikmati tubuhnya dan kau hanya menerima barang bekas hahaha..." Patriak itu berkata dengan penuh kemenangan.
"Heheh... Memangnya kenapa? Aku bahkan bisa mengembalikan keperawanannya jika aku mau.." Tang Lian tidak terprovokasi sama sekali dan justru mengatakan sesuatu yang mengejutkan bagi patriak itu.
"A-apa? Tehnik untuk mengembalikan keperawanan seorang wanita adalah tehnik tingkat tinggi yang sangat langka, dan meskipun itu tidak bisa digunakan untuk pertempuran tetapi tehnik itu adalah tehnik yang diidamkan banyak orang.... Se-sebenarnya siapa kau?." Patriak itu semakin penasaran dengan identitas Tang Lian.
"Namaku tidak sembarangan orang yang tahu.." Tang Lian hanya mengatakan itu dengan singkat lalu menatap kearah ketiga bawahannya yang sedang bertarung dan mempermainkan keenam tetua yang tersisa.
"Kalian bertiga apa belum puas bermain-mainnya? Aku sudah bosan disini..." Tang Lian berkata pada ketiga bawahannya.
"Baik tuan..." Mendengar perkataan Tang Lian, ketiga bawahannya itu menjawab secara serempak kemudian menyerang dengan serius.
"Tuan kami sudah bosan disini, jadi kita tidak punya waktu untuk terus bermain..."
__ADS_1
Wang Long berkata seraya mengumpulkan energi yang besar dicakar kanannya kemudian melepaskannya dan membunuh dua orang tetua tanpa tubuh yang utuh.
"Haaaahh....Tuan terlalu cepat bosan..." Wang Long berkata seraya menyemburkan api dari mulutnya dan membakar kedua tetua dihadapannya menjadi abu.
"Keinginan tuan adalah perintah bagiku..." Zhao Yu berkata dengan dingin kemudian melemparkan tombaknya keatas langit, dan ketika tombak itu jatuh tiba-tiba tombak itu membelah diri menjadi dua dan melesat kearah kedua tetua yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena energi mereka juga telah terkuras dan pada akhirnya kedua tetua itu mati dengan tombak yang tertancap dari atas kepalanya hingga ketanah.
Setelah selesai membunuh keenam tetua itu kemudian ketiga bawahan Tang Lian mendekat kearahnya dan berkata, "Kami sudah selesai tuan."
"Bagus, Wang Long kamu bisa terbang kan?."
"Saya bisa tuan.." Wang Long menjawab
"Kalau begitu bawa kami terbang, kali ini aku ingin beristirahat dipunggungmu.."
"Baik tuan.."
Setelah itu Tang Lian dan yang lainnya kemudian naik keatas punggung Wang Long dan terbang diatas kediaman klan Liao.
Diposisi Tang Lian, dia masih mencengkram leher patriak itu ditangannya dan membawanya terbang. Setelah itu kemudian Wang Long berhenti diatas kediaman itu atas permintaan Tang Lian.
"Aku sudah katakan sebelumnya agar kau melihat klanmu rata dengan tanah, dan sekarang sudah saatnya untuk memperlihatkannya..." Tang Lian berkata kepada patriak yang dia cengkram lalu menggumamkan sebuah tehnik pedang.
"Tehnik pedang pembantai..."
Sama seperti sebelumnya, tehnik ini memunculkan lima puluh bayangan pedang berwarna merah diatas langit dan bayangan pedang itu sangat besar, kemudian Tang Lian menjatuhkannya secara bersamaan dengan tubuh patriak klan Liao.
"Sekarang kau bisa mati dan menyusul putramu dineraka..." Tang Lian berkata dan melepaskan tubuh patriak itu kebawah, lalu kemudian kelima puluh bayangan pedang itu juga jatuh secara bersamaan menyusul patriak.
Disisi patriak itu kini hanya bisa menyesali perbuatannya yang semena-mena dikota benteng besi ini dan menatap kelima puluh pedang yang jatuh menyusulnya.
"Segala tindakan yang dilakukan itu memiliki timbal baliknya... Aku ingat ayahku dulu pernah mengatakan itu, dulu memang aku tidak percaya, namun sekarang aku percaya, ayah... aku akan menyusulmu dan ketika kita berjumpa lagi apakah kamu akan memaafkan ku?." Patriak itu bergumam kemudian...
"BOM... BOM.... BOM... BOM... BOM...!".
Kediama Klan Liao sekarang rata dengan tanah, tidak lebih tepatnya itu menjadi sebuah kawah raksasa.
__ADS_1
***BERSAMBUNG***