PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 94 "Hukuman Jia Li"


__ADS_3

"Suami mesum lepaskan aku!!." Teriak Jia Li diatas pundak Tang Lian seraya memberontak.


"Tidak...." Jawab Tang Lian singkat dan terus membawanya kekamarnya.


Setelah sampai di kamarnya, Tang Lian kemudian melemparkan Jia Li keatas tempat tidur.


"Kyaa!!.." Jia Li berseru kaget ketika Tang Lian melemparkannya keatas tempat tidur.


"Kamu.... Mmmppphhh~"


Tang Lian tidak memberikan waktu pada Jia Li untuk berbicara dan langsung menutup bibirnya dengan ciuman yang ganas dan panjang. Seraya berciuman, tangan Tang Lian juga mulai berkeliaran nakal, mulai dari dua bukit kembar yang besar hingga ke lembah surga Jia Li.


"Mmmphhh... A-apa kamu belum puas setelah melakukannya dengan janda itu?." Seraya bertanya tubuh Jia Li juga sudah mulai memanas.


"Tidak, aku tidak akan pernah puas..." Tang Lian menjawab kemudian memasukkan dua jarinya kedalam lembah surga milik Jia Li.


"Aaahhhh~" Jia Li menggigil dan melengkungkan tubuhnya ketika dia merasakan jari-jari Tang Lian menembus lembah surganya.


"Lihat!! Ini baru permulaan saja, tapi kamu sudah keluar Li'er!!." Tang Lian berkata seraya menunjukkan kedua jarinya yang dibasahi oleh jus cinta kepada Jia Li.


"C-dasar cabul..!" Jia Li berkata dengan pipi yang merah merona.


"Terserah kamu mau berkata apa Li'er, yang pasti malam ini akan terasa sangat panjang bagimu, hehehe..." Tang Lian berkata seraya menjilat bibirnya.


Mendengar perkataan Tang Lian membuat Jia Li merasakan bulu kuduknya merinding. Ini memang bukan pertama kalinya dia melakukan ini dengan Tang Lian, namun karena tongkat kera sakti milik suaminya itu terbilang sangat besar terlebih lagi Jia Li mengingat bagaimana malam pertamanya dia dibuat kenikmatan hingga dia pingsan.


Mengingat itu membuat Jia Li semakin memanas tubuhnya, dan juga memalingkan wajahnya kesamping karena merasa sangat malu, meskipun demikian lembah surganya telah dibanjiri dengan jus cintanya sendiri.


Disisi Tang Lian, sekarang dia telah telanjang bulat dan menatap tubuh Jia Li yang masih ditutupi oleh pakaiannya yang terlihat sangat seksi. Melihat itu, kemudian Tang Lian menyingkap pakaian bawah Jia Li dan menggeser ****** ******** sedikit lalu memposisikan tongkat kera sakti miliknya dihadapan lembah surga milik Jia Li.


"Hukumanmu telah dimulai!." Tang Lian berkata kemudian mendorong tongkat kera sakti miliknya kedepan dengan perlahan memasuki Lembah surga milik Jia Li.


"Aaahhh~" Jia Li mendelik kenikmatan serta perasaan kenyang dan penuh memenuhi lembah surganya.


"Ssshhhh.... Sangat ketat!!." Tang Lian juga m.e.n.d.e.s.a.h kenikmatan.

__ADS_1


"Aku akan bergerak.." Tang Lian berkata kemudian mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur dengan perlahan namun semakin lama semakin cepat.


Disisi Jia Li dia hanya diam saja seraya menikmati tongkat kera sakti milik suaminya itu keluar masuk dengan teratur didalam lembah surganya. Perasaan tongkat kera sakti suaminya yang bergesekan dengan lembah surganya membuat Jia Li mengerang kenikmatan.


Disisi Tang Lian yang terus memaju mundurkan pinggulnya, dia merasakan setiap kali dia memajukan pinggulnya maka lembah surga Jia Li akan menjepit tongkat kera saktinya dengan kuat dan semakin ketat, entah itu disengaja atau tidak, perasaan yang diberikan itu sangat luar biasa dirasakan oleh Tang Lian hingga dia memaju mundurkan pinggulnya seraya menggigit bibirnya.


"Ssshhhh..... Aaaahhhh.... Li'er, ini semakin lama semakin ketat!!." Tang Lian berkata seraya mengerang kenikmatan.


"Aaahhh... Mmmpphhh.... Aaahhh... Sedikit lebih pelan tolong!." Jia Li berkata seraya terombang-ambing seperti diterjang oleh badai ditengah laut.


"Baiklah!!." Tang Lian berkata baik, namun justru dia semakin mempercepat gerakan pinggulnya.


"!!!!!!"


Jia Li terkejut dengan kecepatan yang tiba-tiba ini kemudian mengalungkan tangannya dileher Tang Lian dan kakinya melingkar di pinggang Tang Lian dan menekannya agar tidak berhenti.


Setelah tiga puluh menit terus dalan posisi itu, kemudian Jia Li merasakan sesuatu akan datang, tepatnya perasaan itu seperti ingin kencing. Begitu juga dengan Tang Lian yang merasakan sesuatu yang juga telah menumpuk didalam perutnya.


Merasakan itu kemudian Tang Lian mempercepat gerakannya dan membuat Jia Li juga memeluk Tang Lian dengan erat seolah-olah dia ingin menyatu, kemudian detik berikutnya....


"Desss!!!."


"Huff.... Hufff.. Huff..." Jia Li terengah-engah dengan senyuman yang lebar dan mata terpejam menikmati sisa-sisa puncaknya.


Melihat itu, Tang Lian tidak membiarkan Jia Li menikmati sepenuhnya sisa-sisa puncaknya kemudian merobek seluruh pakaian Jia Li hingga saat ini benar-benar tanpa busana.


"Hukumanmu masih belum berakhir!!."


Tang Lian berkata kemudian menggerakkan lagi pinggulnya lebih ganas lagi dari sebelumnya. Lembah surga Jia Li yang sangat basah karena jus cinta sangat licin hingga memudahkan Tang Lian bergerak dengan leluasa dan menciptakan suara slurping yang cabul memenuhi kamar itu.


"Plak... Plak... Plak... "


Suara benturan pinggul Tang Lian yang terus bergerak menampar pantat indah seksi, mulus dan putih milik Jia Li. Perasaan dinding lembah surga milik Jia Li yang hangat dan licin, membelai dan menjepit tongkat kera sakti milik Tang Lian sangat luar biasa hingga tidak dapat digambarkan dengan kata-kata.


"Aaaaahhhh.... G-Gila.... Aku akan gila!!!." Jia Li berkata dengan tidak jelas. Tang Lian yang tiba-tiba bergerak lagi sebelumnya itu sangat mengejutkan bagi Jia Li karena dia belum selesai dengan sisa-sisa puncaknya, lalu tiba-tiba dia merasakan kesenangan baru yang lebih hebat lagi melanda tubuhnya hingga dia menjepit tongkat kera sakti milik Tang Lian dengan kencang.

__ADS_1


"Sial!! Aku tidak bisa berhenti!!!." Tang Lian bergumam dan terus bergerak dengan cepat.


Kemudian pada saat ini sepuluh menit lagi telah berlalu dan tiba-tiba Jia Li menjepit Tang Lian dengan sangat kuat seolah-olah dia benar-benar ingin menyatu dengan Tang Lian.


Disisi Tang Lian juga merasakan hal yang sama, merasakan sesuatu juga telah menumpuk lagi diperutnya, kemudian Tang Lian mempercepat gerakannya.


"*Hentakan..."


"Hentakan..."


"Hentakan*..."


"Aaaaaaaahhhhhhhh~" Jia Li mengerang panjang kemudian....


"Des.... Des... Des..."


Jia Li melengkungkan tubuhnya lagi lebih jauh keatas, bersamaan dengan Tang Lian yang menghentakkan pinggulnya lebih keras lagi dan menembakkan benih bayinya didalam lembah surga Jia Li.


"Aaahhh~"


Tang Lian mengerang kenikmatan.


"Satu kali.... Dua kali.... Tiga Kali...."


Tang Lian menembakkan benih bayinya. Setelah itu Tang Lian menatap wajah Jia Li yang kini tersenyum sangat puas denga lidah menjulur keluar, matanya berguling kebelakang hingga yang terlihat adalah putihnya saja dan air liur yang menetes dari sudut bibir Jia Li dan tubuhnya yang terus berkedut.


Pemandangan ini membuat gairah Tang Lian kembali memuncak, kemudian dia membalikkan tubuh Jia Li dan kembali memposisikan tongkat kera saktinya dihadapan lembah surga milik Jia Li.


"Tidak ada waktu untuk tidur, hukumanmu masih belum selesai!!." Setelah berkata demikian, Tang Lian sekali lagi mendorong pinggulnya kedepan, tidak peduli apakah Jia Li pingsan atau masih sadar, Tang Lian hanya terus memacu kudanya dengan gansas, ranjang itu juga terus berderit dan bergoyang-goyang.


Tang Lian yang tiba-tiba menggerakkan lagi pinggulnya itu membangunkan Jia Li, dan sekali lagi kamar itu dipenuhi oleh erangan dan suara-suara yang cabul.


Jia Li :


__ADS_1


BERSAMBUNG


Kasih like, komen, dan votenya dong kak, bang, om, Tante, atau apalah itu😣😣😣


__ADS_2