
"Huft... " Tang Lian menghela nafas berat, "Baiklah, untuk kali ini kalian berdua akan aku maafkan. Namun kalian harus tetap dihukum atas kesalahan kalian berdua!.. " Ucap Tang Lian tegas dan...
"Sriing!!!"
Tang Lian langsung memotong sebelah tangan dari kedua pemuda itu tanpa belaskasihan lagi. Tentu saja itu membuat kedua pemuda itu seketika menjerit kesakitan dan berguling-guling ditanah.
"Ini adalah hukuman yang menurutku pantas untuk kalian berdua. Lengan kalian yang terputus akan kalian ingat sepanjang hidup kalian, dan itu kuharap bisa membuat kalian jera atas tindakan kalian sebelumnya." Ujar Tang Lian lagi tanpa memperdulikan kedua pemuda yang sedang kesakitan dan darah yang terus keluar dari lengan mereka yang terputus.
Memenggal salah satu lengan dari kedua pemuda itu adalah hukuman yang paling ringan. Tang Lian hanya kasihan saja pada mereka karena sekte mereka yang baru saja dihancurkan oleh iblis. Dan alasan mengapa Tang Lian tidak membunuh keduanya padahal sebenarnya dia sangat ingin adalah karena kedua pemuda itu harus membalaskan dendamnya dimasa depan.
Kedua pemuda itu juga sudah menerima hukuman ini. Kehilangan sebelah lengannya lebih baik dari pada nyawa melayang ataupun kultivasi yang dihancurkan.
"T-terima kasih atas pengampunan nya tuan muda.. " Ujar kedua pemuda itu seraya berlutut pada Tang Lian yang membelakangi mereka.
Tang Lian tidak menanggapi ungkapan terima kasih kedua pemuda itu, ia justru melemparkan dia butir pil pereda sakit dan pil untuk menghentikan pendarahan kepada kedua pemuda itu dan berkata,
"Pergilah ke istana Kekaisaran Long, disana kalian berdua akan mendapatkan perlindungan. Kalian bisa memanfaatkan itu dengan berlatih disana sampai kalian benar-benar siap untuk membalaskan dendam rekan-rekan sesekte kalian.. "
Kedua pemuda itu saling pandang untuk sesaat karena heran. Mereka sudah melakukan hal yang buruk pada Tang Lian, namun Tang Lian masih mau membantu mereka berdua? Meskipun sebenarnya Tang Lian sudah menghukum mereka dengan memenggal sebelah tangan kedua pemuda itu, namun tetap saja rasanya aneh ketika Tang Lian masih mau membantunya, dan yang membuat keduanya semakin heran dan bingung adalah karena Tang Lian juga memberikan mereka pil pereda sakit dan penghenti pendarahan.
"T-tuan muda, kami sudah melakukan hal yang buruk pada tuan, tapi mengapa tuan masih mau membantu kami?.." Tanya pemuda itu lagi dengan ragu-ragu.
__ADS_1
"Aku sudah menghukum kalian, dan aku rasa tidak perlu menjelaskan panjang lebar lagi. Sebaiknya ikuti kata-kataku sebelum aku berubah pikiran!" Ancam Tang Lian tiba-tiba dan membuat kedua pemuda itu kembali ketakutan.
"B-baik tuan muda...Tapi..." Kata-kata pemuda itu terjeda karena ragu untuk melanjutkan.
"Tapi apa?"
"S-siapa yang harus kami cari disana? Tuan tahu sendiri, jika dua kekaisaran Zhang dan Long adalah musuh yang tidak pernah berdamai. Aku hanya takut ketika orang-orang kekaisaran Long tahu siapa kami, maka akan sangat berakibat buruk pada kami." Ujar pemuda itu memberanikan diri untuk menjelaskan.
Dan ya, Tang Lian juga mengerti akan hal itu. Kemudian Tang Lian pun menjawab, "Carilah Zhao Yu atau pun Wu Min disana. Katakan pada Zhao Yu bahwa kakaknya yang menyuruh kalian. Dan apabila kalian bertemu dengan Wu Min, katakan padanya jika tuannya lah yang menyuruh. Namun terlepas dari mereka percaya atau tidak, itu tergantung keberuntungan kalian.."
"Baik tuan muda kami mengerti, tapi bolehkah kami tahu siapa nama tuan?" Setiap kali bertanya, jantung kedua pemuda itu berdetak sangat kencang karena gugup. Keringat dingin bahkan sudah membasahi punggung keduanya.
"Namaku tidaklah penting untuk diketahui, segeralah pergi dari hadapanku! Perlakuan kalian yang menginginkan wanita ku masihlah membekas dipikiranku jadi..."
"Whosh"
Kedua pemuda itu langsung pergi tanpa jejak. Mereka sangat takut jika Tang Lian berubah pikiran.
Tang Lian pun menghela nafas berat, ini adalah kali pertama dia berbelas kasihan pada musuhnya. Ini terlihat seperti bukan dia yang sebelumnya yang selalu membunuh musuhnya tanpa pandang bulu dan belas kasihan.
Tang Lian kemudian memandang Shie Long yang sedang merawat Sun Hai, "Bagaimana keadaannya?" Tanyanya.
__ADS_1
"Hanya luka fisik, dalam satu malam juga akan membaik" Jawab Shie Long santai.
"Baiklah, kita beristirahat satu malam lagi disini untuk menunggu Sun Hai membaik.." Ujar Tang Lian mengambil keputusan.
......................
Dimalam hari, Tang Lian duduk berdua diatas dahan pohon seraya memandang bulan dan bintan bersama Shie Long. Entah sejak kapan, tapi Shie Long saat ini menyenderkan kepalanya dibahu Tang Lian. Hati Shie Long sangat berbunga-bunga, ditambah lagi malam ini ditemani bintang-bintang yang bersinar terang dan bulan purnama yang membulat sempurna menambah kesan romantis antara keduanya. Senyuman lebar yang sangat indah, terpampang sangat jelas diwajah Shie Long.
"Long, apa kau tahu dimana tempat yang cocok untukku berkultivasi dengan cepat?." Tanya Tang Lian yang membuyarkan seketika momen romantis itu. Dan pastinya wajah Shie Long sedikit merengut masam, namun meskipun demikian ia tetap menjawab.
"Aku tahu satu tempat, namun tempat itu sangat berbahaya. Apa tuan yakin?" Tanya Shie Long kembali.
"Aku memiliki kamu disisiku, jadi apa yang harus aku takutkan? Aku yakin, seberbahaya apapun tempat itu, dialam rendah ini tidak akan ada yang bisa mengancammu. Terlebih lagi kau pasti akan menolong ku pada saat-saat yang kritis, benarkan?" Ujar Tang Lian sangat percaya diri dengan senyumannya yang menjengkelkan.
"Tcih.. Dulu aja sok-sokan percaya diri untuk pergi seorang diri, dan bahkan mengusirku saat itu. Tapi lihat sekarang, tuanku yang tampan ini justru mengharapkan perlindungan padaku!" Ujar Shie Long berdecih sedikit kesal dan sengaja menekankan kata-kata tuanku yang tampan.
"Hehehe..." Tang Lian justru tertawa cengengesan seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Tempat itu tidak jauh dari sini, kira-kira lima hari perjalanan. Namun tempat itu disegel oleh seseorang karena sangat berbahaya. Dan segel itu hanya bisa dibuka oleh beberapa orang. Tempat itu bahkan memiliki penjaga yang sangat kuat. Tentu saja penjaga itu adalah salah satu orang yang bisa membuka segel itu, namun untuk tuan bisa memasukinya maka tuan harus mempertaruhkan nyawa untuk mengalahkan penjaga itu terlebih dahulu, apakah tuan masih yakin?"
Tanya Shie Long lagi apakah tekad tuannya akan goyah atau tidak setelah mendengar penjelasannya yang tidak berbohong.
__ADS_1
"Sudah kubilang kan? Aku memiliki kamu disisiku, jadi apa yang harus aku takutkan lagi? Dan kalau pun kamu tidak mau membantuku nantinya, aku akan bertarung dengan penjaga itu dengan segenap kekuatan ku!" Jawab Tang Lian penuh keyakinan.
Shie Long pun tersenyum ketika melihat tekad tuannya yang tidak goyah sedikit pun. Dan memang benar, ini bukan tentang adanya Shie Long yang akan selalu melindunginya makanya Tang Lian sangat berani. Dari awal dia sudah pernah bilangkan? Bahwa perjalanan nya akan dipenuhi tantangan yang bertaruh nyawa. Dan ia berani mengambil resiko yang sangat besar ini demi semua istri tercintanya dan anak-anaknya kelak....