PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 36"Kejamnya Pembalasan Tang Lian I"


__ADS_3

Pada saat ini Tang Lin telah berjumpa dengan Long Tian dan langsung saja mengutarakan maksud dan tujuannya, begitu juga dengan Long Tian yang hanya menurut saja tanpa banyak bertanya.


Tiga puluh menit setelah itu semua orang telah berkumpul disebuah arena didalam kawasan istana. Biasanya arena ini digunakan untuk turnamen beladiri atau tempat eksekusi tahanan dan penjahat yang telah melewati batas.


Pada saat ini didalam arena Telah berkumpul lima belas orang yang mencoba untuk membunuh dan menindas Tang Lian sebelumnya. Keadaan lima belas orang itu benar-benar menyedihkan saat ini, pakaian mereka telah compang-camping dan badan yang sangat kumal ditambah lagi posisi mereka sedang diikat ditiang dengan posisi tangan kebelakang.


Orang-orang yang melihat ini tidaklah banyak, hanya seluruh keluarga Tang Lian dan seluruh pejabat kekaisaran saja yang melihatnya, karena tidak ingin identitas Tang Lian terungkap jadi eksekusi ini tidak ditampilkan untuk publik.


"Ya...yang mulia tolong ampuni kami, kami mengaku salah, apapun hukuman akan kami terima selain eksekusi ini.." Salah satu dari kelima belas orang itu memohon untuk belas kasihan pada Long Tian.


"Maaf saja, kali ini bukan aku yang memutuskan..."Long Tian berkata seakan tidak peduli lagi.


Melihat Long Tian sepertinya tidak peduli lagi, orang yang sebelumnya berbicara kemudian beralih meminta pengampunan pada Tang Lin.


"Yang mulia sang penguasa, mohon ampuni kami..."


"Setelah kalian membuat putraku hampir mati kalian masih berani meminta pengampunan padaku? Cih... sungguh bodoh..." Tang Lin berkata sambil mengepalkan tangannya dan terlihat jejak kemarahan yang mendalam dimatanya karena mengingat kejadian sebelumnya.


"Yang mulia sang penguasa, kami sungguh tidak tahu jika Tang Lian adalah putra anda, dan juga jika bukan karena Chen Lu dan anaknya Chen Lau yang menghasut kami, kami tidak akan melakukan ini..."


"Benar yang mulia sang penguasa, kami sungguh tidak tahu seberapa tingginya langit, jadi mohon ampuni kami..." Kelima belas orang itu tetap berusaha untuk mendapatkan pengampunan dari Tang Lin.


"Jika ingin pengampunan dariku maka mintalah kepada putraku!!!"


Ketika Tang Lin berkata seperti itu, entah dari mana Tang Lian telah berada didalam arena itu, Tang Lian bergerak dengan sangat cepat seperti kilat dan langsung sampai didepan kelima belas orang itu.


"Ingin mendapatkan pengampunan dariku? Bermimpilah disiang bolong!!" Tang Lian berkata dengan sinis.


"Penguasa muda kasihanilah aku, aku masih memiliki anak dan istri dirumah, anakku juga masih kecil jadi tolong lah ampuni aku, aku akan bersedia menjadi anjingmu penguasa muda..." Seorang pria paruh baya memohon menggunakan anak dan istrinya untuk mendapatkan pengampunan Tang Lian sambil menangis.

__ADS_1


"Anak dan istri? Hahahaha...jangan membuatku tertawa, jika aku berada diposisimu sekarang apakah kau akan mengampuniku?" Tang Lian tertawa dan menepuk jidatnya seperti orang jahat.


"Te...tentu saja penguasa muda, aku hanya sekali saja mengirim pembunuh bayaran pad..." Sebelum pria paruh baya itu menyelesaikan kata-katanya tiba-tiba Tang Lian merobek bibirnya.


"Aaaaaahhhh...... penguasa muda ini sangat sakit..." Pria paruh baya itu berteriak kesakitan dan berbicara tidak jelas karena kehilangan bibirnya.


"Kau tidak di izinkan lagi untuk berbicara..." Tang Lian berkata dan kembali merobek telinganya sehingga membuatnya berteriak kesakitan semakin keras.


"Hahahaha...." Tang Lian tertawa keras seperti sedang menikmati indahnya suara teriakan pria paruh baya itu.


Setelah itu Tang Lian mengambil tetesan darah pria paruh baya itu dengan tiga jadi dan memasukkan jarinya kedalam mulut pria paruh baya itu.


"Lihatlah ini adalah darahmu, coba kau rasakan apakah rasanya manis?" Tang Lian berkata sambil memasukkan tiga jarinya lalu tiba-tiba Tang Lian menarik lidahnya keluar.


Pria paruh baya itu ingin berteriak lebih keras lagi namun tidak bisa karena telah kehilangan bibir dan lidahnya.


"Hahahaha....ayolah dimana teriakanmu yang indah tadi, aku ingin mendengarnya lagi..." Tang Lian tertawa keras benar-benar menikmati penyiksaan yang dilakukannya seperti seorang psikopat.


"Ayolah mengapa diam saja? Kau tahu jika kau terus diam akan membuatku kesal!!!" Tang Lian berkata dengan kesal kemudian menampar wajah pria paruh baya itu hingga kepalanya pecah dan mati seketika.


Empat belas orang tersisa kini wajah mereka berubah pucat pasi dan kencing dicelana karena melihat dengan jelas metode penyiksaan Tang Lian. Begitu juga dengan semua orang yang sedang menonton saat ini, mereka juga ikut merinding dan berubah pucat, didalam hati mereka beruntung tidak ikut menindas Tang Lian sebelumnya, jika tidak sudah pasti akan mengalami hal yang sama.


Berbeda dengan Tang Lin dan keluarganya, mereka melihat ini seakan sudah biasa dan sering terjadi di kehidupan mereka sehari-hari.


"Suamiku mendekatlah kemari.." Ling Yuan berkata untuk memanggil Tang Lin mendekat.


"Ada apa istriku?" Tang Lian menjawab setelah dia berada disamping Ling Yuan.


"Lihatlah jiwa psikopatmu ikut turun kepada putraku!!!" Ling Yuan berkata memarahi Tang Lin sambil menarik telinganya dengan keras.

__ADS_1


"Aduh...aduh...aduh...aku mana tahu jika itu juga ikut turun.." Tang Lin hanya bisa berkata demikian dan pasrah seakan tidak berdaya dihadapan Ling Yuan.


Sedangkan Tang Lian saat ini sedang muntah karena baru kali ini dia menyiksa dan membunuh manusia dengan tangannya sendiri, keadaan Tang Lian saat ini membuat Yun Mei khawatir dan langsung mendekat membawa sapu tangan.


"Suamiku apa kamu baik-baik saja?" Yun Mei berkata demikian sambil mengelap bibir Tang Lian.


"Aku baik-baik saja istriku, kamu kembali saja dan duduk dengan tenang. Aku akan mengurus ini dulu.." Tang Lian berkata demikian karena tidak ingin Yun Mei lelah atau terlalu khawatir padanya.


"Tidak mau!!!" Bukannya menurut Yun Mei malah membantah dengan keras kepala sambil memalingkan wajahnya cemberut. Yun Mei berkata demikian karena tidak ingin Tang Lian memaksakan dirinya jika tidak sanggup.


Melihat Yun Mei yang keras kepala akhirnya Tang Lian mengalah dan membiarkan Yun Mei menemaninya.


"Baiklah, kamu temani aku saja kalau begitu..."


"Emm.." Yun Mei hanya menjawab singkat.


Kemudian Tang Lian berjalan mondar mandir untuk memilih siapa yang selanjutnya akan dia siksa sambil memegang satu persatu telinga orang yang tersisa.


Tang Lian terus berjalan mondar-mandir lalu akhirnya berhenti tepat didepan Chen Lau sambil mengelus-elus telinganya.


"Nah...Chen Lau berikan aku kata-kata..." Tang Lian berkata sambil tersenyum dan mengelus-elus telinga Chen Lau.


"Ta..ta..Tang...tidak, penguasa muda mohon ampuni aku, aku minta maaf aku tau aku salah mohon maafkanlah aku.." Chen Lau berkata dengan sangat ketakutan dan jantungnya berdetak dengan kencang seakan bisa melompat kapan saja.


***BERSAMBUNG***


Halo para pembaca yang Budiman, terimakasih telah mampir di novel ini jangan lupa klik tombol like dan terus dukung author juga dengan kasi vote novel author terima kasih.....


tunggu ada yang bilang hadiah? Author mau dong 😁

__ADS_1


**********SAMPAI JUMPA***************


__ADS_2