
Pada saat ini di dalam sebuah kamar di kediaman keluarga Liao, terlihat seorang pemuda yang sedang meniduri seorang wanita berusia dua puluh tahun, wanita itu terlihat kesakitan ketika pemuda itu mengayunkan pinggulnya maju-mundur. Ekspresi wajah yang putus asa terlihat jelas dimata wanita itu.
"Ah... aku telah meniduri mu berulang kali, namun ini terasa masih sangat sempit!!." Pemuda itu berkata seraya melenguh kenikmatan.
"Dasar pria bajingan!!, jika bukan karena kau menyandra dan mengancam akan membunuh adikku, maka aku juga akan tidak Sudi melakukan ini!!." Wanita itu berkata seraya menahan perih di pangkal pahanya.
"Ya .. ya .. ya.. Terserah kau mau mengatakan apa juga aku tidak akan peduli.." Pemuda itu berkata seraya terus mengayunkan pinggulnya.
Dan ketika aksi pemuda itu masih berlanjut tiba-tiba pintu kamarnya diketuk oleh seseorang, dan itu membuat pemuda itu kesal.
"Tuan muda, aku ingin menyampaikan sesuatu yang penting..." Seseorang itu berkata dari balik pintu setelah dia mengetuknya.
"Dasar bajingan!, berani sekali dia mengganggu kesenanganku!!." Pemuda itu membatin kesal, namun karena dia hampir sampai jadi pemuda itu tidak memperdulikan orang yang memanggilnya dari balik pintu kamarnya.
"Tuan muda apakah anda didalam?." Orang yang mengetuk pintu sebelumnya berkata lagi karena tidak mendengar jawaban apapun sebelumnya.
"Ya, aku didalam, tunggu sebentar lagi, aku akan keluar!!." Pemuda itu berkata dengan kesal.
"Baik tuan muda..."
Setelah itu sepuluh menit berlalu dan akhirnya pemuda itu meninggalkan kamar dengan seorang wanita yang menangis tidak berdaya didalamnya.
"Apa yang ingin kau bicarakan Dong Dong..." Pemuda itu masih berkata dengan kesal karena dia harus mengakhiri kesenangannya dengan cepat.
__ADS_1
"Jadi begini tuan muda, kemaren pagi aku melihat..." Pria paruh baya yang bernama Dong Dong dan botak itu kemudian menceritakan apa yang dia lihat ketika merampok kelompok Tang Lian satu hari yang lalu.
"Dasar tidak berguna!!." Pemuda itu berteriak memarahi Dong Dong setelah dia selesai bercerita.
"Tu... Tuan muda, mohon tenangkan amarah anda.." Dong Dong berusaha untuk menenangkan tuan mudanya.
"Tenang katamu? Aku menghabiskan banyak uang untuk kesembilan belas anak buahmu itu! Dan sekarang kau membiarkan mereka semua disandera, lalu bagaimana aku bisa tenang?."
"Tuan muda, aku tau aku salah, tapi juga ini bukan sepenuhnya salahku tuan muda, mereka dengan sangat pintar menyembunyikan kultivasi mereka tuan muda, dan jika aku tau mereka memiliki kekuatan yang lebih dari pada kami, maka aku juga tidak akan berani merampoknya.." Dong Dong menjelaskan.
"Hmph!!.. Bodoh tetap saja bodoh, tapi ya sudahlah, sekarang aku hanya tinggal mengambil kembali anak buahku.." pemuda itu berkata dengan masih kesal.
Kemudian dari cerita Dong Dong, pemuda itu sudah bisa menebak bahwa mungkin pada saat ini kelompok Tang Lian telah sampai di depan pintu gerbang kota atau bahkan sudah masuk kedalam kota. Oleh karena itu pemuda itu berpikir jika masih didalam kawasan kota ini maka tidak ada yang bisa lolos darinya.
"Aku ingin tau apakah kota yang ada didepan sana itu adalah kota terakhir yang berada dibawah naungan kekaisaran Long ini?." Tang Lian bertanya seraya mengelus ular putih yang melilit dilehernya.
"Itu... Itu benar tuan." Seorang pemuda yang hampir dimakan oleh Wang Long menjawab dengan takut.
"Jika begitu, katakan semua yang kalian ketahui tentang kota itu.." Tang Lian berkata lagi kemudian duduk dibawah sebuah pohon yang rimbun dan diikuti oleh kedua istrinya yang manja. Sedangkan Zhao Yu dia hanya berdiri dan diam di samping Tang Lian seraya menatap kesembilan belas tahanan itu dengan tatapan yang tajam seolah-olah Zhao Yu ingin menguliti kesembilan belas orang itu hidup-hidup sekarang.
Disisi kesembilan belas orang tahanan itu yang merasakan tatapan Zhao Yu yang lebih mengerikan dari pada kemarahan tuan muda mereka membuat nyali mereka dalam seketika menciut dan menjawab apapun yang ditanyakan oleh Tang Lian.
"Tu... Tuan muda, kota itu dinamakan kota benteng besi, kota itu dinamakan seperti itu adalah karena kota ini berbatasan langsung dengan kekaisaran Zhang. Sekitar tiga kilo meter berjalan setelah anda keluar dari kota benteng besi maka anda akan menemukan benteng kekaisaran Zhang.
__ADS_1
Oleh karena itu kota ini dibangun membentang sejauh sepuluh kilo meter panjangnya dengan tujuan untuk mengantisipasi serangan dari kekaisaran Zhang..." Yang berbicara masihlah pemuda yang hampir Wang Long makan sebelumnya, lalu kemudian Tang Lian memotongnya.
"Tunggu dulu, apakah kekaisaran Long dan Zhang ini mempunyai hubungan yang buruk?." Tang Lian bertanya karena memang benar dia melihatnya dari kejauhan tembok kota benteng besi itu dibangun dengan tinggi tiga puluh meter dan membentang sangat panjang, seolah-olah kota ini dibangun untuk persiapan perang.
"Itu benar tuan muda, hubungan kedua kekaisaran yang terkuat di alam rendah ini sudah buruk sejak dahulu ketika pendiri kekaisaran Long masih hidup. Dikatakan dalam sejarah dahulu kala kedua kekaisaran ini memiliki hubungan yang sangat dalam, lalu entah mengapa kedua kekaisaran ini tiba-tiba berperang tidak ada yang tau jawaban pastinya. Kemudian sejak saat itu, perang antara kedua kekaisaran ini terus berlanjut dan membuat kedua kekaisaran menderita kerugian yang besar.
Sudah tidak terhitung jumlahnya berapa juta orang yang telah mati ditangan orang-orang dari kekaisaran Zhang dan begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu kemudian kedua kekaisaran memilih untuk melakukan gencatan senjata untuk menutupi kerugian yang telah diterima oleh kedua kekaisaran sedikit demi sedikit. Dan sejarah telah mencatat gencatan senjata telah dilakukan selama seribu tahun lamanya.
Dan karena itu pula, kota ini selalu dipenuhi dengan orang-orang yang sangat kuat, mungkin bisa dikatakan memang bukan yang terkuat, namun orang-orang yang ada di perbatasan ini adalah orang-orang terbaik yang dimiliki oleh kekaisaran Long. Tapi aku tidak tahu bagaimana dengan kekaisaran Zhang.
Dari informasi yang aku terima tentang kekaisaran Zang, tidak ada yang pernah keluar dari kota itu setelah memasukinya, aku tidak tau apakah itu benar atau tidak, tapi aku yakin sesuatu yang besar sedang terjadi disana dan itu bukanlah sesuatu yang baik.." Pemuda itu terus bercerita tentang apa yang dia ketahui tentang kedua kekaisaran itu.
Pada awalnya Tang Lian memang hanya ingin bertanya tentang kota itu saja, namun tidak menyangka akan mengetahui juga tentang hubungan kedua kekaisaran yang buruk.
Kemudian pada saat ini Tang Lian sudah dapat mengambil kesimpulan bahwa jika gencatan senjata telah dilakukan selam seribu tahun ini maka perang selanjutnya yang akan pecah pasti akan jauh lebih mengerikan lagi. Sepertinya keputusan Tang Lian untuk menuju kekaisaran Zhang adalah benar, karena dalam situasi ini Tang Lian merasa banyak kejanggalan dan yang menggangu pikirannya.
Selama seribu tahun gencatan senjata, kekaisaran Long terlihat biasa-biasa saja dan tetap terbuka untuk kekaisaran lainnya, berbeda dengan kekaisaran Zhang yang menutupi diri dan bergerak secara diam-diam, kemudian sekte teratai hitam juga ada disana, dan jika kekaisaran Zhang memang benar-benar menutupi diri lalu bagaimana sekte teratai hitam itu bisa menyusup ke dalam kekaisaran Long ini?.
Kemudian sudah dapat dipastikan jika kekaisaran Zhang itu telah mendapat bantuan dari para iblis, kemudian seorang penghianat juga sudah pasti ada didalam kekaisaran ini, jika tidak bagaimana bisa orang-orang dari aliran hitam bisa masuk ke dalam kekaisaran Long ini?.
Pada posisi ini, maka tentu saja Tang Lian akan membela kekaisaran Long, karena jasa kaisar Long Tian juga besar kepadanya. Begitulah Tang Lian berpikir, yah... sepertinya perjalanan kedepannya akan semakin merepotkan.
***BERSAMBUNG***
__ADS_1