
"Sudahlah, tidak usah berbasa-basi denganku, aku tau apa tujuan kalian kemari. Kalian pasti ingin tau dimana pewaris tahta Sang Penghakim sekarang kan?.." Ujar Lin Xue dengan sinis.
Mata delapan tetua seketika berbinar dan menanti jawaban.
Lin Xue justru menatap delapan tetua itu mirip seperti anak anjing kecil tapi menggelikan menghina dalam hati.
"Aku memang tau dimana sekarang ia berada, namun sebelum kalian menyadari apa kesalahan kalian maka jangan harap aku mengatakan sepatah katapun.." Ujar Lin Xue lagi kemudian langsung menghilang dari sana.
Ia tidak ingin berlama-lama disana, karena ia tau pasti delapan tetua itu akan terus mendesak dan keras kepala untuk bertanya. Selepas kepergian Lin Xue, prajurit sebelumnya juga kembali menutup gerbang. Prajurit penjaga itu mengeluarkan pedangnya dari dalam cincinnya kemudian menancapkan nya ditanah dan mengusir delapan tetua itu.
"Kalian sudah dengar? Nyonya Lin Xue tidak akan mau bicara sebelum kalian menyadari kesalahan kalian dan menyesalinya, jadi pergilah!.."
Delapan tetua itu, di usir langsung. Didalam hatinya delapan tetua itu semakin bingung dengan apa yang harus mereka lakukan. Jika berpikir tentang kesalahan mereka, delapan tetua itu tidak bisa mengingat apapun jika mereka memiliki kesalahan kecuali mengerahkan seluruh pasukan istana Penghakim.
Tapi rasanya jika hanya itu, masalah ini tidak akan sampai seserius ini karena mereka melakukannya demi ke amanan alam rendah ini.
Memikirkan semua itu, delapan tetua itu terdiam cukup lama. Mereka seolah tidak mendengar jika prajurit penjaga baru saja mengusir mereka.
Prajurit penjaga yang muak ketika melihat delapan tetua itu masih diam ditempat kemudian mengancam, "Masih tidak pergi!? Atau kalian ingin aku menggunakan kekerasan dan mengusir kalian dengan paksa!?.."
Tersadar dari semua pikirannya yang melayang entah kemana, delapan tetua itu akhirnya harus pergi dengan terpaksa dan menahan amarah mereka dalam hati.
Selanjutnya delapan tetua itu harus memikirkan rencana mereka sendiri tentang bagaimana cara mereka untuk menemukan pewaris Sang Penghakim dalam jangka waktu yang sangat terbatas.
__ADS_1
Sedangkan disisi Lin Xue sekarang, ia duduk di dalam sebuah ruangan seraya bergumam, "Zhao Yu, bagaimana kabarmu sekarang? Apakah kau menikmati kehidupanmu diluar sana?.."
Lin Xue, adalah wanita cantik dan seksi dengan gunung kembarnya yang besar. Ia adalah wanita yang sebelumnya muncul bersamaan dengan tahta dewa Penghakim dan membawa jubah Tang Lian ketika di istana kekaisaran Long. Saat itu ia menyatakan cintanya pada Tang Lian, karena pada saat pandangan pertama saja ia langsung terpana dengan ketampanan Tang Lian.
Terlebih lagi Tang Lian adalah putra dari tuannya sebelumnya, jadi ia tidak ingin membuang kesempatan untuk menjadi salah satu dari wanita Tang Lian.
Ia juga mengenal Zhao Yu, dan ia jugalah yang mengirim Zhao Yu keluar bersamaan dengan tahta dewa Penghakim pada saat pertama kali Tang Lian memanggilnya.
Ia tau bagaimana penderitaan Zhao Yu ketika itu, ia tau bagaimana orang-orang itu tidak menganggap keberadaan Zhao Yu sama sekali, oleh karena itu ia sebelumnya mengambil Zhao Yu dan membawanya ke pulau melayang setelah kematian ibu dan kakaknya.
Ia membiarkan Zhao Yu melakukan apapun yang ia inginkan, karena ia sungguh sangat kasihan padanya. Dari pada terus berada disekitar orang-orang yang menganggapnya tidak ada, maka lebih baik membawanya ke pulau melayang dan merawatnya hingga ia tumbuh dewasa.
Semua orang di pulau melayang itu juga selalu bermain dengan Zhao Yu dan terkadang melatihnya. Hingga sampailah saatnya Zhao Yu dikirim keluar untuk berjalan disamping pewaris tahta dewa Penghakim.
Sementara itu, disisi Tang Lian, sudah berhari-hari ia menunggu dalam sebuah ruangan. Ia bahkan sudah mengumpulkan semua istrinya agar duduk disana.
Ruangan yang ditempatinya ditata sedemikian rupa, memiliki banyak kursi duduk yang disusun dengan rapi.
Hanya dengan melihat sekilas saja, itu sangat jelas jika ia akan mengadakan pertemuan penting.
Itu dilakukan, karena Zhao Yu dan Wu Min sebelumnya menyampaikan apa yang dikatakan oleh Wang Long.
Jika Wang Long sudah bergerak, itu artinya masalah yang disebutkan itu benar-benar sangat serius, menurut apa yang disampaikan oleh Wu Min dan Zhao Yu, Tang Lian tau jika sikap Wang Long yang tiba-tiba serius itu sangat jarang terjadi.
__ADS_1
Wang Long biasanya hanya bermalas-malasan dan tidur, bahkan pada saat bertarung saja ia tidak pernah serius. Namun saat ini ia tiba-tiba menjadi sangat serius dan terburu-buru, itu me jelaskan jika sesuatu yang sangat serius telah terjadi.
Suasana didalam ruangan yang ditempati oleh Tang Lian dan istrinya saat ini hening tanpa suara, semuanya terdiam bagaikan patung. Tidak ada satupun dari semua wanita itu yang berani bicara, itu dikarenakan Tang Lian yang sedang kesal.
Ia sudah menunggu Wang Long didalam ruangan itu selama berhari-hari tanpa bergerak sedikitpun, ditambah lagi ia yang sangat kelas lagi ketika tidak melihat Lao Hu ada disana. Bahkan Yan Feng pun tidak berani bermanja-manja seperti biasanya ketika melihat ekspresi ayahnya yang kesal.
Hanya Yun Mei seorang diri yang berani berbuat sesuka hatinya. Melihat suaminya yang sedang kesal itu, ia dengan beraninya duduk di pangkuannya dan menyenderkan kepalanya di dada Tang Lian. Seperti sedang mengantuk, ia tertidur disana dengan manja.
Namun Tang Lian tidak masalah dengan itu, ia membiarkannya karena ia tau istrinya itu sedang mengandung anaknya. Lagi pula meskipun ia sedang kesal, bukan berarti dia akan melampiaskannya kepada orang-orang tercintanya. Hanya saja wanita-wanita itulah yang terlalu takut.
Melihat istrinya yang tertidur dengan manja di pangkuannya, rasa kesal Tang Lian berkurang, ia menatapnya dengan teduh dan membelai rambut dan pipinya dengan penuh cinta. Ia tidak tau, setiap kali ia menatap wajah istri pertamanya itu, maka dunia dan seisinya rasanya tidak berguna, mungkinkah itu karena istrinya itu sedang mengandung anaknya? Entahlah.
"Mei'er, kamu lapar?.." Tanya Tang Lian lembut ketika istrinya itu bangun.
"Um..." Yun Mei mengangguk lembut.
"Ingin makan buah atau yang lain?.." Tanya Tang Lian kembali seraya membelai rambut istrinya itu ke belakang telinga.
"Rasanya anak kita sedang minta yang segar-segar, jadi aku mau buah saja..." Jawab Yun Mei manja.
Wanita Tang Lian yang lain hanya bisa iri ketika melihat itu, jelas mereka juga sangat ingin berada di posisi itu. Namun mereka harus mengalah karena Yun Mei yang sedang hamil.
"Ah! Seharusnya posisi itu adalah milikku!?.." Long Xia Shi membatin cemburu.
__ADS_1