PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 158


__ADS_3

"Tang Feng?.."


"Duaarr!!!.."


Petir tiba-tiba menyambar ketika Yan Feng menyebut marga Tang.


"Benar, mulai sekarang namamu adalah Tang Feng. Tapi jika orang lain bertanya maka katakan saja Feng dan jangan sebutkan margamu.."


"Tapi mengapa?.." Tanya Yan Feng yang kebingungan.


"Karena itu bisa membawa masalah untukmu, lagi pula belum saatnya bagimu untuk mengetahui..." Ujar Tang Lian menjelaskan.


"Baikalah ayah, aku mengerti.." Ujar Yan Feng mengangguk mengerti meskipun sebenarnya dia sangat penasaran.


Setelah itu mereka berdua pun melanjutkan perjalanan kembali ke kediaman mereka.


Disisi Fei Fei yang mendengar semuanya tidak bisa menyembunyikan senyuman lebar diwajahnya. Sementara Wu Sue semakin kesal karena cemburu.


Sesampainya Tang Lian dikediamannya, ia mendapati semua wanitanya sudah duduk menunggu disana. Kemudian mereka semua akhirnya makan siang bersama di halaman belakang yang dihias oleh berbagai macam bunga yang indah.


"Oh ya, aku tidak melihat Liu Mingyan sedari tadi, dimana dia?.. " Tanya Tang Lian setelah mereka selesai makan bersama.


"Dia sedang berada di kediamannya, palingan besok pagi dia akan datang.. " Jawab Jia Li seraya mengelus kelinci dipangkuannya.


"Di kediamannya? Apakah menjadi pemimpin kota sesibuk itu?.." Ujar Tang Lian yang sedikit kecewa karena tidak melihat wanita itu.


"Humph!! Salahkan dirimu sendiri karena memilih dia menjadi pemimpin kota!!.." Sahut Wu Sue dengan jutek.


Tang Lian menatapnya dengan heran, karena semenjak ia kembali wanita itu memasang ekspresi wajah masam.


"Wu Sue, apa aku memiliki kesalahan padamu?.."

__ADS_1


"Tidak ada!.." Jawabnya, namun dari raut wajahnya mengatakan iya.


Tang Lian menjadi lebih bingung lagi setelah itu, ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sementara wanita lainnya terkekeh pelan, karena mereka tau apa masalah Wu Sue sebenarnya.


"Kamu sudah punya dua istri dan empat kekasih, tapi kamu masih tidak mengerti wanita hihihi..." Ujar Jia Li mengejek Tang Lian.


"Ayolah, bisakah kalian berbicara dengan jelas? Kalian terlihat seperti sedang mempermainkanku.." Protes Tang Lian yang semakin bingung.


Sementara waktu terus berlalu, Tang Lian terus saja kebingungan dengan semua wanitanya yang mempermainkannya. Namun meskipun demikian, mereka semua terlihat menikmati kebersamaannya. Sementara Yan Feng, ia tidur dipangkuannya ibunya setelah ia selesai makan sebelumnya.


Sedangkan Wu Min dan Wang Long, mereka tidak tau jika Tang Lian telah kembali. Wu Min terus berlatih dengan sangat keras dibawah bimbingan Wang Long.


"Guru! ini sudah hampir malam, sudah bisakah aku makan sekarang?..." Tanya Wu Min seraya melakukan push-up dengan batu seberat empat ratus kilogram dipunggungnya.


"Bahkan jika hari sudah malam kau tidak akan ku izinkan berstirahat... " Ucap Wang Long seraya memakan daging rusa yang ia panggang baru saja.


"T--tapi guru, aku sudah melakukan tiga ratus push-up mulai dari siang..." Ujar Wu Min yang hampir pingsan.


"Itu tiga ratus saja, dan kau masih menyisakan dua ratus lagi.. " Ucap Wang Long santai seraya terus memakan daging panggangnya.


"Ayolah guru, berikan aku sedikit keringanan!!." Ujar Wu Min memohon karena ia sangat lapar dan haus, bahkan saat ini ia berusaha sangat keras agar ia tidak pingsan.


"Tidak bisa, ingat? kau yang memintaku untuk melatihmu dengan keras. Jadi salahkan dirimu sendiri.."


Wang Long tetap tidak memberikan keringanan sedikit pun. Ia memang sengaja melakukan hal itu karena ini untuk melatih tubuh Wu Min. Setiap harinya Wu Min akan merasakan siksaan dari Wang Long, bahkan hampir setiap hari pelatihan akan berhenti jika Wu Min sudah tak sadarkan diri.


Wu Min juga sudah tidak bisa mundur lagi sekarang. Karena ia sendiri juga ingin menjadi kuat seperti gurunya saat ini. Disalam hatinya ia bertekad sangat keras bahwa ia akan melindungi orang-orang yang berharga baginya. Ia tau jika hanya dengan tekad saja maka itu tidak lain hanyalah omong kosong belaka, oleh karena itu ia pun tidak pernah protes pelatihan apapun yang akan diberikan oleh Wang Long.


Rasa lapar, haus, lelah, sakit dilengan, sakit dipanggang dan dikaki semuanya ditanggung oleh Wu Min sendiri hingga pada akhirnya ia sudah tidak sanggup lagi.


"G-guru... Metode pelatihanmu terlalu k-kejam... " Ujar Wu Min lemah dan akhirnya ia pingsan.

__ADS_1


Wang Long lalu meletakkan daging yang hendak ia makan lagi didekati api, lalu ia menatap Wu Min seraya bergumam seraya mengalihkan pandangannya kearah matahari senja yang hendak tenggelam, "Aku... Apakah terlalu kejam?.."


Wang Long termenung untuk sesaat, ia terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu. Beberapa detik setelah itu, ia kemudian menggelengkan kepalanya lalu mengangkat Wu Min yang pingsan kertas kepalanya dan kembali kekediaman mereka.


Sesampainya ia dikediamannya, ia mendapati Tang Lian sudah menunggunya didepan pintu.


"Apa tidak masalah kau berkeliaran dengan tubuh ularmu yang sebesar itu?." Tanya Tang Lian langsung karena ia heran mengapa Wang Long tidak khawatir berkeliaran dengan tubuh yang sangat besar itu disekte elang besi ini.


Wang Long yang pada awalnya sangat senang karena tuannya sudah kembali, seketika raut wajahnya berubah karena ia melihat ekspresi wajah Tang Lian yang tidak senang dengannya.


"Maafkan aku tuan, tapi semua orang disekte ini sudah biasa melihatku seperti ini."


Mendengar itu Tang Lian lalu menghela nafas panjang seraya menggelengkan kepalanya.


"Sudahlah, lupakan saja. Dan lagi mengapa Wu Min tidur diatasi kepalamu?.." Ucap Tang Lian dan mengganti topik.


"Dia pingsan pada saat berlatih tuan."


"Memangnya latihan seperti apa yang kau berikan padanya sampai sampai dia tak sadarkan diri begitu.. " Tanya Tang Lian yang penasaran.


"Itu hanya latihan dasar saja tuan.." Jawab Wang Long dengan santainya.


"Latihan dasar kentutmu! Mana ada latihan dasar sampai membuat orang sampai pingsan!.." Ucap Tang Lian yang tidak percaya.


Wang Long tertawa cengengesan dan merasa malu karena ia ketahuan berbohong, padahal diantara tuan dan bawahan tidak di izinkan untuk berbohong. Beberapa detik berikutnya, Wang Long lalu menyipitkan matanya dan menatap Tang Lian. Ia merasa ada yang aneh dengan tuannya itu. Butuh waktu lima detik baginya untuk sadar jika tuannya itu telah kehilangan tangan kanannya.


Melihat itu Wang Long sangat marah, Tang Lian menyadari itu dan ia tidak ingin terjadi keributan malam-malam begini, lalu ia pun langsung menghentikannya.


"Aku akan menjelaskannya nanti. Sekarang sebaiknya kau antarkan Wang Long kekamarnya untuk membersihkan diri. Aku akan menunggu di meja makan.."


"Baik tuan.. "

__ADS_1


Perkataan Tang Lian adalah perintah bagi Wang Long. Oleh karena itu, meskipun saat ini ia ingin mengamuk karena melihat tuannya yang sudah tak memiliki tangan kanan, ia hanya bisa menahan semua amarah itu.


Disalam hatinya Wang Long mengumpat sangat marah 'Bajingan mana yang telah berani melukai tuanku!? Aku sangat ingin memakannya hidup-hidup!!."


__ADS_2