
"Itu.... Itu.... Aku baik-baik saja.." Fei Fei berkata dengan berusaha menahan rasa malunya.
"Benarkah?." Seolah tidak percaya Tang Lian kemudian berdiri lalu berjalan mendekat kearah Fei Fei dengan perlahan.
"Ten... Tentu saja..." Fei Fei menjawab seraya berjalan mundur karena Tang Lian mendekat.
Melihat itu Tang Lian semakin ingin terus menggodanya dan terus berjalan mendekat seraya menyunggingkan senyumnya.
Disisi Fei Fei, dia juga terus berjalan mundur secara naluriah, tidak tahu mengapa Fei Fei merasakan perasaan aneh saat ini, dibilang takut tapi pipinya memerah seperti apel karena menahan malu. Kemudian tiba-tiba saja Fei Fei merasakan sangat sakit didadanya, kakinya tidak bertenaga seolah-olah dia lumpuh, kemudian Fei Fei terjatuh dan memuntahkan seteguk dararah berwarna ungu.
"Uhuk.... Uhuk.... Uhuk..."
"Janda cantik, kamu baik-baik saja!?." Dengan cepat Tang Lian menangkap Fei Fei yang terjatuh.
"S-sangat sakit!!.. D-dingin!!.." Fei Fei bergumam seraya menahan sakit yang teramat didadanya dan seluruh tubuhnya menggigil.
Melihat itu, kemudian Tang Lian buru-buru mengeluarkan sebuah pil dari cincin penyimpanannya dan memasukkannya kedalam mulut Fei Fei.
"Janda cantik, pil embun ini akan meredakan sedikit rasa sakitmu.." Tang Lian berkata seraya memangku kepala Fei Fei.
"Ssss... Masih sangat dingin!!." Fei Fei bergumam dan menggigil kedinginan.
"Haihhh... Ini adalah efek lanjutan dari racun kelabang hat..." Tang Lian bergumam seraya menggelengkan kepalanya, lalu tanpa pikir panjang Tang Lian langsung menggendong Fei Fei ala tuan putri, dan secara otomatis Fei Fei akan meringkuk diperlukannya.
"Ini hangat.... " Fei Fei bergumam lagi dengan mata terpejam dan memeluk Tang Lian dengan erat.
Melihat itu Tang Lian kemudian menatap kearah Lao Hu yang sedang membantai para prajurit yang sekarang tersisa dua puluh orang saja lalu Tang Lian berteriak keras, "Lao Hu!! Cepat selesaikan!! Kita tidak punya waktu lagi!!."
Mendengar perkataan tuannya, Lao Hu kemudian menjawab, "Baik tuan!!."
Setelah itu dalam kurang dari lima detik, kepala dua puluh orang yang tersisa tiba-tiba terjatuh tanpa mereka tahu apa yang membuat kepala mereka terpisah dari tubuhnya.
Setelah itu Lao Hu kemudian mendekat dengan cepat karena dia melihat Tang Lian sedang khawatir.
"Lao Hu, gunakan kecepatan penuhmu dan kembali ke mansion!!." Tang Lian berkata kemudian melapisi tubuh Yan Feng dengan energi qi-nya dan membawanya naik keatas punggung Lao Hu.
__ADS_1
"Baik tuan.." Lao Hu menjawab, lalu kemudian melesat dengan cepat berlari dan melompat dari atap rumah keatap rumah lainnya.
Setelah itu, kurang dari lima menit akhirnya Tang Lian tiba di mansionnya. Tepat ketika Tang Lian membuka pintu dengan cara menendangnya, dia mendapati Jia Li sedang mondar mandir disana. Itu dikarenakan Tang Lian yang pergi dengan terburu-buru sebelumnya dan tidak sempat memberikan kabar, Jia Li berpikir Tang Lian benar-benar sangat marah hingga dia meninggalkan mansion.
"Ah... Suami!!." Jia Li berkata dengan senang dan lega sebelum dia kebingungan dengan siapa yang ada di gendongan suaminya itu.
."Suami?." Jia Li berkata kembali dengan bingung.
"Tidak ada waktu untuk menjelaskan, aku akan menjelaskannya nanti, sekarang tolong jangan izinkan siapapun masuk kekamar ini jika tidak ada urusan penting!!." Tang Lian berkata dan memasuki sebuah kamar yang masih kosong lalu menutupnya lagi tanpa menunggu Jia Li berbicara.
"Apa apaan ini? Dia menggendong wanita lain kedalam kamar tepat dihadapanku? Hmph!! Lihat saja, akan aku adukan pada kakak Mei!." Jia Li berkata seraya menghentakkan kakinya kesal.
Disisi Tang Lian, setelah dia memasuki kamar kemudian membaringkan Fei Fei dengan perlahan di atas kasur. Setelah itu dengan sangat terburu-buru Tang Lian membuka seluruh pakaian Fei Fei hingga tersisa hanyalah pakaian dalamnya saja, lalu kemudian Tang Lian mengeluarkan sepuluh jarum berwarna emas.
Setelah itu Tang Lian juga mengeluarkan sebuah cairan berwarna hijau dan itu sangat kental, cairan itu disebut cairan kehidupan, dan itu hanya bisa didapatkan dari ekstrak daun pohon kehidupan yang sangat langka. Dan karena kelangkaannya itu bisa membuat peperangan untuk memperebutkannya. Cairan kehidupan itu sudah ada didalam cincin penyimpanan Tang Lian karena ayahnya lah memberikannya. Tang Lin adalah seorang penguasa yang sangat ditakuti, memangnya apa yang tidak dia miliki?.
Namun meskipun begitu, jumlah cairan kehidupan itu juga terbatas didalam cincin yang diberikan ayahnya. Hal ini memang disengaja oleh Tang Lin karena dia ingin putranya juga berusaha dan tidak sepenuhnya bergantung padanya demi masa depan Tang Lin sendiri, sebelumnya juga Tang Lin sudah menebak pastinya putranya akan membutuhkan cairan kehidupan ini.
Disisi Tang Lian, dia kemudian melumuri kesepuluh jarum emas itu dengan cairan kehidupan lalu menusukannya satu tepat dipusarnya Fei Fei, dua dilengan kiri dan kanannya dan sisanya disekitaran dada tepatnya beberapa inci dari jantung dan paru-paru Fei Fei.
Kemudian dua jam lagi berlalu, dan pada saat ini Tang Lian sedang memegang jarum terakhir.
"Ini yang terakhir!!." Tang Lian bergumam.
Kemudian sambil menelan ludah Tang Lian membuka pakaian dalam Fei Fei yang menutupi gunung kembarnya. Ini dikarenakan jarum terakhir ini akan ditancapkan tepat ditengah-tengah gunung kembar.
"Glup...!!."
Tang Lian menelan ludahnya sekali lagi, dan dengan perlahan dia memegang sedikit gunung kembar itu, karena gunung kembar itu terlalu besar jadi Tang Lian harus melakukan itu agar jarum emas itu ditancapkan pada posisi yang tepat.
"Fiuhhh... Akhirnya selesai juga!!!." Tang Lian berkata dengan lega, namun tongkat kera sakti yang ada diantara kedua pahanya itu sudah berontak ingin keluar.
Setelah itu, karena sekarang Tang Lian sedang sangat bernafsu, kemudian dia berjalan keluar dari kamar itu. Dan ketika Tang Lian membuka pintu, dia mendapati Jia Li dan Yun Mei menunggu disana.
"Lihatlah kakak Mei, akhirnya setelah empat jam suami mesum ini keluar juga!." Jia Li berkata pada Yun Mei seraya menunjuk kearah Tang Lian dan membuat ekspresi kesal.
__ADS_1
"Suami, apa yang kamu lakukan didalam dengan janda itu?." Yun Mei bertanya.
Meskipun Yun Mei bertanya demikian, dia tetap percaya dan tidak masalah dengan apapun yang dilakukan oleh suaminya itu, dia bertanya hanya sekedar penasaran saja walaupun sebenarnya dia sudah tau jika Tang Lian sedang mengobati Fei Fei.
"Li'er, Mei'er, ini tidak seperti yang kalian pikirkan..." Tang Lian berkata seraya menggelengkan kepalanya.
"Oh? Memangnya apa yang kami pikirkan?." Dengan nada ketus Jia Li bertanya kembali.
"Li'er, jangan mempermainkanku, Mei'er kamu juga tolong bantu aku dan jelaskan padanya jika aku sedang mengobati wanita itu.."
"Baiklah, akan aku bantu jelaskan. Adik Li, suami kita ini sedang mengobati seorang janda yang terkena racun kelabang hati.." Yun Mei berkata seraya tersenyum sendiri, karena menurutnya keadaan seperti ini sungguh lucu.
"Aku tidak percaya..." Jia Li berkata seraya memalingkan wajahnya.
"Jadi kamu tidak mempercayai suamimu yang tampan ini?." Tang Lian balik bertanya.
"Tidak..." Jia Li menjawab singkat.
Mendengar jawaban Jia Li, membuat Tang Lian tersenyum misterius lalu berkata, "Maka seorang istri seperti dirimu perlu dihukum.."
Setelah berkata demikian Tang Lian kemudian mengangkat Jia Li dan menaruhnya diatas pundaknya.
"Kyaa!! Suami mesum turunkan aku!."
"Tidak akan, karena kamu akan dihukum.." Tang Lian berkata dan ingin melangkah pergi membawa Jia Li kekamarnya, namun sebelum itu Tang Lian berbalik lagi dan berkata pada Yun Mei.
"Mei'er, disebelah kamar itu anak laki-laki yang menjual mansion ini sedang terluka, aku meminta tolong agar kamu merawatnya sebentar, bisakah?."
"Tentu saja... Tapi aku ingin hadiah setelahnya.." Yun Mei berkata seraya bertingkah manja dan memeluk lengan Tang Lian sebelahnya.
"Baiklah, besok akan aku berikan apapun yang kamu minta sayangku.."
Tang Lian mengiyakan namun dibatinnya 'Apakah ini yang namanya ngidam?'
BERSAMBUNG
__ADS_1
Kasih Like, Dan Votenya Dong Bang, Kak, Om, Tante, Atau Apalah Itu😣😣