PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 96 "Salah Kamar"


__ADS_3

Disisi Yun Mei, dia baru saja bangun dan membersihkan diri. Setelah itu dia keluar kamar dan melihat suaminya duduk termenung dibawah pohon. Yun Mei yang melihat wajah suaminya itu lesu, kemudian dia mendatanginya.


"Suami, mengapa kamu duduk ditanah?." Yun Mei bertanya.


"................."


Tang Lian tidak menjawab dan bahkan dia tidak tahu jika Yun Mei telah berdiri dihadapannya, Tang Lian hanya terus tenggelam dalam kesedihannya.


"Suami apa kamu dengar?." Yun Mei memanggil dengan suara yang sedikit keras.


"Ah!! iya aku dengar..!!." Jawab Tang Lian yang baru saja tersadar dari lamunannya.


Melihat itu Yun Mei kemudian menggelengkan kepalanya lalu menghela nafas berat dan duduk disamping Tang Lian.


"Apa yang suami pikirkan?."


"Tidak ada.."


"Lalu mengapa kamu melamun sendiri? Suamiku, aku ini istrimu, tidak usah menyembunyikannya dariku.."


Melihat kecurigaan istrinya, Tang Lian kemudian merasa dia tidak mungkin bisa menyembunyikan sesuatu dari Yun Mei. Jika tadi itu adalah Jia Li mungkin dia akan percaya. Dan karena itu Tang Lian kemudian berkata jujur.


."Tadi pagi aku mendapat kabar bahwa dia akan segera menikah.."


Mendengar itu, tanpa Tang Lian menyebutkan nama tentunya Yun Mei tahu siapa yang dimaksud oleh suaminya itu, karena hanya ada satu orang yang bisa membuat suaminya itu bersedih kembali.


"Apa!? Dari mana kamu dapat berita ini!?." Yun Mei berkata dengan tidak percaya.


"Restoran bunga kembang..." Jawab Tang Lian singkat.


"Apa suami sudah memastikan kebenarannya?."


"Entahlah... Aku sedikit mengantuk, kurasa aku butuh tidur."


Setelah itu kemudian Tang Lian meninggalkan Yun Mei yang masih berekspresi tidak percaya. Bagaimanapun juga, Yun Mei telah memutuskan sejak mereka masih dikota singa api, jika Tang Lian ingin kembali kepada Long Xia Shi maka dia sudah merestuinya sepenuhnya.

__ADS_1


Yun Mei tidak ingin suaminya itu kembali tenggelam dalam kesedihan yang mendalam jadi dia menyuruh Zhao Yu untuk menyelidiki kembali berita ini.


"Cari berita tentang pernikahan Long Xia Shi, pastikan berita itu bukan berita palsu!." Perintah Yun Mei pada Zhao Yu.


"Baik nyonya.." Zhao Yu menjawab kemudian menghilang bagaikan angin berhembus.


Disisi Tang Lian, dia pergi memasuki kamar yang entah kamar siapa, dia pikir itu adalah kamar Jia Li dan membaringkan diri disamping seorang wanita yang masih tertidur.


Disisi Wu Sue, luka dalamnya masih belum sembuh karena tidak ada yang mengobatinya dan dia masih terbaring ditempat tidur untuk beristirahat.


Kemudian pada saat ini tiba-tiba Wu Sue merasakan ada yang memeluknya dari belakang, merasa terkejut Wu Sue kemudian terbangun karena dia memang tidak benar-benar tertidur dan hanya memejamkan mata saja, lalu menoleh kebelakang.


"Apa!? Hei mesum!!!" Wu Sue berteriak seraya berontak melepaskan orang yang memeluk dirinya.


"Li'er, apa kamu masih marah padaku ataukah aku terlalu kasar tadi malam?." Tang Lian berkata seraya memejamkan matanya tanpa memperhatikan yang dia peluk itu ternyata adalah Wu Sue.


"Li'er dengkulmu!!! Buka matamu lebar-lebar pria mesum!!." Wu Sue berteriak lagi.


Merasakan ada sesuatu yang salah dan juga suara ini sepertinya bukan suara Jia Li kemudian Tang Lian membuka matanya. Ketika itu juga Tang Lian langsung berdiri dan meminta maaf.


"Mudah sekali mulutmu itu berkata maaf!!."


"Jika nona Wu Sue ingin menghukumku maka hukumlah.." Masih dengan ekspresi wajah yang lesu dan tidak bersemangat Tang Lian berkata.


'Kenapa dengannya? Ini tidak seperti dirinya yang sebelumnya? Dan juga kenapa dia sepertinya bersedih?.' Wu Sue membatin bingung.


"Plakkk..."


Wu Sue menampar Tang Lian, dia berpiki mungkin setelah dia menampar Tang Lian maka dia akan marah atau semacamnya dan kembali seperti dirinya sebelumnya.


Namun kenyataanya setelah dia menampar Tang Lian dengan tidak keras karena dia juga takut, Tang Lian kemudian keluar tanpa mengatakan apa-apa.


Didepan pintu kamar Tang Lian bertemu dengan Wu Min yang membawakan makanan pada kakaknya.


"Se-selamat pagi tuan muda.." Wu Min menyapa Tang Lian dengan canggung.

__ADS_1


Namun Tang Lian tidak menjawab dan terus berjalan melewati Wu Min dengan ekspresi wajahnya yang sedih.


"Tuan muda?." Wu Min kembali memanggil dengan bingung, namun Tang Lian tidak juga membalasnya.


"Kenapa dengan tuan muda? Apakah dia masih marah? Tapi barusan dia keluar dari kamar kakak, dan sepertinya kakak baru diperiksa oleh tuan muda jadi tidak mungkin dia masih marah kan?." Wu Min kebingungan seraya memperhatikan Tang Lian yang terus berjalan menjauh.


Disisi Tang Lian dia kembali memasuki kamar lain dan sama seperti sebelumnya dia tidak memperhatikan jika kamar ini adalah kamar Jia Li, namun ini adalah kamar Fei Fei.


Kemudian tanpa memperhatikan wanita yang terbaring itu adalah Fei Fei, Tang Lian kemudian membaringkan tubuhnya juga dan memeluk Fei Fei.


Setelah Tang Lian mengobati Fei Fei tadi malam, racun ditubuh Fei Fei sudah menghilang sepenuhnya, hanya saja saat ini dia masih tertidur, mungkin itu karena dia kelelahan.


Satu jam setelah Tang Lian membaringkan tubuhnya, kemudian Fei Fei terbangun dan merasakan ada tangan yang memeluknya. Dan ketika dia berbalik, dia melihat wajah tampan Tang Lian yang tertidur, sontak wajah Fei Fei berubah merah seperti apel dan jantungnya berdegup kencang.


"D-dia yang menyelamatkan aku tadi malam kenapa sekarang tidur satu ranjang denganku?." Fei Fei bergumam.


"T-sangat tampan!!." Fei Fei tersipu dengan sendirinya ketika dia menatap wajah Tang Lian. Fei Fei merasa dia tidak bisa memalingkan wajahnya dari laki-laki yang memeluknya seraya tertidur itu.


Kemudian dengan memberanikan diri Fei Fei membelai wajahnya dengan ragu-ragu karena takut Tang Lian akan terbangun.


"Istriku, mengapa tanganmu sangat dingin?." Rupanya Tang Lian tidak benar-benar tidur lalu berkata tiba-tiba dan mengejutkan Fei Fei.


Fei Fei yang terkejut ingin menarik tangannya namun terlambat karena Tang Lian tiba-tiba menggenggamnya dengan erat.


"A-anu.... K-kapan kita menikah?." Fei Fei bertanya dengan wajah yang semakin memerah dan jantungnya yang semakin berdegup kencang.


"Hm?." Merasa ada yang sesuatu yang salah, kemudian Tang Lian membuka matanya. Dengan ekspresi yang masih lesu Tang Lian melihat yang ada dihadapannya itu bukan Jia Li.


"Maafkan aku janda cantik, kukira kau istriku.." Tang Lian berkata dan ingin berdiri, namun Feu Fei tiba-tiba menahannya dengan cara memeluknya kembali dengan erat dan tidak mengijinkannya bangun.


"A-aku tidak keberatan..." Fei Fei berkata dengan malu-malu dan meringkuk dipelukan Tang Lian.


'Apa? Apa dia kira yang barusan itu adalah lamaran?.' Tang Lian membatin namun ekspresi wajahnya masih lesu.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Kasih like, komen, dan votenya dong kak, bang, om, tante, atau apalah itu😣😣😣


__ADS_2