PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 196 "Mengemban Tugas Yang Berat!.."


__ADS_3

Merasa tidak berguna untuk terus memikirkan hal itu, Tang Lian kemudian menggelengkan kepalanya dan berkata, "Sudahlah, kesampingkan dulu hal itu, karena apapun yang terjadi di masa lalu, maka itu tetap masa lalu. Dan Sekarang kita lebih baik memikirkan bagaimana langkah kita selanjutnya.


Memikirkan apa yang kalian bicarakan sebelumnya, aku rasa para iblis itu sudah melakukan sesuatu yang besar. Dan juga aku masih menantikan jawaban apa yang membuat Wang Long pergi dengan tergesa-gesa sebelumnya..." Ujarnya, lalu mengalihkan pandangannya pada Wang Long.


Sementara Yun Mei, ia terlihat tidak peduli dengan apa yang sedang dibicarakan dan hanya terus tidur dan meringkuk manja di pelukan Tang Lian. Tapi sebenarnya dia juga mendengarkan semuanya.


"Tuan, apa yang membuatku pergi sebelumnya itu juga berkaitan dengan semua ini. Sebelumnya ketika aku sedang melatih Wu Min dan Zhao Yu tiba-tiba aku merasakan aura iblis yang sangat besar, oleh karena itu aku dengan tergesa-gesa pergi karena takut terjadi sesuatu seperti masa lalu.


Namun setelah aku sampai di sana, yang tersisa hanyalah potongan-potongan tubuh dan mayat bergelimpangan di mana-mana.." Ujar Wang Long menjelaskan dengan lembut.


Tang Lian menyipitkan matanya dan nafasnya juga mulai berat, ia jelas marah dengan penjelasan Wang Long barusan, karena ia kira mayat-mayat itu adalah mayat manusia yang tidak bersalah. Tang Lian sangat ingin memukul sesuatu saat ini, namun dia harus menahannya karena Yun Mei ada di pangkuannya.


Mengetahui tuannya yang sedang menahan amarah, Wang Long kemudian melanjutkan lagi, "Tuan tenang saja, mayat-mayat itu bukanlah mayat-mayat manusia tidak bersalah, melainkan mayat-mayat itu adalah milik para iblis itu.."


Seketika Tang Lian merasa lega, namun ia juga penasaran siapa yang yang membunuh para iblis itu? Dan begitu pula dengan semua orang di sana, mereka terkejut sekaligus penasaran.


"Apakah kau tau siapa yang melakukannya?.." Tanya Tang Lian kembali.


Ketika Wang Long ingin menjawab, Lao Hu langsung menyahut, "Dari sini biarkan aku yang menjawab... Itu pasti istana Penghakim!.." Ujarnya tanpa basa-basi.

__ADS_1


"Istana Penghakim!?... Lao Hu apa maksudmu!?.." Tanya Tang Lian dengan ekspresi yang sulit digambarkan.


Tang Lian terlalu terkejut, bingung, dan juga penasaran. Sementara semua wanita Tang Lian hanya terdiam, tampaknya pembicaraan ini tidak dapat di mengerti oleh mereka. Terkecuali Yun Mei, ia jelas tau kemana arah pembicaraan ini. Namun meskipun ia tau, ia tidak mengatakan sepatah katapun dan hanya menikmati tidurnya di pangkuan Tang Lian.


Apa yang membuat Tang Lian bingung adalah, ia sebagai manusia setengah dewa yang telah mewarisi gelar Sang Penghakim, mengapa ia tidak tau jika ada juga yang namanya istana Sang Penghakim? Dari namanya saja, orang bodoh pun tau jika keduanya saling berkaitan.


"Tuan, bukankah maksudku sudah jelas? Yang melakukanya adalah Istana Penghakim. Aku tau, Yun Zhang memberikan gelar Penghakim kepada tuan tentunya pasti memberikan istananya juga.." Ujar Lao Hu dan membuat Yun Mei yang sedari tadi diam kini menatap Lao Hu dengan tatapan tajam.


Hal itu dikarenakan ia ia bingung bagaimana Lao Hu bisa mengenal ayahnya? Sementara ayahnya adalah pemimpin dari para dewa.


Tang Lian bahkan tidak tau harus bagaimana untuk berekspresi. Pertanyaan yang sama muncul dibenaknya. Ketika Lao Hu menyebutkan nama Yun Zhang, ia tau itu pasti adalah ayah mertuanya. Ditambah lagi dengan reaksi Yun Mei saat ini, itu membuatnya semakin yakin.


"Bagaimana kau bisa mengenal ayahku?.." Tanya Yun Mei tiba-tiba.


Dengan pertanyaan Yun Mei barusan, kini Tang Lian sudah dapat memastikan nama ayah mertuanya. Setelah bertahun-tahun ia menikah dengan Yun Mei, baru sekarang dia mengetahui nama ayah mertuanya sendiri.


Jika ini diketahui oleh orang lain, maka Tang Lian pasti akan ditertawakan oleh banyak orang, karena bagaimana bisa ia tidak tau nama ayah mertuanya sendiri.


Menanggapi pertanyaan Yun Mei, Lao Hu justru tertawa, "Ha-ha-ha... Tampaknya rekan-rekan seperjuangan ku dulu kurang mengajarkan sejarah pada anak-anaknya.."

__ADS_1


"Tapi lupakan saja itu untuk saat ini, masih ada yang harus aku jelaskan kembali.." Lao Hu menarik nafas kemudian berkata lagi, "Istana Penghakim, itu dibangun oleh yang mulia Tang Lin lima ratus ribu tahun yang lalu, dan dia adalah Sang Penghakim pertama...


Seperti yang aku katakan sebelumnya, jika Istana itu dibangun pada saat orang-orang di alam rendah ini tenggelam dalam lautan keputusasaan yang dalam. Istana itu di bangun pada saat bangsa iblis menguasai delapan puluh persen seluruh alam rendah ini.


Dan hasilnya, istana yang dibangun itu berhasil mengusir bangsa iblis dari alam rendah dan kembali ke alam mereka. Namun saat itu, Yang Mulia Tang Lin harus berkorban banyak. Teman-temannya banyak yang mati pada saat perang melawan bangsa iblis.." Lao Hu memejamkan matanya, seraya mengingat satu per satu rekan-rekannya yang telah tewas pada saat perang itu.


"Lao Hu, jika tidak ingin mengingat kembali bagian yang menyedihkan maka lewati saja, tidak usah memaksakan diri.." Ujar Tang Lian yang paham dengan apa yang di rasakan Lao Hu.


Mengingat kembali rekan seperjuangan yang telah tewas di Medan perang, itu pasti menyedihkan bagi setiap orang yang merasakannya.


Setelah berpikir sejenak, Lao Hu kemudian memutuskan untuk melewati bagian menyedihkan itu. Setelah itu Lao Hu pun melanjutkan kembali ceritanya,


"Setelah berhasil mengusir para iblis itu, Yang Mulia Tang Lin kemudian memutuskan untuk pergi ke alam atas, namun sebelum ia pergi, ia berkata kepada saya semua pengikutnya di istana Penghakim, bahwa Istana yang ia bangun dengan penuh perjuangan itu tidak boleh terkait dengan urusan duniawi yang egois..


Istana Penghakim sudah banyak yang ingin menjalin hubungan dengannya dan untuk di manfaatkan. Namun Yang Mulia takut akan di manfaatkan dalam hal yang buruk, ia pun mengatakan jika Istana Penghakim itu netral, istana Penghakim hanya akan bergerak jika para iblis bergerak. Setelah itu barulah yang mulia bisa meninggalkan alam rendah dengan tenang.."


Lao Hu diam untuk sesaat, kemudian membuka matanya dan menatap Tang Lian dengan tajam, "Tang Lian! Aku akan bertanya padamu bukan sebagai seorang bawahan tetapi sebagai tangan kanan Yang Mulia Tang Lin!


Saat ini alam rendah sedang berada di ambang kembalinya era kehancuran! Apakah kau sanggup mengemban tugas berat sebagaimana ayahmu mengemban tugas itu di masa lalu!?.." Tanya Lao Hu dengan tegas!

__ADS_1


Ia yang sebelumnya selalu memperlakukan Tang Lian sebagai tuan dan selalu berbicara sopan dengannya, sekarang ia telah menunjukkan bahwa dirinya sangat berwibawa.


Ia sudah tidak peduli bagaimana tanggapan Tang Lian karena menyebut namanya, saat ini yang ia inginkan hanyalah jawaban Tang Lian, apakah ia sanggup mengemban tugas berat sebagaimana Tang Lin mengembannya lima ratus ribu tahun yang lalu?


__ADS_2