
"Jika kau bertanya apa yang harus kau lakukan, maka untuk sekarang seharusnya kau bermain saja seperti anak kecil lainnya.." Ucap Tang Lian yang tidak ingin Yan Feng terlalu memaksakan dirinya.
"Apa?..."
"Aku bilang seharusnya kau bermain saja seperti anak kecil lainnya. Usiamu masih jauh dari yang seharusnya, jika kau tetap memaksa untuk berlatih sekarang maka itu bisa menghancurkan tubuhmu menjadi cacat!!.." Ujar Tang Lian serius dan menatap Yan Feng dengan tajam.
Tatapan tajam Tang Lian membuat tubuh Yan Feng bergetar ketakutan dan menundukkan wajahnya. Namun meskipun demikian, ia masih mencoba untuk menjelaskan.
"T-tapi aku hanya berlatih teknik-teknik dasar saja agar memperkuat pondasi kekuatanku dimasa depan nanti..." Ujar Yan Feng takut-takut.
"Dengar bocah busuk! Kau masih punya waktu selama tiga tahun lagi dan kau sudah bisa berlatih sekeras apapun yang kau mau!." Ucap Tang Lian yang kemudian kesal karena keras kepalanya Yan Feng.
"Tapi aku berlatih juga tidak memaksakan diriku, aku berlatih sesuai dengan kemampuanku.."
Kata-kata Yan Feng itu membuat Tang Lian menepuk wajahnya sendiri dan membatin, "Anak ini mengapa sangat keras kepala!?.."
"Sesuai kemampuan dengkulmu!! Siang-siang bolong begini murid yang lainnya sedang beristirahat dan makan. Tapi kau? lihat apa yang kau lakukan! Jangankan apa yang terjadi didepan sekte sebelumnya, aku kembali saja kau tidak tau!.."
"Tapi..."
"Aaahhh!!! Tapi!! Tapi!! Tapi!! Tapi terus!! Aku sudah bosan mendengarnya, dan kali ini tidak ada tapi-tapian dan kau harus menurut!.." Ucap Tang Lian yang tidak tahan lagi dan akhirnya menarik telinga Yan Feng dan menyeretnya pergi dari sana.
"Aduh!.. Aduh!.. Aduh!.. Iya, aku tau... aku tau! Aku akan menurut!!.." Teriak Yan Feng yang merasakan telinganya hampir lepas.
Sedangkan para murid yang sebelumnya menonton, mereka dengan susah payah menahan tawanya. Tentunya mereka takut jika menertawakan Tang Lian, tetapi tingkahnya dan Yan Feng itu sungguh sangat ingin membuat mereka tertawa, sehingga mereka hanya bisa tertawa didalam hati.
__ADS_1
Sementara Jia Kun dan lima tetuanya yang masih berada diatas bangunan yang tertinggi sebelumnya, ia membatin, "Yan Feng ini sungguh mengejutkanku. Diusia yang masih sangat muda, kekuatan tubuhnya benar-benar luar biasa dan bahkan bisa menahan pukulan menantuku. Tapi sayangnya ia masih terlalu muda untuk mulai berkultivasi. Seandainya saja bisa menemukan solusi agar ia bisa berlatih sekarang...."
Merasa apa yang ia pikirkan itu tidak berguna, lalu Jia Kun menggelengkan kepalanya lalu kembali ke tempatnya berkultivasi sebelumnya. Dan begitu pula dengan lima tetuanya, didalam hatinya mereka benar-benar memuji dan mengagumi Yan Feng, tapi sekali lagi mereka harus kecewa karena Yan Feng masih terlalu muda.
Disisi Yan Feng dan Tang Lian, mereka berdua berjalan dengan santai kearah kediaman mereka. Seraya berjalan Yan Feng menggosok-gosok telinganya yang sebelumnya ditarik oleh Tang Lian.
"Paman Lian sama sekali tidak berbeda dengan bibi Mei, mereka berdua sangat suka menarik telingaku humph!!.." Batin Yan Feng kesal dan membuat ekspresi wajah yang ingin menangis dan menundukkan wajahnya.
Tang Lian yang menyadari itu kemudian menghentikan langkahnya dan Yan Feng menabraknya karena tidak melihat.
"Aduh!... Paman Lian, mengapa tiba-tiba berhenti?.." Tanya Yan Feng yang bingung.
Tang Lian menghela nafas panjang lalu berbalik dan menekukkan sebelah kakinya dan mensejajarkan diri dengan Yan Feng. Tang Lian lalu memegang telinga Yan Feng dan mengelusnya dengan lembut.
"Apakah masih sakit? Maaf aku terlalu berlebihan.." Ucap Tang Lian meminta maaf dengan tulus.
"Panggil aku ayah seperti sebelumnya mengerti?.."
Deg!!
Yan Feng sangat terkejut mendengar itu, pada saat pertandingan sebelumnya ia memanggil Tang Lian sebagai ayah karena para murid-murid itu menganggapnya demikian. Namun setelah para murid itu tidak ada dan hanya menyisakan mereka berdua, Yan Feng merasa tidak enak jika terus memanggil Tang Lian dengan sebutan ayah.
Namun setelah Tang Lian menyuruhnya untuk tetap memanggil dirinya ayah, Yan Feng merasa darahnya berhenti mengalir, ia merasa ia baru saja tersambar petir.
"A-ayah?..."
__ADS_1
"Benar, panggil saja aku ayah..."
"T-tapi... Apakah aku benar-benar pantas menjadi putra paman..." Ujar Yan Feng karena memang benar ia merasa dirinya itu kurang pantas.
Mengingat bagaimana kuatnya Tang Lian, bagaimana kayanya Tang Lian, membuat Yan Feng berpikir jika kasta mereka sangat jauh berbeda. Bukan hanya itu saja, Yan Feng juga mengingat semua jasa Tang Lian sangat besar kepada dirinya dan ibunya, membuat Yan Feng semakin yakin jika kasta mereka sangat jauh berbeda.
"Pantas atau tidaknya kau menjadi putraku, itu bukanlah kau yang memutuskan, tetapi aku. Setelah aku mengangkatmu menjadi putraku maka kau tidak punya hak untuk menolak." Ujar Tang Lian memaksa.
Sementara itu, Yun Mei dan keempat wanita lainnya mengintip dari kejauhan. Semua wanita itu entah apa yang mereka pikirkan sehingga mereka memilih untuk bersembunyi dan melihat diam-diam.
"Lihat itu saudari Fei, untuk mendapatkan hatimu pria mesum itu memulainya dari putramu!!.." Bisik Wu Sue pelan, tapi sebenarnya ia kesal dan cemburu.
"Saudari Wu Sue, mengapa kamu terlihat kesal? Apakah kamu cemburu?.." Tanya Jia Li yang heran dengan Wu Sue.
"Cemburu? Kenapa aku harus cemburu? Aku hanya kesal saja karena dia baru saja kembali tapi tidak memiliki waktu untuk kita.." Ujar Wu Sue menjelaskan.
Yun Mei hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika mendengar pembicaraan kedua orang itu. Sementara Fei Fei, ia sama sekali tidak peduli tentang apapun yang dibicarakan oleh kedua wanita itu dan ia tetap diam dan menatap Tang Lian dan putranya yang sedang berbincang. Namun meskipun ia diam, tapi sebenarnya ia sedang menatap wajah tampan Tang Lian.
Sejak pertama kali mereka bertemu, paras Tang Lian yang sangat tampan dan sempurna itu tidak pernah bisa ia lupakan, ia seperti ingin terus menatap wajah itu selamanya.
Sedangkan disisi Tang Lian, ia tau apa yang Yan Feng pikirkan sekarang. Dan ia merasa itu wajar jika Yan Feng berpikir jika ia tidak pantas menjadi putranya. Oleh karena itu Tang Lian kemudian menjelaskan, memangnya apa bedanya kaya atau miskin? Apa bedanya kuat atau lemah? Bukankah semuanya itu juga manusia?.
Tang Lian menjelaskan itu panjang lebar hingga akhirnya Yan Feng bosan mendengarnya. Bagaimana pun juga Yan Feng masihlah sangat kecil, dijelaskan serinci apapun itu dia masih belum bisa mengerti sepenuhnya.
Namun karena ia sudah bosan mendengar penjelasan Tang Lian, ia kemudian menganggukkan kepalanya dan mau menjadi putranya Tang Lian.
__ADS_1
"Bagus! Dan ingat, mulai sekarang namamu adalah Tang Feng..." Ucap Tang Lian dan tersenyum senang.