PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 222 "Kau Tidak Bisa Egois!"


__ADS_3

Saat ini Tang Lin berjalan paling depan diikuti oleh prajuritnya dari belakang. Tubuh Tang Lin sudah bermandikan darah! Darah itu bukanlah darah iblis yang ia siksa hingga mati. Namun itu adalah darah rakyat Kekaisaran Yu yang melempari nya dengan telur busuk sebelumnya. Diantara semua orang itu hanya satu yang selamat, yaitu seorang anak kecil yang berusia sembilan tahun.


Meskipun Tang Lin kejam dan pendendam, ia masih tidak tega menyakiti anak kecil. Oleh karena itu ia melepaskannya, namun tidak dengan sisanya. Semuanya dibunuh oleh Tang Lin sendiri dengan cara yang sangat sadis! Potongan tubuh serta organ-organ dalam manusia berserakan dimana-mana.


Mata Tang Lin menatap kedepan dengan tajam seraya berjalan. Tang Lin juga bukan orang baik dan bukan pula orang jahat. Ia hanya memusuhi orang yang memusuhinya, dan musuh utama Tang Lin adalah para iblis. Jadi jangan sekali-kali seseorang memprovokasi Tang Lin, atau orang itu akan berakhir menyedihkan seperti rakyat Kekaisaran Yu.


Hati Tang Lin saat ini dipenuhi oleh dendam yang membara, ia bahkan memiliki niat untuk menginvasi kembali alam iblis. Rasanya saat ini ia menyesal mengapa dulu Tang Lin tidak menghabisi seluruh iblis itu, padahal ia memiliki kemampuan untuk melakukan itu.


"Alam iblis! Kalian tunggu saja! Kehancuran kalian hanya tinggal menghitung hari!.. " Gumam Tang Lin sangat dendam.


****************


Disisi Tang Lian, ia dan Sun Hai sedang mengejar-ngejar seekor ular berkepala tiga.


"Sun Hai! Serang kepalanya! Itu adalah kelemahannya!." Ujar Tang Lian memberitahukan seraya mengikuti ular itu berlari dari kiri. Sedangkan disebalah kanan, Sun Hai si kera api mengejar dengan tongkatnya.


Dari kiri dan kanan ular itu telah dikepung, ia hanya bisa melata dengan cepat kearah depan. Tapi Tang Lian dan Sun Hai dua tingkat diatas nya, dan sudah pasti ular itu terkejar.


"Rrooaaarrr!!" Sun Hai meraung dan melompat keatas seraya mengayunkan tongkatnya kearah kepala ular itu.


Tapi ular itu berhenti mendadak dan mengangkat kepalanya untuk menghindari. Tongkat panjang Sun Hai mengenai tanah, sementara Tang Lian sudah berada dibelakang ular itu.


"Kena kau! Teriak Tang Lian bangga seraya mengayunkan tinjunya kearah salah satu kepala ular itu.


" Bamm! "


Salah satu kepala ular itu hancur berkeping-keping dalam satu pukulan. Ular itu meliuk-liuk kesakitan, Tapi karena ia memiliki tiga kepala ia masih belum mati.


Memanfaatkan kesempatan saat ini, Sun Hai kembali mengayunkan tongkatnya dan memukul kepala ular itu yang lain. Sekarang kepala ular itu tersisa satu.

__ADS_1


Tang Lian sudah mengambil kuda-kuda untuk menghancurkan kepala ular itu yang tersisa, namun sebuah pedang melesat dengan cepat dari depan wajahnya dan menancap di kepala ular itu.


Ekspresi Tang Lian seketika berubah marah, ia menoleh kearah asal serangan dan berteriak, "Siapa yang berani menyerangku!.. "


Tapi setelah melihat siapa yang orang itu, Tang Lian melotot tak percaya, "K-kau Wang Long! Apa kau ingin membunuhku!.. " Ujarnya seraya menunjuk Wang Long yang melayang diatas udara dengan tangan gemetar.


"Aku tidak berniat untuk membunuhmu tuan, tapi aku akan memukulimu jika kau pergi sendirian lagi." Jawab Wang Long lembut tapi mengancam.


Dengan segala keanggunan nya dia turun dan mendekat kearah Tang Lian.


Wajah cantik yang tidak kalah dari Yun Mei membuat Tang Lin terpesona. Dadanya yang sedikit terbuka dan memperlihatkan belahan gunung kembarnya membuat Tang Lian menelan ludah nya. Kulit putih nya yang mulus membuat Tang Lian tidak bisa berhenti menatapnya.


Jika Tang Lian menatap kagum kearah Wang Long, maka Sun Hai gemetar ketika menatapnya. Pasalnya Sun Hai tau jika Wang Long adalah binatang buas surgawi yang legendaris dan sangat langka. Wang Long juga sengaja tidak menyembunyikan jati dirinya karena ia malas meladeni binatang buas yang akan hendak menyerangnya.


"Aku tidak pernah meninggalkanmu Wang Long, aku hanya ingin kau tetap tinggal bersama para istri ku untuk menjaganya. Jika kau pergi seperti ini, siapa yang akan menjaga mereka?.. " Tanya Tang Lian tegas.


Kecantikan Wang Long tidak akan membuat Tang Lian berkurang ketegasan nya.


"Tapi... "


"Tidak ada tapi tapian tuan, kau tidak perlu mengkhawatirkan para istri mu. Karena mereka juga buka orang yang lemah. Lebih baik kau khawatir kan dirimu sendiri, dengan monyet bodoh ini sebagai pengawal mu kau bisa mati kapan saja."


"Apa kau mengejekku Long?"


"Aku tidak akan berani mengejek tuanku, tapi kau tidak lagi kuat seperti dulu. Sadari itu tuan, aku hanya tidak ingin kau terluka. Lagi pula sebagai bawahan sudah seharusnya aku melindungi mu dan bukan orang lain.. "


"Jadi selama ini para istriku kau anggap orang lain begitu? " Tanya Tang Lian semakin serius.


Tang Lian tidak meragukan kesetiaan Wang Long, tapi pernyataan nya barusan membuat Tang Lian tidak senang.

__ADS_1


"Bukan seperti itu, aku menganggap mereka keluarga, tapi aku lebih memprioritaskan dirimu tuanku.. " Jawab Wang Long lagi.


Tang Lian menggeleng kan kepalanya, "Lalu apa kau berniat mengikutiku? "


"Tentu saja, jika tidak aku tidak akan datang kemari.. "


"Pulang lah.. " Ucap Tang Lian mengusir dengan lembut.


"Apa? "


"Aku bilang lebih baik kau pulang saja, aku ingin berpetualang dan mendapatkan kembali kekuatan ku dengan kekuatan ku sendiri.. " Ucap Tang Lian menjelaskan. Ia takut Wang Long akan tersinggung dengan kata-kata nya barusan. Oleh karena itu ia menjelaskan nya.


Ekspresi Wang Long langsung berubah murung, ia pikir mungkinkah Tang Lian tidak menyukainya?


"Baiklah, aku akan pergi jika kamu mengusirku.. " Jawab Wang Long dan berbalik. Ketika dia ingin melangkahkan kakinya Tang Lian tiba-tiba meraih tangannya.


"Aku tidak mengusirmu Wang Long, aku sudah menjelaskan keadannya. Aku masih khawatir dengan istriku, kau tahu mereka sedang hamil.. " Tang Lian menjelaskan lagi karena ia tahu naga betina ini pasti sedang ngambek.


"Aku sudah bilang juga, ada kaisar Long Tian disana, dia adalah seorang kaisar dan ayah mertuamu, dia bukan orang lemah."


"Tapi tetap saja... "


"Mengapa kau tidak bisa mengerti jika aku mengkhawatirkan mu!? Jika kau mati diluar sana bagaimana menurutmu perasaan para istrimu!? Terlebih lagi aku, sebagai bawahan mu aku pasti akan menyesal seumur hidup! Tuan, kau tidak bisa egois meskipun kau melakukan ini untuk para istri mu. Kau harus memikirkan perasaan istrimu... " Ucap Wang Long tiba-tiba sangat serius dan memarahi Tang Lian.


Sementara Sun Hai hanya bisa diam sambil mendengarkan. Dalam hatinya ia berkata baru kali ini ada bawahan yang memarahi tuannya.


Suasana di tempat ketiganya langsung hening seketika, hanya terdengar suara angin yang berhembus dan membuat pepohonan bergoyang-goyang.


"Baiklah, jika tuan tetap keras kepala aku akan pergi. Bagaimana pun kau adalah tuanku, tentu aku harus mematuhi mu.. " Wang Long berbalik dan hendak pergi, "Selamat tinggal.. "

__ADS_1


Satu hal yang dirasakan Tang Lian ketika Wang Long mengucapkan selamat tinggal yaitu perasaan buruk!


__ADS_2