
Sementara disisi Ling Yuan, dia juga melakukan hal yang sama dengan suaminya yaitu membuka peti es itu dan menatap wanita cantik yang berambut biru tertidur didalamnya dengan tatapan mata berair.
"Adik Yue Yan.... Putra kita telah tumbuh dewasa dan menjadi seorang pria yang hebat..." (Yue Yan artinya CANTIK dan ANGGUN.)
"Dan meskipun aku tidak pernah merawatnya dengan baik tapi aku sangat mencintainya. Meskipun sebenarnya kamu adalah ibu kandungnya namun dia juga terlahir melalui rahimku...." Ungkap Ling Yuan seraya memegang tangan Yue Yan yang tertidur dalam peti es itu dan meletakkannya di pipinya.
Ling Yuan juga tidak bisa menahan air matanya ketika dia mengungkapkan semuanya pada Yue Yan yang telah tertidur didalam peti es itu selama ratusan ribu tahun.
"Tapi hanya karena putra kita melakukan sebuah kesalahan yang sebenarnya bisa di abaikan suami kita memotong tangan kanannya dan bahkan hampir membunuhnya lalu mengatakan dia tidak menginginkan putra kita!!!.." Ungkap Ling Yuan yang tiba-tiba ekspresi wajahnya berubah sangat marah.
Apa yang dikatakan oleh Ling Yuan adalah benar, dimana sebenarnya masalah Tang Lian yang berhubungan dengan ketiga kakaknya bisa saja di abaikan karena dimasa depan ketiga kakaknya itu juga menjadi istrinya karena itu adalah aturan yang telah ditetapkan untuk menjaga garis darah mereka.
Ling Yuan bercerita banyak tentang bagaimana putra mereka bertingkah sangat manja. Dia banyak bercerita tentang putranya itu dimana dia sangat mirip dengan Yue Yan dan yang berbeda hanyalah warna rambutnya saja. Selama dua jam Ling Yuan bercerita dan berderai air mata di dekat peti es itu dan keluar lagi setelahnya.
Sedangkan disisi ketiga putri kembar, mereka mengurung diri didalam kamar yang sama dan bahkan tidak ingin berjumpa dengan ayahnya karena mereka sangat kecewa dengan ayahnya. Mereka bahkan mengancam tidak mau makan apapun jika adik mereka tidak segera kembali kesisi keluarga mereka.
Oleh karena itu Tang Lin merasa sangat pusing memikirkan semuanya, dia marah karena putranya telah melanggar ketentuan, tetapi dia juga menyadari jika sebenarnya ketiga putri kembar itulah yang memulai, dan kesalahannya adalah karena ia tidak bertanya terlebih dahulu dan langsung asal main pukul sendiri dan mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak ia katakan.
Saat ini Tang Lin dan yang lainnya hanya bisa berharap dengan rencana Lao Hu yang ingin membawa Tang Lian kembali kesisi mereka dengan perlahan.
Sementara itu di sisi Tang Lian, ketika ia dan yang lainnya berjalan ditengah hutan, tiba-tiba matanya merasa silau dengan cahaya biru yang sangat terang dari samping kanannya.
"Apa itu?.." Tang Lian langsung menghentikan langkahnya dan kembali berjalan kearah cahaya itu.
__ADS_1
"Bunga apa ini?.." Tang Lian merasa heran dengan bunga yang ia lihat. Bunga itu tampak seperti bunga teratai yang berwarna biru tetapi memiliki pohon berduri dan bunga itu sangatlah kecil seperti bunga putri malu.
Tang Lian terus menatap bunga itu dengan bingung, dia telah mencari didalam kepalanya tentang bunga itu tetapi sayangnya dia tidak menemukan pengetahuan apapun tentang bunga aneh itu
"Ah sudahlah, biar aku cabut saja. Siapa tau dimasa depan ada yang tau bunga apa ini dan apa manfaatnya.." Gumam Tang Lian yang kemudian mencabut bunga itu dengan hati-hati dan memasukkannya kedalam cincin penyimpanannya.
"Kakak Lian, apa yang kamu temukan?.." Tanya Long Xia Shi penasaran.
"Hanya bunga biasa yang tidak berguna..." Jawab Tang Lian yang memang merasa bunga itu tidak berguna karena tidak tau apa manfaatnya.
"Boleh aku melihatnya?.." Kata Long Xia Shi dengan mata yang berbinar. Yah, jika sudah menyangkut tentang bunga maka Long Xia Shi adalah orang yang paling bersemangat.
"Hanya bunga biasa yang sama seperti aku pasangkan dirambutmu itu.." Jawab Tang Lian yang terlalu malas untuk mengeluarkan kembali bunga itu.
Ekspresinya itu bukannya membuat Tang Lian mengeluarkan kembali bunga itu tapi justru mencium pipinya karena dia merasa sangat imut.
"Sudahlah, jangan membuat ekspresi yang terlalu imut, nanti aku tidak bisa menahan keinginan untuk terus mencium pipimu.." Ucap Tang Lian seraya mengelus rambut Long Xia Shi.
Long Xia Shi terus saja tidak peduli dan tetap memalingkan wajahnya dan menggembungkan pipinya. Karena disuatu sisi dia merasa sangat bahagia ketika Tang Lian memberikan perhatian penuh padanya. Itu adalah salah satu keanehan pada wanita, yaitu dia merasa kesal tapi sebenarnya dia juga sangat senang.
Sementara kedua pasangan itu tengah bermesraan, Zhao Yu merasa sangat lelah dan perlahan pandangannya kabur, Zhao Yu bertumpu pada tombaknya agar tetap berdiri tapi pada akhirnya dia tidak tahan lagi.
"K--kakak, kurasa sebaiknya kita beristirahat disini sejenak..."
__ADS_1
"Bruk!"
Setelah mengatakan itu tiba-tiba Zhao Yu terjatuh dan pingsan. Tang Lian dengan cepat menangkap tubuh Zhao Yu agar tidak menyentuh tanah.
"Zhao Yu, ada apa denganmu!?.." Tang Lian panik dan menampar wajah Zhao Yu beberapa kali dengan tamparan tidak kuat agar bangun kembali. Tapi meskipun demikian Zhao Yu juga tidak bangun. Sedangkan Lao Hu tertidur pulas diatas kepala Tang Lian dan tidak mengetahui apa yang sedang terjadi.
Tang Lian takut terjadi apa-apa dengan Zhao Yu, jadi dengan cepat dia membaringkannya di atas tanah lalu memeriksa keadaannya. Setelah memeriksanya Tang Lian mendapati jika Zhao Yu kehabisan energi dan sangat lelah. Pada awalnya ia bingung mengapa Zhao Yu bisa menjadi kehabisan energi, tapi kemudian ia mengingat ledakan bola meteor pertama yang tiba-tiba.
Pada saat itu Tang Lian sendiri saja juga mendapatkan beberapa luka bakar di beberapa bagian tubuhnya, lalu bagaimana dengan Zhao Yu yang ranahnya jauh dibawah Tang Lian. Memikirkan itu membuat Tang Lian menjadi lebih khawatir lagi, kemudian ia memeriksa kembali tubuh Zhao Yu dan menemukan luka yang lebih parah dari dirinya.
"Kita istirahat disini, adik Shi tolong bantu aku membangun tenda!!.." Ucap Tang Lian tergesa-gesa lalu meletakkan Zhao Yu dibawah sebuah pohon setelah itu ia membangun tenda dengan bantuan Long Xia Shi.
Lao Hu yang terganggu dengan teriakan Tang Lian kemudian terbangun, pada awalnya dia bingung apa yang sebenarnya terjadi. Tapi setelah memperhatikan ia akhirnya mengerti lalu kemudian ikut membantu. Meskipun bantuan Lao Hu tidak banyak tapi itu cukup untuk mempersingkat waktu.
Sepuluh menit kemudian dua tenda telah selesai dibangun dan dengan gerakan cepat Tang Lian mengangkat Zhao Yu dan menaruhnya dipundaknya lalu membawanya masuk kesebuah tenda dan meletakkannya kembali.
Dengan tergesa-gesa karena sangat khawatir, Tang Lian mengeluar beberapa tumbuhan obat dan botol-botol kecil dari cincin penyimpanannya. Setelah itu ia merobek baju Zhao Yu, Tang Lian sangat terkejut dan terdiam beberapa detik karena hampir seluruh tubuh Zhao Yu semuanya terdapat luka bakar.
"Adik Shi, sebaiknya kamu tunggu aku diluar!!.."
"Baiklah..." Jawab Long Xia Shi yang sama sekali tidak membantah karena dia tau apa yang selanjutnya akan Tang Lian lakukan.
Setelah Long Xia Shi keluar dari tenda itu, Tang Lian kembali merobek seluruh pakaian Zhao Yu termasuk juga bajunya dan hanya meninggalkan kain putih yang menutupi bagian intimnya saja, lalu ia memulai mengobati Zhao Yu.
__ADS_1