PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 125 "Ibu Adalah Seorang Nenek-Nenek?"


__ADS_3

Sosok iblis yang sebenarnya itu berbeda dengan manusia yang berubah bentuk menjadi iblis. Iblis yang sebenarnya itu memiliki aura yang jauh lebih menjijikkan dan lebih gelap, serta bentuknya yang jauh lebih jelek dan mengerikan.


Berbeda dengan manusia yang jatuh kedalam kegelapan dan berubah menjadi ibli, bisa dikatakan bentuk yang manusia itu pakai hanyalah setengah dari iblis itu saja. Lagi pula manusia tidak akan pernah bisa menjadi iblis seutuhnya karena itu adalah ketentuan langit, manusia itu hanya meminjam bentuk tiruan dari setengah bentuk asli iblis itu.


"Jadi kau adalah benar-benar iblis asli..." Ling Yuan berkata pada Mao Rue yang diikat disebuah tiang dan berdampingan dengan Lang Xiao dengan dingin seraya mengeluarkan sebuah cambuk yang juga mengeluarkan aura merah seperti darah.


Ketika Mao Rue melihat cambuk itu, matanya melotot seakan mata itu bisa melompat kapan saja dan wajahnya yang memucat.


"C-cambuk I-itu...." Mao Rue berkata dengan sangat takut.


"Oh? Jadi kau mengenal cambuk ini ya... Hehehe..." Ling Yuan terkekeh dengan seringai kejam seperti psikopat.


"D-dari mana kau mendapatkannya? Apa kau memiliki hubungan dengan Dewi Yuan?..."


Mendengar pertanyaan itu, membuat Ling Yuan dan ketiga putrinya tertawa terbahak-bahak karena pertanyaannya itu sungguh konyol.


"Dewi Yuan? Siapa itu? Aku tidak mengenalnya, yang aku tau aku telah menghukum banyak iblis sepertimu dengan sangat kejam menggunakan cambuk ini..."


Ling Yuan berkata seraya berjalan mendekat. Dari kata-kata Ling Yuan Barusan kini Mao Rue sadar jika dia sedang berbicara dengan Dewi Yuan itu sendiri, dan itu membuat wajahnya kian memucat.


Namun, meskipun demikian tidak ada yang bisa menyelamatkannya dari penyiksaan Ling Yuan, dia mencambuki seluruh tubuh Mao Rue dengan sangat kejam. Ling Yuan bahkan tidak membiarkan Mao Rue mati karena kesakitan, karena ketika dia sekarat Ling Yuan kembali menyembuhkannya lalu menyiksanya kembali.


"Cetar!.... Cetar!.... Cetar!...."


Suara cambuk yang menghantam Mao Rue itu menggema dengan sangat keras diiringi dengan teriakan kesakitan dan keputus asaan dari Mao Rue.


"Hentikan! Tolong hentikan! Aku sungguh tidak sanggup lagi menahan semua rasa sakit ini..." Mao Rue memohon pengampunan pada Ling Yuan seraya menangis.


"Kau terlalu bodoh untuk meminta pengampunan padaku, kebencianku terhadap kalian para iblis yang selalu berbuat seenaknya dimanapun kalian berada itu jauh sangat besar dari yang kau pikirkan.." Ling Yuan berkata seraya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Kebencian? Memangnya kebencian apa yang kau miliki padaku? Aku bahkan baru bertemu denganmu. Hanya karena aku adalah seorang iblis kau menyiksaku begitu kejam! Apakah kau tau jika kami para iblis juga mahluk hidup! Kami juga ingin hidup damai seperti mahluk lainnya! Jangan berpikir hanya karena bentuk kami yang buruk ini kau menginjak-injak harga diri kami! Memangnya kau pikir hanya kalian para manusia saja yang diciptakan oleh Langit? Kami para iblis juga mahluk yang diciptakan oleh langit bajingan!!." Mao Rue berteriak marah karena kata-kata Ling Yuan barusan jika dia memiliki kebencian yang dalam terhadap para iblis.


"Mahluk langit? Kau berkata seolah-olah kalian para iblis adalah mahluk yang paling menderita... Kau berkata seakan kalian para iblis adalah yang selalu tertindas..." Ling Yuan berkata seraya menggenggam erat cambuknya.


"Bukankah itu adalah kenyataanya? Lihatlah sekarang, buktinya kau tiba-tiba menyerang ku dan menyiksaku seperti ini!."


"Heheheh... Kenyataan? Kau ingin berbicara tentang kenyataan!? Baik! akan aku katakan kenyataan yang sesungguhnya padamu!.. Lima ratus ribu tahun yang lalu, kekaisaran Ling, kalian para iblis memperdaya para menteri kaisar yang merupakan ayahku! Kalian menghancurkan kekaisaran Ling dengan perlahan tanpa sepengetahuan ayahku! Kalian meminum darah dari rakyat kekaisaran Ling lima ratus ribu tahun yang lalu! Terlebih lagi kalianlah yang membunuh ayahku! Meminum darah ibuku!! Apa kau pikir aku dapat melupakan itu begitu saja? Dan bahkan sampai sekarang sifat kalian sama saja seperti dulu, tidak ada yang berubah meskipun suamiku memilih mengampuni ras iblis kalian karena suatu hal yang rumit!!..."


Ling Yuan berteriak sangat marah, seolah dia mengingat masa lalu yang kelam dan kembali membuka luka lama yang tersembunyi.


"Kak, lihatlah ibu sepertinya ibu sedang marah besar..." Tang Yua berbisik pada kakaknya Tang Yue seraya memperhatikan ibunya dari jarak dua puluh meter.


"Aku penasaran apakah yang dikatakan ibu itu semuanya benar ataukah ibu hanya mengarang cerita.." Ujar Tang Yui dengan penasaran lagi.


"Jika dilihat dari kemarahan ibu, sepertinya itu benar, karena baru kali ini aku lihat ibu sepertinya marah besar..." Tang Yue menjawab rasa penasaran kedua adiknya meskipun jawaban itu hanya asumsinya saja.


"Tapi kakak, bukankah itu berarti ibu sudah sangat tua?." Ujar Tang Yua lagi seraya memegang dagunya.


Sedangkan Tang Yue hanya melirik kiri kanan secara bergantian dan mendengarkan pembicaraan bodoh kedua adiknya itu dengan tatapan masam.


"Benar benar... Aku penasaran bagaimana rupa ibu yang sebenarnya yang nenek-nenek itu..." Tang Yua menyahut lagi dan terlihat dengan konyol dia memainkan jari telunjuknya.


"Hehehe... Aku kira itu akan sangat luc- Aduh... aduh... aduh..." Tang Yui tiba-tiba menghentikan kata-katanya karena merasa sakit ditelinga dan begitu juga dengan Tang Yua yang sama-sama merasakan ada tangan yang menarik telinganya.


"Kalian ini ya! Ibu itu sedang marah besar tapi kalian malah membicarakan sesuatu yang konyol!.." Ujar Tang Yue dengan kesal seraya menarik telinga kedua adiknya.


"Iya... iya... iya... kami salah, kami minta maaf.." Teriak Tang Yua dan Tang Yui secara bersamaan.


"Humph!!.."

__ADS_1


Tang Yue hanya mendengus dan melepaskan tangannya dari telinga kedua adiknya, namun di batinnya dia juga sebenarnya sama penasarannya apakah yang dibicarakan kedua adik kembarnya itu benar, bahkan muncul beberapa gambaran yang dia imajinasikan bagaimana sebenarnya rupa ibunya yang nenek-nenek itu.


Melihat kakaknya yang terdiam seraya memejamkan mata yang sedang membayangkan rupa ibunya yang nenek-nenek, kemudian Tang Yua dan Tang Yui bertanya.


"Kakak, apa yang kamu pikirkan?." Tang Yua bertanya dengan penasaran.


"Ah... tidak ada!!.." Tang Yue menjawab dengan cepat.


"Hehehe... Apakah kakak sedang membayangkan ibu yang rupanya nenek nenek?.." Tang Yua kembali bertanya seraya terkekeh.


."I-itu tidak benar...!." Tang Yue menjawab dengan gagap dan malu karena adiknya tau apa yang dia pikirkan.


"Cih... Memarahi kami yang sedang memikirkan itu, tapi dia sendiri sedang memikirkan itu, dasar kakak pembohong!." Tang Yui mendecihkan lidahnya dan berkata seraya memalingkan wajahnya dan tangan dilipat didadanya.


"Aku sudah bilang aku tidak memikirkan itu!.." Jawab Tang Yue yang tiba-tiba kesal sendiri.


"Humph!!.. Adik Yua, lihatlah wajahnya itu, terlihat jelas kalau kakak hidung pesek ini sedang berbohong!." Ujar Tang Yui dan mengejek kakaknya itu dengan hidung pesek.


"Kau!!."


"Aku apa ha? Tanyakan saja pada Adik Yua itu, apakah kamu pesek atau tidak..."


"Itu memang benar, kakak Yue memang pesek, jadi seharusnya kakak tidak perlu marah..." Tang Yua membenarkan kata-kata kakaknya dan akhirnya membuat Tang Yue sangat kesal.


"Kalian dasar dada rata dan pantat rata! Akan kubunuh kalian!.."


"Adik Yua Lariii!!!."


Dan pada akhirnya, Tang Yue mengejar-ngejar kedua adiknya yang berlarian kesana kemari disekitaran istana. Tang Yue sangat kesal jika seseorang menyebut hidung pesek padahal itu adalah kenyataan.

__ADS_1


Sedangkan Long Tian tidak tau apakah harus tertawa atau menangis ketika melihat tingkah konyol ketiga putri kembar itu, ibunya sedang marah besar dan menyiksa seorang iblis yang terikat, tapi justru mereka bertiga bertingkah seperti anak kecil, berlarian kesana kemari dengan saling melempar ejekan satu sama lain. Melihat itu Long Tian hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Disisi lain, seseorang yang baru saja tertawa tiba-tiba berteriak marah dan mengambil palu dan memukul HP nya, dan ternyata itu adalah para pembaca yang ngamuk karena tiba-tiba bersambung😂😂😂


__ADS_2