
Sebuah portal tiba-tiba terbuka dan mengeluarkan dua orang dari dalamnya. Kedua orang itu melihat sekelilingnya yang dipenuhi oleh tulang-tulang manusia yang telah mati.
"Uuuhhkk!!!.."
Salah satu orang itu yang berjubah hitam dan matanya merah, terbatuk dan memuntahkan banyak darah dari dalam mulutnya.
"Yang Mulia!! Anda baik-baik saja!!?.." Orang yang satunya lagi buru-buru memapah orang yang dia sebut Yang Mulia.
"Bodoh! Apa kau tidak lihat aku terluka sangat parah karena menyelamatkanmu!!.." Ujar pria berjubah hitam itu marah.
"Yang Mulia, aku...."
"Mao Feixiang, mengapa kau begitu bodoh dan memilih bertarung dengan harimau itu!!.." Tanya pria berjubah hitam itu yang memotong kata-kata Mao Feixiang.
"Maaf Yang Mulia, tapi aku kira aku sudah cukup kuat.." Mao Feixiang meminta maaf dan perasaan malu yang sangat besar dihatinya.
"Lao Hu adalah salah satu yang terkuat setelah Tang Lin sendiri. Bagaimana kau bisa berpikir seperti itu sedangkan aku saja hampir mati melawannya!!.."
Menyadari kenyataan itu membuat Mao Feixiang menjadi sangat malu lagi dan mengutuk dirinya yang sangat bodoh.
__ADS_1
"Setelah ini kau renungkan saja kesalahanmu. Lalu berlatihlah dengan keras agar rencana kita berjalan lancar..!" Ujar pria berjubah hitam itu lagi lalu menghilang entah kemana.
Mao Feixiang mau tidak mau harus mematuhi apa yang dikatakan oleh pria berjubah hitam itu. Karena pria berjubah hitam itu adalah salah satu orang yang sangat disegani dan ditakuti dikalangan para iblis.
Sementara itu Tang Lian dan yang lainnya melanjutkan perjalanan mereka kembali ke sekte elang besi.
"Lao Hu, bagaimana dengan lukamu?.." Tanya Tang Lian yang sedikit khawatir pada Lao Hu yang tidur dikepalanya.
"Tuan, yang terluka hanyalah kaki kananku saja.."
"Kaki kanan?.."
"Benar tuan, tehnik tubuh kehancuran yang orang itu gunakan memiliki sifat korosi yang mengerikan! Jika bukan karena aku yang langsung menyadari itu takutnya aku sudah kehilangan kaki kananku sekarang.." Jawab Lao Hu serius.
Lao Hu mengetahui jika Tang Lian tengah memikirkan banyaknya pertanyaan yang muncul di kepalanya lalu dia berkata, "Tuan, aku tau sekarang banyak pertanyaan yang muncul di pikiran Anda, tapi maaf aku tidak bisa menjawabnya karena aku tidak berhak. Dan satu-satunya yang berhak menjawab semua pertanyaan tuan hanyalah Yang Mulia Tang Lin.."
"Jika kau tidak ingin menjawab maka tidak apa-apa, aku juga sudah tidak ingin berhubungan lagi dengan bajingan tua itu!!.." Ujar Tang Lian yang masih membenci ayahnya.
Setelah itu dengan suasana yang hening Tang Lian dan yang lainnya melanjutkan perjalanan.
__ADS_1
Sementara itu di alam atas kekaisaran Tang. Tang Lin terlihat memasuki sebuah ruangan. Didalam ruangan itu terdapat sebuah peti yang terbuat dari es yang sangat dingin. Disekeliling peti itu terdapat empat pilar yang menjaga peti es itu agar tidak mencair.
Tang Lin dengan perlahan berjalan kearah peti itu lalu membukanya, dan terlihatlah seorang wanita berambut biru dan pakaian putih agak kebiruan, kemudian Tang Lin menatapnya dengan mata yang berair.
Ketika Tang Lin menatap wajah wanita cantik yang tertidur didalam peti es itu, dia tidak bisa untuk menahan air matanya agar tidak menetes.
"Yan'er... A-aku telah gagal sebagai seorang ayah. A-anak kita telah tumbuh dewasa tapi aku tidak pernah mendidiknya dan bahkan aku mengatakan aku tidak menginginkan anak sepertinya. Yan'er tolong jawab aku, apakah kamu membenciku?.." Ungkap Tang Lin sangat sedih seraya memegang pipi wanita cantik yang tertidur dalam peti es itu.
Tidak sampai disitu, Tang Lin kemudian melanjutkan kembali kata-katanya, "Kamu tau jika aku sangat mudah marah dan sering kali mengeluarkan kata-kata yang tidak sejalan dengan hatiku. Dan sekarang karena sifatku itu anak kita telah pergi dan memutuskan hubungan kita karena sangat membenciku.... Ayolah Yan'er jawab aku, apakah kamu membenciku sekarang? Aku menyesal dan benar-benar menyesal setelah mengatakan itu dan ingin memperbaiki semuanya, aku ingin meminta maaf tapi sekarang aku tidak bisa..."
Tang Lin terus bercerita dan mengungkapkan penyesalannya. Tapi apalah daya karena wanita cantik itu tertidur dan tidak bisa mendengar apapun yang dikatakan oleh Tang Lin.
"Ayolah Yan'er... bukankah kamu telah tidur terlalu lama? Kumohon bangunlah dan jawab aku!! Kumohon buka matamu dan bantu aku untuk menyelesaikan masalahku seperti masa lalu yang kamu selalu ada disisiku dan membantuku!!.." Ungkap Tang Lin kembali dengan berderai air mata. Ini adalah kali pertamanya Sang Penguasa kembali menangis setelah ratusan ribu tahun lamanya.
"A-anak kita sangat mirip denganmu Yan'er. Meskipun dia seorang lelaki tapi dia keras kepala, manja dan sangat suka mempermainkan aku.." Ungkap Tang Lin kembali seraya tersenyum meskipun air matanya terus menetes karena mengingat bagaimana dia dikerjai oleh putra satu-satunya. Meskipun waktu itu sangatlah singkat tapi kenangannya sangatlah berharga bagi Tang Lin.
"Anak kita selalu menyebutku pria tua dan sangat suka mengejekku sampai-sampai aku mengejar-ngejarnya seperti anak kecil, bukankah kamu Yan'er dulu pernah berkata ingin melihat yang seperti itu? Lalu bangunlah Yan'er!! Kumohon bangunlah... Hiks... Hiks... Hiks..." Tang Lin sangat sedih sampai-sampai dia tidak malu untuk menangis keras dan dua prajurit menjaga dipintu ruangan itu mendengarnya.
Begitulah Tang Lin terus mengungkapkan banyak hal dan menangis di peti es itu. Tapi meskipun demikian, wanita yang tertidur itu tidak bisa merespon apapun karena dia benar-benar tidak bisa mendengarnya.
__ADS_1
Setelah satu jam lamanya akhirnya Tang Lin kembali menutup peti es itu dan meninggalkannya meskipun sebenarnya dia tidak ingin meninggalkannya. Tidak lama setelah Tang Lin keluar, kemudian Ling Yuan juga memasuki ruang itu. Kedua prajurit penjaga itu merasa heran mengapa Kaisar dan Ratu mereka bergantian mendatangi ruangan itu dan memasang ekspresi wajah yang sedih.
Sedangkan didalam kamarnya, Tang Lin tiba-tiba memukul sebuah meja hingga hancur dan berteriak, "Dasar tidak berguna!! Nama Sang Penguasa yang aku sandang benar-benar tidak berguna!! Bahkan untuk menemukan satu bunga kehidupan langit saja aku tidak bisa! Padahal itu demi istriku agar kembali seperti sediakala!! Ini sudah ratusan ribu tahun berlalu tapi bahkan sampai saat ini aku tidak bisa menemukannya!! Aku memang benar-benar tidak berguna!!!.." Ungkap Tang Lin memaki diri sendiri.