
"Asal kau tau saja, kemarahanmu tidak sebanding dengan kemarahan yang mulia kaisar dan ratu!!!."
Setelah berteriak marah demikian, Tang Shuan tidak ingin memberi kesempatan untuk pria tua itu pulih, dia ingin menambah rasa keputus asaan itu sampai-sampai dia meminta untuk mati.
"Tehnik seribu pedang gila!!."
Suara Tang Shuan yang menggunakan sebuah tehnik pedang menggema di seluruh sekte pedang cahaya. Tang Shuan melemparkan pedangnya keatas dan seketika pedang itu membelah diri hingga menjadi seribu dan ditambah lagi, pedang itu dikelilingi oleh api merah yang membara.
"Menyesal lah karena telah membuat yang mulia kaisar dan ratu marah!!." Tang Shuan berteriak lagi seraya menggerakkan seribu pedangnya itu kearah seluruh murid sekte pedang cahaya.
Keseribu pedang yang dikelilingi oleh api merah itu, melesat dengan cepat mengarah pada targetnya. Kemudian teriakan kesakitan akan kematian, menggema diseluruh sekte pedang cahaya.
Hanya dalam beberapa menit, sekte pedang cahaya telah dibanjiri dengan sungai darah dan potongan-potongan tubuh manusia berserakan dimana-mana. Sebuah pemandangan yang sangat mengerikan dipandang oleh mata.
Tang Shuan bahkan tidak peduli meskipun para murid itu meminta ampun sebelum kematiannya. Disisi pria tua itu, dia memandang Tang Shuan dengan tatapan ngeri, dia merasa Tang Shuan adalah iblis yang sesungguhnya.
"Hahahaha.... Ini adalah konsekuensi karena telah membuat kaisar dan ratu marah!!." Tang Shuan tertawa seraya terus menggerakkan seluruh pedangnya, memburu seluruh murid sekte pedang cahaya yang berlarian dan berteriak meminta tolong dengan putus asa, namun pedang itu tetap saja memotong tubuh mereka hingga menjadi beberapa bagian.
"Dari tadi kau terus menyebut kaisar dan ratu, apakah kau diutus oleh kaisar Long Tian!!?."
Pria tua itu bertanya dengan marah seraya menangkis pedang yang hendak memotong tubuhnya.
"Kaisar Long Tian? Hahaha... Sepertinya kau belum paham apa maksudku. Yah... itu wajar, karena kau terlalu bodoh. Bukti yang jelas berada didepan matamu namun kau tidak bisa menyadarinya..."
Tang Shuan berkata dengan seringai merendahkan.
Perkataan Tang Shuan membuat pria tua itu menjadi semakin bingung.
__ADS_1
"Jika bukan kaisar Long Tian lalu siapa orang yang kau maksud itu sebenarnya?." Pria tua itu bertanya lagi seraya menangkis pedang lainnya.
Dan pada saat yang bersamaan, sebuah suara yang terdengar berat memasuki pikiran Tang Shuan.
"Tang Shuan! Selesaikan dengan cepat, jangan terlalu banyak bermain. Aku tidak suka melihat mereka!!." Suara yang terdengar berat itu seperti sedang menahan kemarahan yang besar.
"Baik Yang mulia.." Ujar Tang Shuan melalui pikirannya. Kemudian dia memandang pria tua itu seraya tersenyum sinis.
"Karena kau sangat penasaran, maka aku akan memberitahukannya padamu agar kau tau siapa yang menghancurkan sekte pedang cahaya..."
Tang Shuan berkata seraya menarik kembali seluruh pedangnya.
"A-apakah kita di ampuni?."
"E-entahlah, aku harap begitu..."
Ribuan murid yang tersisa menangis bahagia karena merasa mereka telah selamat, namun tangisan bahagia itu dalam sedetik berubah menjadi tangisan keputus asaan yang sangat dalam karena mereka melihat bola api terbentuk diatas langit dengan perlahan hingga menjadi sebesar sebuah bukit.
"Oh langit ... Sungguh kami semua tidak ada harapan untuk hidup lagi..."
Kata-kata seorang murid barusan membuat murid lainnya menjadi semakin putus asa hingga mereka semua terjatuh hingga berlutut karena sangat putus asa.
"Dasar sekolompok murid tidak berguna!! Dari pada kalian putus asa seperti itu, sebaiknya kalian membantuku untuk menghentikan bola api itu!!." Pria tua itu berteriak marah karena melihat seluruh ekspresi muridnya yang pucat seputih kertas.
"T-tetua... Kami paham apa maksud anda, tapi.... Anda harusnya menyadarinya dari awal jika lawan kita itu...." Seorang murid menjawab dengan sangat takut dan gemetar seraya menunjuk kearah bola api yang besar itu.
Dan ketika itu, pria tua itu memandang sekali lagi kearah bola api raksasa membara seperti matahari. Sedetik kemudian, matanya melotot dan mulutnya terbuka lebar ketika dia melihat sebuah tulisan tepat dibawah bola api itu, tulisan itu juga adalah api namun api itu berwarna biru, dan tulisannya adalah, TANG.
__ADS_1
"Aku adalah salah satu dari jendral termuda yang pernah ada. Dan juga, aku diangkat menjadi jendral adalah karena kekutan apiku yang tiada tanding!!."
Suara Tang Shuan menggema, setelah itu, dia mengayunkan tangannya dan bola api raksasa itu terjatuh.
Disi pria tua dan ribuan murid yang tersisa, kini mereka telah sadar jika yang menghancurkan mereka semua adalah sang penguasa, diwajah mereka juga kini terlihat penyesalan yang sangat dalam dan juga kebingungan.
"Oh Langit!!... Apakah sebenarnya dosa kami hingga membuat sang penguasa murka?.."
Seorang murid bergumam bingung, dan....
"BBBBOOOOOOOMMMMMMM....!!!!!"
Bola api raksasa itu terjatuh dan meledakkan seluruh sekte pedang cahaya. Ledakan besar yang membuat tanah bergetar kuat terasa dibeberapa kota terdekat.
Dan sesuai dengan perintah Ling Yuan pada Tang Shuan, kini sekte pedang cahaya telah menjadi tanah tandus, bangunan-bangunan yang sebelumnya berdiri kokoh dan megah, kini menjadi rata dengan tanah, para murid-murid sebelumnya baik yang masih hidup maupun yang sudah mati, kini telah menjadi abu yang beterbangan ketika angin berhembus.
"Maaf saja, keluarga sang penguasa terkenal dengan kebenciannya terhadap iblis, dan dosa terbesar kalian adalah karena kalian berkomplot dengan mereka dan hampir membuat pangeran mati..."
Tang Shuan bergumam seraya masih melayang diatas udara, dia memandang sekte pedang cahaya untuk terakhir kalinya kemudian berbalik dan pergi meninggalkan sekte pedang cahaya yang terlihat api masih membara dan asap hitam mengepul meskipun sekte itu telah menjadi tandus dan rata dengan tanah. Namun sesuai dengan kata-kata Tang Shuan sebelumnya, api yang dia miliki adalah api yang tiada tanding.
Disisi Ling Yuan dan Long Xia Shi yang berada diistana, dan dikamar Tang Lian, terlihat Ling Yuan sedang membersihkan tubuh putranya yang dipenuhi dengan cairan ungu yang sangat bau. Cairan ungu itu adalah darah yang membusuk karena racun semut ungu.
Sedangkan Disisi Long Xia Shi, dia masih menutup wajahnya yang memerah karena malu. Namun meskipun demikian, Ling Yuan tidak terlalu memperdulikannya karena menurutnya itu wajar. Karena Long Xia Shi dan Tang Lian, meskipun mereka saling mencintai namun tidak pernah lebih dari sekedar ciuman.
Sedangkan Ling Yuan berpikir, Tang Lian adalah putranya, jadi dia tidak akan pernah malu melihat setiap jengkal dari tubuh putranya terkecuali tongkat naga saktinya, Ling Yuan benar-benar tidak ingin melihatnya. Itulah sebabnya dia tidak melepaskan kain terakhir yang menutupi tongkat kera sakti milik putranya karena itu adalah hal yang tabu terlebih lagi Tang Lian telah dewasa, jadi bentuknya akan berbeda dengan bentuk ketika dia masih bayi.
Disisi Lain, seseorang tiba-tiba merasa emosinya melonjak naik dan menggigit sebuah benda yang keras. Dan ketika dia sedang mengigit, giginya patah dan karena itu dia berteriak semakin marah..
__ADS_1
"Ini gara-gara author yang tidak ada otak!! Baru semenit baca tapi tiba-tiba bersambung, ******!!!." Dan ternyata dia adalah yang sedang membaca.😜😜😜