PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 128 "Cemburunya Ketiga Putri Kembar"


__ADS_3

"Kakak, sejujurnya aku kecewa dengan diriku sendiri dan berpikir betapa beruntungnya hidup kakak yang memiliki keluarga yang sangat peduli pada kakak meskipun awalnya kakak juga hanya seorang sampah tapi keluarga kakak tetap masih mencintai kakak.


Dan bukan hanya itu saja, aku pikir aku sangatlah tidak berguna ketika melihat kakak berjuang melawan Lang Jien sendirian dan akhirnya terluka. Aku tau dengan kehadiran Yang Mulia ratu disini maka kakak pasti akan baik-baik saja.


Meskipun begitu tetap saja aku kecewa dengan diriku sendiri. Jika saja aku kuat maka aku tidak akan membiarkan kakak terluka sedikitpun, baik disini ataupun dikeluarga asliku tetap saja aku adalah orang yang tidak berguna. Dan lagi..."


"Sudah cukup! Aku tidak ingin mendengar perkataanmu lagi..." Ujar Tang Lian dan menghentikan Zhao Yu yang ingin berkata lagi.


"Zhao Yu, aku tau kau sangat menderita karena ayah dan ibumu, namun sekarang kau telah memiliki keluarga baru dan tidak seharusnya kau berlarut-larut dalam kesedihanmu dan membuat dirimu terlihat lemah!. Dan jika kau masih merasa sangat lemah maka aku akan melatihmu setelah ini lalu selanjutnya aku tidak ingin melihat dirimu bersedih atas masa lalu yang telah berlalu, dan ingatlah satu hal ini, KEMARIN ADALAH SEJARAH, ESOK ADALAH RAHASIA DAN HARI INI ADALAH ISTIMEWA.."


Tang Lian berkata persis seperti seorang puitisi yang handal. Dan itu membuat Zhao Yu menyadari kebodohannya yang mengabaikan Tang Lian sebagai kakaknya sekarang.


"Baiklah kakak, aku mengerti dan terima kasih..." Ucap Zhao Yu dengan tulus.


Tang Lian menganggukkan kepalanya lalu berkata, "Karena sekarang kau sudah tenang maka kau harus ikut denganku makan malam dan ingat jangan banyak bicara ketika makan dengan ibu, karena dia tidak suka itu.."


Setelah berkata demikian, Tang Lian lalu melompat turun dari pohon itu duluan. Sedangkan Zhao Yu merasa bingung, jika dia makan bersama dengan Ling Yuan nantinya dia harus memanggil Tang Lian sebagai kakak ataukah tuan?.


"Ah... Sudahlah, pikirkan itu nanti saja.." Zhao Yu bergumam kemudian menyusul Tang Lian.


...****************...


Sedangkan disisi Ling Yuan dan semua orang yang menunggu mereka merasa Tang Lian sudah terlalu lama pergi dan seharusnya sudah kembali sekarang.

__ADS_1


"Kemana adik Lian perginya? Mengapa sangat lama?." Ujar Tang Yui yang sudah bosan menunggu.


"Entahlah, kurasa sebentar lagi akan mati kelaparan..." Tang Yue berkata dengan lemas karena dia juga lapar.


"Ibu, sebaiknya kita pergi duluan saja. Karena aku akan semakin kurus jika kelaparan seperti ini..."


Ling Yuan yang mendengar semua keluhan ketiga putri kembarnya itu hanya bisa menggelengkan kepala seraya membatin 'inilah akibat dari tingkah konyol ketiga putri kembar yang tidak bisa akur ini. Mereka menghabiskan energinya dengan bermain kejar-kejaran dan akhirnya kelaparan..'


Setelah membatin demikian Ling Yuan lalu berkata, "Tunggulah sebentar lagi, ibu yakin jika anak manja itu akan segera datang.."


"Terserah ibu saja, dia kan anak kesayangan yang selalu dimanja.." Ucap Tang Yue dan memasang ekspresi cemburu.


"Iya benar, adik Lian selalu saja dimanja bahkan tidak pernah dimarahi.." Tang Yui menyambung dan juga memasang ekspresi cemburu.


"Nak, itu tidak ben-.."


"Ya ya ya, aku paham ibu. Melahirkan anak laki-laki itu sangat sulit terlebih lagi ibu sudah pernah berpisah selama sepuluh tahun dengan adik Lian dan tentunya ibu lebih mencintainya dari pada kami.." Ucap Tang Yue yang memotong perkataan ibunya.


"Humph! Mentang-mentang dia anak laki-laki ibu tidak pernah memarahinya sama sekali, ibu hanya terus berkata dengan senyum lebar padanya, sedangkan kami?. Hanya dengan melakukan kesalahan kecil yang tidak disengaja ibu berteriak marah dan membentak kami dengan tatapan tajam.." Tang Yui menyahut lagi karena dia benar-benar cemburu.


"Kakak, aku sudah katakan sebelumnya jika kita harus memaklumi itu. Lihatlah ekspresi ibu ketika berbicara dengan adik Lian, ibu terlihat sangat bahagia. Apakah kakak tidak ingin jika ibu bahagia?." Tang Yua berusaha menenangkan kedua kakaknya.


"Adik Yua, apa kau tidak merasakan apa yang kita rasakan sedikit saja?.." Tang Yui bertanya dengan heran karena dia juga tau bahwa Tang Yua merasakan hal yang sama.

__ADS_1


"A-aku...."


Tang Yua ingin menjawab namun dia ragu karena apa yang dikatakan kakaknya itu benar. Dia juga tidak bisa berbohong pada hatinya jika dia juga cemburu.


"Lihat? Adik Yua bahkan tidak bisa menjawab, dan artinya kamu juga merasakan apa yang kami rasakan.."


"T-tapi..."


"Tapi apa adik Yua? Tapi karena kamu mencintai adik Lian jadi kamu rela diperlakukan berbeda begitu!? Meskipun kita adalah anak perempuan tapi kita juga anak ayah dan ibu! Apa kamu tidak memikirkan itu sama sekali!?." Tang Yui berkata dengan suara yang meninggi karena dia kesal dengan adiknya yang menerima bagaimanapun perlakuan ibu dan ayahnya padanya.


Melihat itu, kemudian Tang Yue kemudian menambahkan lagi, "Adik Yua apa kamu tidak ingat bagaimana ayah dan ibu yang selalu membentak kita yang selalu bertengkar? Ibu selalu berkata kalian sudah dewasa jadi bersikaplah seperti orang dewasa, sedangkan adik Lian selalu dipanggil bayi kecil. Adik Yua, aku ingin kamu katakan padaku kapan ayah dan ibu pernah memanjakan kita seperti memanjakan adik Lian?.."


"........"


Tang Yua hanya terdiam dan tidak bisa mengatakan apapun karena memang tidak pernah ayah dan ibunya memanjakan mereka setelah mereka dewasa. Terlebih lagi pada saat Tang Lian menghilang, ayah dan ibunya hanya terus mencari dan mencari. Hal itu dapat dipahami oleh ketiga putri kembar itu, tapi apa yang membuat mereka merasa terabaikan adalah ketika mereka berusaha menenangkan ibunya tetapi ibunya itu mengabaikannya.


Sedangkan ayahnya, mereka bertiga pernah mengantarkan makanan pada ayahnya yang tanpa henti terus mencari dan mencari karena putranya belum ditemukan, tapi Tang Lin justru berkata dia tidak lapar. Apakah dia tidak sadar jika ketiga putrinya itu sedang menghawatirkan dirinya?.


"Putriku, perkataan konyol apa yang kalian katakan?.." Ling Yuan berkata seolah-olah itu benar-benar konyol.


"Konyol? Hahaha... Kami sedang mempertanyakan apakah ayah dan ibu itu adalah ibu dan ayah kandung kami karena perlakuan ibu pada adik Lian itu sungguh berbeda dengan kami dan ibu bilang itu konyol? Hahahaha..." Tang Yue tidak bisa menahan tawa karena ibunya mengatakan itu konyol.


Tang Yue dan kedua adiknya berpikir mereka tidak ingin diperlakukan berbeda dengan Tang Lian hanya karena mereka adalah anak perempuan. Mereka juga ingin dimanja sebagaimana ayah dan ibunya memanjakan Tang Lian.

__ADS_1


Selama ini ketiga putri kembar itu memilih diam dan memendam semuanya karena mereka juga mencintai Tang Lian, dan hari ini mereka tidak dapat menahannya lagi hanya karena sebuah hal yang sangat sepele.


__ADS_2