PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 239 "Sembilan Tombak Es Kematian!"


__ADS_3

Sun Hai tertawa senang didalam hatinya karena kekuatan tubuhnya telah meningkat. Ia pun menjadi semakin yakin bisa mengalahkan semua banteng merah itu.


"Wush!"


Sun Hai mengaliri tongkatnya dengan elemen apinya, lalu kembali menyerang banteng yang lain dengan sangat semangat.


"Bang!... Bang!... Bang!"


Satu persatu kepala banteng itu dia pukul dengan sangat kuat! Namun ternyata itu masih belum cukup untuk membunuh banyak banteng merah. Melihat itu Sun Hai menjadi sangat kesal, ia sudah kelelahan karena pertarungan yang tak kunjung berakhir.


Dan akhirnya, Sun Hai pun memilih untuk segera mengakhiri pertarungan secepat yang ia bisa.


Energinya yang tersisa dua puluh persen, kini ia gunakan semuanya. Ia mengaliri seluruh tubuhnya dengan energi yang tersisa, tak lupa dia menambahkan elemen apinya juga.


Perlahan-lahan, tubuh Sun Hai membesar hingga sampai dengan ukuran delapan meter. Ia terlihat seperti king kong saat ini, namun bedanya adalah tubuhnya yang kini berapi-api, seolah-olah api itu sedang memanggang Sun Hai. Namun nyatanya api itu tidak menyakitinya sedikit pun.


Dalam jarak lima meter, tidak ada satupun banteng itu yang berani mendekat. Dengan tubuh raksasa dan api panasnya itu, kini banteng merah itu sadar jika mereka tidak akan pernah bisa mengalahkannya!


Mengetahui itu, membuat para monster itu mencari celah untuk melarikan diri. Namun, Sun Hai tidak akan mengizinkan nya!


Sun Hai melakukan gerakan tangan yang aneh, lalu tiba-tiba lingkaran api membumbung tinggi mengurung dia dan seluruh banteng merah.


Sun Hai seolah-olah ingin berkata 'Ingin melarikan diri!? Dalam mimpimu!'


Semua banteng merah yang tersisa, kini tidak punya pilihan lain selain membunuh Sun Hai, jika tidak, mereka tidak akan pernah bisa keluar dari penjara api itu!


"Hahaha... Bagus sekali Sun Hai! Jika kau bisa membunuh banteng merah jelek itu semua, maka inti roh mereka adalah milikmu!" Teriak Tang Lian lagi menyemangati Sun Hai.


Mempunyai bawahan kuat dan tidak takut dengan kematian, adalah sesuatu yang membanggakan bagi Tang Lian.


Perkataan Tang Lian barusan berhasil memicu kembali semangat Sun Hai. Dengan semangatnya dia mengayunkan tongkatnya kesana kemari dan memukuli semua banteng merah itu hingga mati! Setiap tongkat Sun Hai mengenai banteng merah, maka pasti akan mengirimnya ke neraka!


Merasa cara ini terlalu lambat, Sun Hai kemudian membentuk bola api raksasa dikedua tangannya. Tang Lian sedikit terkejut melihat itu,


"Kera api ini... Apakah ingin melukai dirinya sendiri?" Gumam Tang Lian ragu.


"Pertarungan ini sudah hampir dua jam, dia pasti ingin mengakhirinya sekarang." Ujar Shie Long yang memang benar.


"Hehehe... pertunjukan yang menarik." Kekeh Tang Lian.


"Rooaarr!"

__ADS_1


Sun Hai meraung dan melemparkan bola api raksasanya kearah banteng merah yang tersisa. Para banteng merah pun kalang kabut berusaha melarikan diri kesegala arah, namun...


"BBOOOMM!!"


Ketika bola api raksasa itu menyentuh tanah, disitu pula ledakan dahsyat terjadi. Sampai-sampai tanah berguncang bagaikan gempa yang dahsyat. Akibat itu pula, kini banyak binatang roh yang menatap kearah sumber ledakan.


Setelah ledakan selesai, Sun Hai menatap kesekelilingnya untuk memastikan semua banteng telah mati. Setelah merasa semuanya aman, Sun Hai pun terjatuh pingsan.


Tap!


Tang Lian menangkap tubuh Sun Hai yang sudah mengecil dan hendak pingsan.


"Kerja bagus Sun Hai!" Puji Tang Lian dengan senyuman.


Sun Hai sempat mendengar itu sebelum kehilangan kesadarannya. Tang Lian kemudian menggunakan energi Qi nya untuk mengangkat tubuh Sun Hai. Dia ingin membawanya menjauh dan beristirahat. Namun sebelum itu ia ingin mengumpulkan semua inti binatang roh banteng merah itu.


Pada saat ia mengambil inti roh yang terakhir, tiba-tiba tanah bergetar, langkah kaki berlari menggema!


Tang Lian menatap kearah sampingnya, dari arah sana ternyata ribuan binatang roh sedang berlari kearahnya.


"Astaga! Itu semua binatang roh tingkat tujuh! Setara dengan kultivasiku saat ini!" Mata Tang Lian membulat sempurna melihat itu.


Tang Lian tidak menyangka jika ribuan binatang roh yang bercampur jenis, akan menyerang nya bersamaan seperti itu.


"Cih! Siapa yang takut? Aku hanya terkejut saja!" Kesal Tang Lian dan menyangkalnya.


"Lihat bagaimana aku akan membatai mereka semudah membantai semut!" Ucap Tang Lian lagi dengan penuh keyakinan.


Tang Lian tidak hanya diam dan menunggu ribuan monster itu menyerangnya, justru ia melakukan hal yang sebaliknya. Ia berlari juga kearah ribuan monster itu, setidaknya ada 1500 monster itu.


Beberapa saat kemudian setelah Tang Lian dan ribuan monster itu hanya berjarak puluhan meter, Tang Lian pun berinisiatif menyerang duluan.


"Tinju Raja Tirani!!"


Teriak Tang Lian kuat hingga terdengar menggema seraya mengayunkan tinjunya kearah musuhnya! Sesosok siluet manusia biru transparan, terbentuk dibelakang Tang Lian dan mengikuti gerakan Tang Lian!


"BAAAAMM!!"


Kepulan debu yang tebal seketika menutupi pandangan! Setelah debu menghilang, maka terlihat lah genangan darah membentuk kolam kecil. Itu adalah darah dari 500 lebih monster yang mati dengan serangan Tang Lian! Mayat monster itu juga sudah tidak berbentuk lagi.


"Heh! Tinju Raja Tirani milikku bahkan bisa bersaing dengan salah satu pilar iblis! Apa lagi monster jelek seperti kalian!" Ujarnya pamer diiringi dengan senyuman meremehkan.

__ADS_1


Apa yang dikatakan oleh Tang Lian memang benar, itu bisa diketahui ketika ia melawan pilar iblis beberapa hari yang lalu Dihutan tanah bebas.


"Shaaa!" Seekor ular hijau tiba-tiba menyerangnya dari belakang.


Tang Lian yang merasakan bahaya segera melompat kesamping dan berguling. Setelah itu, Tang Lian lalu memandang kesekelilingnya. Dan ternyata dia sudah dikepung oleh monster yang tersisa.


"Hahaha! Trik mengepung seperti ini sudah terlalu kuno!" Cibir Tang Lian meremehkan.


Tang Lian kemudian mengeluarkan tombaknya dan berkata, "Baiklah, kalian akan menjadi kelinci percobaan salah satu teknik tombakku!"


Setelah mengatakan itu, Tang Lian pun memainkan tombaknya, "Teknik Sembilan Tombak Es Kematian!" Gumamnya keras.


Tiba-tiba, udara sekitar berubah menjadi dingin hingga menusuk tulang! Diikuti dengan terbentuknya sembilan tombak es raksasa dibelakangnya!


"Tombak pertama! Tombak Es Pembeku Bumi!" Teriaknya dan mengacungkan tombaknya kedepan.


Salah satu tombak es raksasa itu kemudian melesat dengan kecepatan gila! Menyerang kearah para monster yang ada didepannya!


"Crashh!"


Ratusan monster didepannya langsung membeku dan hancur berkeping-keping dalam sekejap! Namun Tang Lian belum berhenti menyerang!


"Tombak kedua! Tombak Es Pembelah Langit!" Teriaknya lagi dan mengibaskan tombaknya kesamping kiri.


"Swosh!"


Tombak kedua pun meluncur dengan kecepatan yang lebih gila!


Serangan tombak kedua ini, juga membekukan semua binatang roh yang mengepungnya dari samping. Namun kali ini tubuh monster itu tidak hancur, tapi terbelah dua!


"Tombak ketiga! Tombak Es Penghancur Surga!"


Kali ini, serangan tombak ketika tidaklah membekukan, tapi menghancurkan semua monster bahkan tanpa tersisa abunya sekalipun.


Serangan tombak itu terus ia luncurkan satu persatu hingga akhirnya Tang Lian meluncurkan tombak terakhir!


"Tombak Kesembilan, Tombak Es Raja Neraka!"


Ketika tombak itu melesat kearah lawannya, membekukan apapun yang dilintasinya, termasuk tanah dibawahnya! Bahkan sebelum tombak itu sampai pada targetnya, sudah membekukan sang target terlebih dahulu dan...


"BAAAAMMM!!"

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2