PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 106 "Kembali Ke Istana Kekaisaran Long Dan Air Mata Zhao Yu"


__ADS_3

Didalam sebuah ruangan, tepatnya ruangan tengah dikediaman Tang Lian, terlihat Fei Fei dan Wu Sue sedang meminum teh seraya berbagi cerita. Tepat ketika itu Tang Lian membuka pintu, dan Wu Sue yang pertama melihat itu sangat terkejut sehingga dia juga menyemburkan teh yang ada didalam mulutnya.


"Pffftttt!!!.." Semburan itu membasahi wajah Fei Fei.


"Saudari Wu Sue, mengapa tiba-tiba menyemburku!!?." Dengan kesal Fei Fei bertanya.


Wu Sue tidak menjawab Fei Fei dan hanya membelalakkan matanya dan mulutnya terbuka lebar seraya berkata, "W-wanita lagi?."


"Hah? Wanita?." Dengan penasaran kemudian Fei Fei menatap kearah belakangnya, dan apa yang terjadi adalah ekspresinya sama dengan Wu Sue.


"Ada apa dengan kalian?." Tang Lian bertanya dan duduk disamping Fei Fei, dan secara otomatis Liu Mingyan duduk di pangkuannya.


"K-kamu masih bertanya kenapa!?." Dengan ekspresi wajah yang sama seperti sebelumnya Wu Sue berkata.


"Hm? Apakah ada masalah?." Seolah-olah dia bingung Tang Lian bertanya.


"K-kamu...." Wu Sue tidak tau lagi harus berkata apa.


"Ya dewa!! Bagaimana bisa aku jatuh hati pada buaya darat sepertimu!!" Dengan ekspresi tidak percaya Fei Fei kemudian berkata.


"Ha? Buaya darat? Apa yang kamu maksud itu aku?."


"Memangnya siapa lagi kalau bukan kau pria mesum!." Wu Sue berkata.


"Hey!! Aku ini pria tampan, lihat wajahku baik-baik, apakah aku mirip seperti buaya?." Tanpa merasa bersalah Tang Lian berkata.


"K-kamu.... Ah! Sudahlah..." Fei Fei akhirnya menyerah untuk berkata-kata.


"Pria mesum, dari mana lagi kau mendapatkan wanita itu!?." Wu Sue bertanya lagi.


"Aku mendapatkannya didepan gerbang sekte..." Dengan santainya Tang Lian menjawab.


Jawaban Tang Lian barusan benar-benar membuat Wu Sue dan Fei Fei terdiam. Kemudian setelah beberapa detik, Wu Sue berkata lagi.


"Aku penasaran dari mana sebenarnya sifat mesummu itu datang..."


"Ummm.... Mungkin dari ayahku..." Tang Lian tampak berpikir sebentar kemudian berkata dengan santai.


Tepat ketika itu juga, Tang Lin yang terus mengawasi putranya dari alam atas kemudian menyemburkan araknya karena terkejut.

__ADS_1


"Anak kurang ajar! Aku hanya setia kepada satu wanita! Hmph!! Lihat saja, setelah kau kembali kemari, aku akan memberimu pejaran!!." Tang Lin berkata dengan kesal.


"Kalau kamu berani aku akan cabuti rambutmu sampai botak!!." Ling Yuan yang menemani suaminya itu minum dihalaman belakang istana kemudian berkata juga.


"Ehehehe... Tidak berani istriku, tidak berani..." Tang Lin berkata seraya tertawa cengengesan.


Sedangkan disisi Liu Mingyan, dia tidak berani menunjukkan wajahnya dan hanya terus meringkuk dan membenamkan wajahnya di dada Tang Lian.


"Nona pembohong, kita sudah sampai, seharusnya sekarang kamu sudah bisa duduk di sampingku..." Tang Lian berkata seraya membelai rambut Liu Mingyan.


"T-tidak mau...." Wu Sue terlalu malu untuk menunjukkan wajahnya hingga dia menjawab demikian.


Melihat itu, Fei Fei dan Wu Sue ingin muntah darah, karena bagaimana bisa Liu Mingyan melepaskan pelukannya saja tidak mau. Tapi sejujurnya Fei Fei dan Wu Sue juga iri, mereka juga ingin berada di posisi itu.


"Apakah kamu sangat mencintaiku hingga memisahkan pelukan saja tidak mau?." Tang Lian berkata menggoda.


Mendengar itu kemudian Liu Mingyan menjadi semakin malu lagi hingga dia semakin memeluk Tang Lian dengan erat.


"T-tulangku a-akan remuk..." Tang Lian berpura-pura kesakitan.


Mendengar itu kemudian Liu Mingyan langsung melepaskan pelukannya.


"Akhirnya kamu mengangkat wajahmu juga..." Tang Lian berkata kemudian langsung mencuri bibir Liu Mingyan.


Ekspresi Fei Fei dan Wu Sue kini benar-benar sangat lucu, mereka berpikir apakah kedua orang ini tidak menganggap mereka ada? Dan apa yang lebih mengejutkan adalah, Liu Mingyan membalas ciuman itu.


Hal-hal mesra seperti itu terus berlanjut hingga tiga Minggu kemudian. Bukan hanya dengan Liu Mingyan saja tetapi kepada semua istri dan wanitanya Tang Lian menikmati waktu-waktu mesra mereka.


Hingga pada saat ini ditengah malam, Tang Lian dan yang lainnya telah berada didepan gerbang sekte.


"Suami, apakah kami benar-benar tidak boleh ikut?." Jia Li berkata dan merasa enggan untuk berpisah dengan suaminya itu.


"Bukannya aku tidak ingin membawa kalian, tapi membawa begitu banyak orang akan terlalu menarik perhatian..."


"Tapi...." Jia Li ingin melanjutkan perkataannya tetapi terhenti karena Yun Mei memotongnya.


"Sudahlah adik Li, suami akan baik-baik saja, apalagi dia pergi dengan Zhao Yu.." Yun Mei berkata untuk menenangkan Jia Li.


"Aku tau, aku tau jika suami itu kuat, bahkan jika dia pergi sendiri pun tidak akan ada yang bisa menyakitinya, tetapi tetap saja aku tidak ingin berpisah..." Jia Li tetap dengan enggan untuk berpisah, dia ingin kemanapun suaminya itu pergi maka dia akan ikut menemaninya.

__ADS_1


Mendengar itu kemudian Tang Lian berjalan mendekat lalu mencium kening Jia Li dengan penuh mesra lalu berkata, "Aku hanya pergi beberapa Minggu saja, setelah itu aku akan kembali kemari dan melanjutkan petualangan kita, aku berjanji setelah aku kembali aku akan membawakanmu hadiah..."


"Janji?." Jia Li mengangkat jari kelingkingnya.


"Janji.." Tang Lian berkata kemudian mengaitkan jari kelingking mereka berdua.


Setelah itu, sekali lagi Tang Lian kembali memeluk dan mencium kening istrinya itu.


"Suami, aku juga ingin ciuman.." Yun Mei meminta dengan manja.


Tang Lian tentu saja tidak menolaknya.


"Kami pergi..." Tang Lian berkata kemudian mulai melangkahkan kakinya dengan Zhao Yu yang menyusul dari belakang.


"Suami.... kembalilah dengan cepat..." Jia Li bergumam pelan.


Jia Li telah menikah dengan Tang Lian hampir tiga bulan, dan sedetikpun dia tidak pernah meninggalkan sisi suaminya itu, dan perpisahan kali ini dia sungguh tidak rela meskipun itu hanya sementara.


Tang Lian juga meninggalkan Lao Hu dan Wang Long bukan hanya karena alasannya sebelumnya, namun disisi lain kedua bintang buas legendaris itu bisa menjamin seluruh keamanan istri dan semua wanitanya.


Disisi Yun Mei, dia juga merasakan hal yang sama seperti Jia Li, namun dia harus mengerti jika ini adalah untuk wanita pertama yang suaminya itu cintai. Wanita itu, adalah sebagian dari kebahagian Tang Lian, jadi kali ini dia harus mengalah, dan juga dia berpikir jika suaminya itu berhasil membawa kembali Long Xia Shi kesisinya, maka dia akan meminta maaf dengan tulus padanya.


Yun Mei berpikir, yang salah tetaplah salah, jadi tidak perlu malu untuk meminta maaf, dia tidak harus memikirkan harga dirinya karena dia yang sekarang bukanlah lagi seorang Dewi melainkan seorang istri. Gelar dewinya telah dia lepaskan ketika dia memilih untuk menikah dengan Tang Lian. Harga diri dan martabatnya, sekarang bukanlah dirinya yang menjaga, melainkan suaminya, terlebih lagi suaminya itu bukanlah manusia biasa.


Disisi Liu Mingyan, Fei Fei, dan Wu Sue, mereka juga enggan untuk berpisah, namun mereka sadar mereka belum menjadi istrinya Tang Lian, jadi apa hak mereka untuk menahannya?.


Disisi Tang Lian dan Zhao Yu, mereka melompat dari pohon kepohon dengan cepat dan lincah, kali ini mereka berdua bisa mengeluarkan kecepatan penuh karena meninggalkan para wanita.


Zhao Yu menatap punggung Tang Lian yang berada didepannya seraya membatin, 'Tuan, kamu benar-benar mirip seperti kakakku, sifat tegasmu, sifat penyayangmu, sifat belas kasihmu, itu semua benar-benar sama seperti kakakku yang telah pergi selamanya. Kamu seharusnya bisa membawa Lao Hu untuk menjadikan tungganganmu, atau membawa Wang Long untuk pengawal terkuatmu, namun kamu memilihku.... Tuan, aku sangat bersyukur karena telah mengikutimu...'


Air mata Zhao Yu menetes tanpa dia sadari, kesedihannya karena mengingat kakak laki-lakinya yang telah meninggal bercampur dengan rasa bahagia karena telah mengikuti Tang Lian, terlebih lagi, tuannya itu tidak pernah bertanya tentang siapa dia sebenarnya, dari mana asalnya? Tuannya itu hanya memilih untuk percaya dengan penuh kepadanya. Hal itu membuat Zhao Yu merasa haru kemudian sifat dinginnya sekali lagi terkikis dengan perlahan.


'Ayah, ibu, kakak, apakah kalian melihatnya? Anak dari tuan kita benar-benar sangat luar biasa, dia pengasih dan penyayang. Dia benar-benar seperti yang kakak katakan dulu, kakak bilang tuan kita itu tidaklah sekejam yang kelihatannya... sekarang aku percaya kakak, ibu... sekarang aku percaya!! Sekarang kalian bisa beristirahat dengan tenang. Ayah, aku pasti akan membawa tuan kembali dan menyembuhkan penyakitmu..."


Air mata Zhao Yu perlahan-lahan mengalir deras seraya membatin, menyadari itu, kemudian Tang Lian menghentikan Langkahnya dan dengan penasaran Tang Lian bertanya.


"Zhao Yu, kau kenapa? Mengapa menangis?."


BERSAMBUNG

__ADS_1


Kasih Like, komen, dan votenya dong kak, bang, om, tante, atau apalah itu😣😣😣


__ADS_2