PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 92 "Janda Cantik"


__ADS_3

"Siapa kau? Mengapa mencampuri urusan kami?." Jiang Zhisan bertanya pada Tang Lian yang berjalan dengan perlahan kearahnya.


Mendengar pertanyaan seperti itu membuat Tang Lian tersenyum misterius lalu berkata, "Siapa aku tidaklah penting, yang penting sekarang adalah kalian harusnya pikirkan cara untuk menyelamatkan nyawa kalian..."


Tang Lian berkata demikian lalu tiba-tiba menghilang dari tempatnya berdiri.


"Apa!?.. Dimana dia!?.." Jiang Zhisan dan Jiang Zhan berkata serempak lalu menjadi lebih waspada lagi.


"Kakak, aku punya firasat buruk..." Jiang Zhan berkata dengan tubuh mulai gemetar.


"Apa maksudmu adik?." Jiang Zhisan bertanya seraya menyeritkan keningnya.


"Apa kakak tidak menyadarinya?."


"Adik, di dalam situasi seperti ini jangan membuatku bingung!!." Jiang Zhisan membentak.


"Ti-tingkat kultivasinya tidak terlihat!!!." Jiang Zhan berkata seraya mengepal tangannya erat dan membentuk kuda-kuda waspada terhadap serangan.


Disisi Jiang Zhisan yang mendengar perkataan adiknya barusan, membuat dia membelalakkan matanya karena terkejut, namun keterkejutannya hanya sementara sebelum pada akhirnya Tang Lian tiba-tiba menampakkan diri dan menampar kedua kakak beradik itu dengan bersamaan hingga membuatnya terkapar ditanah.


"Plak...!! Plak...!!."


Suara tamparan Tang Lian terdengar cukup keras. Dan ketika kedua kakak beradik itu ingin bangun dari terkaparnya, tiba-tiba mereka berdua merasakan giginya rontok setengah.


"Ba-bajingan!!!." Jiang Zhan berkata seraya berdiri dan memegang sebelah pipinya yang ditampar oleh Tang Lian.


Disisi Tang Lian yang mendengar itu, dia hanya tertawa lepas dan tidak peduli apa yang dikatakan oleh Jiang Zhan. Disisi Jiang Zhisan, kini wajahnya berubah putih seperti kertas karena merasa sangat takut dan mencoba melarikan diri namun tidak sempat karena Tang Lian tiba-tiba muncul dihadapannya.


"Eitssss..... Babi gendut, kau mau kemana?." Tang Lian yang muncul tiba-tiba itu bertanya seraya menggerakkan bahunya seperti bersiap-siap untuk memukuli orang didepannya.


Melihat itu, kemudian Jiang Zhisan berkata dengan ketakutan dan tubuh gemetar, " K-kau! A-aku tidak pernah menyinggungmu bahkan aku tidak mengenalmu!!." Jiang Zhisan berkata seraya menunjuk Tang Lian dengan gemetaran.


"Ha? Kalian ini bodoh atau apa? Kalian saja boleh menindas janda cantik itu, mengapa aku tidak bisa?." Tang Lian bertanya dengan seringai main-main.

__ADS_1


"Itu-itu karena aku punya dendam dengannya!!." Jiang Zhisan berkata seraya mundur dengan perlahan karena Tang Lian mulai berjalan mendekat lagi. Sedangkan disisi Jiang Zhan, dia juga ada disamping kakaknya dan berekspresi persis seperti kakaknya, namun dia hanya diam saja.


"Dendam ya? Ummmm..." Tang Lian berkata sambil memegang dagunya seolah kebingungan dan terus berjalan mendekat dengan perlahan.


"Jika begitu, aku juga punya dendam dengan kalian.." Tang Lian berkata masih dengan seringai main-mainnya.


"J-jangan bercanda!! Memangnya dendam apa!!." Jiang Zhisan mulai sedikit kesal, namun tubuhnya masih gemetaran.


"Dendam apa ya? Tunggu sebentar,coba aku pikir-pikir dulu dendam apa, ummm.." Tang Lian berkata, kemudian bertingkah seolah-olah dia sedang berpikir. Dan meskipun begitu, kedua kakak beradik itu hanya terdiam dan tidak berani membuat langkah apapun.


"Ah itu dia!! Aku dendam pada kalian adalah karena tubuh gendut kalian itu mirip seperti babi yang akan disembelih!!."


"Bajingan!!! Akan aku bunuh kau!!!." Jiang Zhisan akhirnya tidak dapat menahan kekesalannya lagi kemudian menyerang Tang Lian dengan membabi-buta.


Tang Lian yang melihat akhirnya Jiang Zhisan kesal juga, kemudian hanya menyunggingkan senyumnya dan menyambut serangan Jiang Zhisan.


"Tring...."


Suara pisau Jiang Zhisan dan jari kelingking Tang Lian beradu dan menciptakan Sura dentingan Karena jari Tang Lian sangat keras bahkan ribuan kali lipat melebihi baja.


"Plak...!!!"


Suara tamparan Tang Lian terdengar sangat keras sampai-sampai Lao Hu juga bisa mendengarnya, namun Lao Hu tidak peduli karena dia sekarang sedang menikmati pembantaiannya.


Disisi Fei Fei yang juga mendengar itu kemudian memegang pipinya lalu bergumam, "Uh..... Itu pasti menyakitkan..."


Disisi Jiang Zhisan, dia sekarang sedang terbaring ditanah setelah Tang Lian menamparnya dan berbicara tidak jelas, entah dia mncibir atau meminta ampun tidak ada yang tahu karena giginya sudah rontok semuanya.


"*#*+(_!)/?:-$_#*-_&!!."


"Entah apa yang kau katakan itu membuatku pusing, sebaiknya aku membuatmu tertidur saja..." Tang Lian berkata seraya menggelengkan kepalanya lalu kemudian meninju perut Jiang Zhisan dengan keras hingga dia pingsan dengan mata berguling hingga yang terlihat dimatanya adalah warna putih saja. Sebenarnya ini bukan tidur, tapi pingsan.


Setelah itu, Tang Lian kemudian mengalihkan pandangannya pada Jiang Zhan yang sekarang berdiri terkencing-kencing.

__ADS_1


"Sekarang giliran mu... Tunggu dulu... ini.... Ugh!! Kau bau!!! Sangat menjijikkan!!!." Tang Lian berkata seraya menutupi hidungnya dengan tangannya.


"Sebaiknya kau juga tidur saja!!." Karena tidak tahan dengan baunya Jiang Zhan, kemudian Tang Lian menggerakkan dua jarinya, kemudian pedangnya yang sebelumnya masih tertancap ditanah bergerak dan melesat melewati leher Jiang Zhan, dan seketika Jiang Zhan tertidur dengan mata yang terbuka lebar. Tidur ini dinamakan tidur selama-lamanya karena dia tidak tau bagaimana dia bisa tertidur.


Setelah itu, Tang Lian kemudian menangkap pedang darah penghakimnya yang barusan memotong leher Jiang Zhan, kemudian Tang Lian juga menangkap kaki Jiang Zhisan dan menyeretnya kearah Fei Fei.


"Hei janda cantik, apa kau kesepian?." Tang Lian bertanya pada Fei Fei yang tertegun.


"Ah.... It-itu... Tidak.."


Fei Fei menjawab dengan pipi yang memerah.


Tang Lian seolah tidak memperdulikan jawaban Fei Fei barusan, lalu kemudian mengambil sebuah tali dari cincin penyimpannya dan mengikat Jiang Zhisan disebuah pohon yang dekat dengan tempat mereka berdiri sekarang.


Disisi Fei Fei, dia hanya terdiam saja, namun didalam batinnya dia bertanya-tanya, 'Apa lagi yang akan dilakukan pemuda aneh ini sekarang?'.


Setelah Tang Lian selesai mengikat Jiang Zhisan disebuah pohon dengan kepala kebawah, Tang Lian kemudian berteriak memanggil Lao Hu.


"Oiii, Lao Hu!! Apa kau belum selesai?."


"Sebentar lagi tuan, aku sedang bersenang-senang.." Lao Hu menjawab seraya terus membunuh satu persatu prajurit kakak beradik yang gendut yang telah Tang Lian kalahkan dengan mudah.


"Haisss.... Lao Hu jika sudah bertarung maka pasti akan selalu bermain-main dan tidak pernah serius, aku penasaran apakah semuanya ras binatang buas harimau putih sepertinya?.." Tang Lian berkata seraya menggelengkan kepalanya, lalu kemudian duduk dibawah pohon yang dimana diatasnya Jiang Zhisan sedang digantung dan tak sadarkan diri, lalu melirik kearah Fei Fei yang menatapnya dengan pipi yang memerah.


"Hei janda cantik, apakah aku setampan itu sehingga kamu mnatapku tanpa berkedip?." Tang Lian berkata dengan maksud menggoda.


Pertanyaan Tang Lian barusan membuat Fei Fei tidak bisa berkata-kata dan pipinya hanya bertambah merah saja karena malu, kemudian memalingkan wajahnya.


"Janda cantik, selain terkena racun, apa kamu demam juga? Soalnya pipimu memerah..." Tang Lian menggoda lagi.


Sejujurnya Tang Lian tahu jika Fei Fei ini telah jatuh cinta padanya, dan karena itulah Tang Lian menggodanya. Dan eksperisi Fei Fei yang digoda itu sungguh sangat imut Dimata Tang Lian, hingga dia berpikir akan terus menggodanya.


"Itu.... Itu...."

__ADS_1


BERSAMBUNG


AUTHOR : Halo semuanya, saya mohon maaf karena beberapa hari ini saya telat update karena saya lagi pulang kampung karena ada urusan keluarga, sekali lagi saya mohon maaf🙏🙏


__ADS_2