PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 76 "Perasaan Yang Terhubung Sangat Dalam"


__ADS_3

Disisi Jia Kun, dia sangat terkejut ketika Long Xia Shi mendobrak pintu. Pada awalnya Jia Kun merasa kesal karena orang yang mendobrak pintunya itu membuat lukisannya menjadi salah lukis, namun rasa kesal itu hanya sesaat ketika Jia Kun melihat yang mendobrak adalah Long Xia Shi bersama dengan ayah, ibu, dan kedua jendralnya. Dan pada akhirnya Jia Kun juga menjatuhkan diri hingga bersujud pada Long Tian.


"Yang mulia maafkan aku karena tidak tau anda akan berkunjung ke sekteku yang kecil ini.." Jia Kun berkata seraya bersujud.


"Bangunlah, ini salahku karena terburu-buru ingin bertemu dengan sang penghakim dan tidak sempat menyampaikan kabar..." Long Tian berkata dan menyuruh Jia Kun bangun dari sujudnya.


"Lalu apakah yang mulia sudah bertemu dengannya?." Jia Kun bertanya setelah dia berdiri dari sujudnya.


"Tidak, aku belum bertemu dengannya, sebelumnya aku mendengar jika dia ada disini apakah itu benar?."


"Memang benar dia sempat tinggal disini yang mulia..." Jia Kun menjawab.


"Lalu dimana dia?."


"Itu...." Jia Kun bingung harus berkata apa.


"Itu apa? Apakah dia menolak untuk keluar? Jika benar panggilkan saja dia dan katakan aku yang datang berkunjung.." Long Tian berkata.


"Itu sulit yang mulia..." Jia Kun tidak mengatakan langsung jika Tang Lian telah pergi adalah karena dia takut Long Tian akan kecewa.


"Mengapa?." Long Tian bertanya dengan bingung.


"Ka-karena di-dia telah pergi yang mulia.."


Deg....


Semua orang merasa sangat terkejut mendengar itu hingga mereka membelalakkan matanya. Disisi lain, jantung Long Xia Shi seakan berhenti ketika mendengar jawaban Jia Kun hingga dia terjatuh dan menangis keras.


"Tidak mungkin.... Ini tidak mungkin.... Hiks... Hiks.... Hiks..." Long Xia Shi terjatuh dan menangis dan merasa tubuhnya tidak sanggup dia gerakkan.


"Nak.." Long Tian memanggil putrinya dan ingin membantunya berdiri.

__ADS_1


"Ayah, mengapa kakak Lian pergi lagi? Apakah dia memang telah benar-benar membenciku? Hiks... Hiks... Hiks..."


"Ayah juga tidak tau nak..." Long Tian berkata dan mengangkat tubuh putrinya agar berdiri lagi, namun setelah berdiri Long Xia Shi kemudian terjatuh lagi.


"Ayah, aku tahu jika aku memiliki banyak kesalahan pada kakak Lian, dan karena itu aku juga ingin meminta maaf agar bisa berada disisinya lagi..."


"Nak, ayah paham itu..."


"Tidak ayah, ayah tidak paham... Ayah tidak tau seberapa senangnya aku ketika mengetahui kakak Lian ada disini. Namun sekarang Kakak Lian pergi lagi, ayah katakan padaku apakah aku tidak pantas untuknya? apakah aku tidak menarik lagi Dimata kakak Lian? Ataukah memang kakak Lian sudah tidak mencintaiku lagi? Padahal dulu dia berkata bahwa dia mencintaiku melebihi nyawanya sendiri, lalu apa? Sekarang dia meninggalkan aku!?.


Hiks... Hiks... Hiks... Ayah, aku menderita, sangat menderita.... Ayah itu sakit, sangat sakit seperti ditusuk oleh ribuan jarum.. Huwaaaaa...." Long Xia Shi terus berbicara sambil menangis sesenggukan sedih dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Disisi Shu Zhu yang sudah tidak tahan lagi mendengar semua perkataan putrinya dia pun kemudian memeluknya erat-erat sambil ikut meneteskan air mata.


"Maafkan ibu Shi'er, ini salah ibu karena ibu yang menjodohkan kalian, jika sebelumnya ibu hanya mengangkatnya sebagai anak angkat mungkin..." Kata-kata Shu Zhu terhenti karena dipotong oleh Long Tian.


"Bukan, ini bukan salahmu istriku, ini adalah salahku karena akulah yang membawanya pulang ke istana dulu.." Long Tian berkata seraya memejamkan mata dan menggenggam tangannya erat, kemudian dia juga ikut memeluk Long Xia Shi dan menenangkannya.


Sedangkan disisi Tang Lian yang sedang beristirahat dipunggung Lao Hu, dia tiba-tiba meneteskan air mata tanpa dia sadari kemudian membatin 'Mengapa aku menangis? Apakah sesuatu telah terjadi?'. Tang Lian membatin kemudian menghapus air matanya.


"Suami, kamu kenapa?." Jia Li dan Yun Mei berkata serempak.


"Ah itu, mataku kemasukan debu.." Jawab Tang Lian berbohong.


Pada titik ini tentu saja Tang Lian juga akan merasa sedih dan meneteskan air mata karena perasaan antara Tang Lian dan Long Xia Shi terhubung sangat dalam dan mungkin lebih dalam dari pada perasaannya pada Yun Mei dan Jia Li. Jika diharuskan memilih mungkin Tang Lian akan lebih memilih Long Xia Shi, namun Tang Lian tidak akan melakukan itu karena dia benar-benar sangat mencintai ketiganya.


Disisi Long Tian, istri dan putrinya kemudian Long Xia Shi sudah lumayan tenang. Menyadari itu Long Tian kemudian membantu Long Xia Shi kembali berdiri.


"Putriku, sebaiknya kita pulang saja ya?." Long Tian berkata pada putrinya dengan lembut.


"Tidak ayah, aku tidak ingin pulang, aku ingin menyusul kakak Lian..." Long Xia Shi menolak.

__ADS_1


"Tapi nak, kita tidak tahu dia pergi kemana, dan itu sama saja seperti kita akan mencari jarum di tumpukan jerami karena alam rendah ini sangat luas..." Long Tian berkata lagi.


"Ayah, aku tidak berkata ayah harus ikut untuk menemaniku, aku hanya akan pergi sendiri jika ayah memang tidak bersedia.."


"Tapi Putriku..."


"Jangan tahan aku ayah, aku mohon!, aku tidak ingin kakak Lian semakin menjauh dariku.." Long Xia Shi berkata dengan keras kepala dan tekad yang kuat.


"Kakek pemimpin sekte, mohon beritahukan aku kemana kakak Lian pergi..." Long Xia Shi bertanya pada Jia Kun setelah dia selesai berbicara dengan ayahnya.


"Dia pergi kekaisaran Zhang.." Jia Kun memberitahukan dengan tatapan kasihan pada Long Xia Shi.


Dari kejadian ini, Jia Kun juga sudah bisa menebak bahwa tuan putri ini juga adalah calon istri Tang Lian sebelumnya dan mereka terpisah karena mungkin ada kesalahpahaman. Jia Kun berpikir bagaimana jika ini terjadi pada putrinya sebelumnya?. Oleh karena itu Jia Kun memutuskan untuk mengatakan kemana Tang Lian pergi.


"Terima kasih kakek..." Long Xia Shi berkata dan ingin melangkahkan kakinya dan pergi dari sana kemudian menyusul Tang Lian.


Namun Shu Zhu menotok leher belakang Long Xia Shi dan membuatnya pingsan ketika Long Xia Shi berbalik dan ingin melangkah.


"Maafkan ibu nak, hubungan antara kekaisaran kita dan kekaisaran Zhang tidaklah baik, ibu tidak ingin kamu dalam bahaya nanti karena kamu putri satu-satunya yang ibu punya..." Shu Zhu bergumam pelan dan memegang tubuh putrinya yang pingsan.


"Pemimpin sekte, maafkan kami karena telah menunjukkan sesuatu yang tak sedap dipandang.." Long Tian berkata kepada Jia Kun.


"Aku berpikir tidak melihat apa-apa yang mulia.." Jia Kun berkata demikian karena ini menyangkut harga diri keluarga kekaisaran.


"Baiklah jika begitu kami pamit..."


"Baik yang mulia..."


Setelah itu Long Tian menggendong putrinya untuk kembali ke istana kekaisaran. Disisi Shu Zhu dia membatin kesal kepada Tang Lian, namun meskipun begitu dia juga tidak bisa berbuat apa-apa karena dia juga merasa bersalah atas masalah ini, dan itu membuatnya tidak bisa merasa dendam kepada Tang Lian. Shu Zhu dan Long Tian hanya bisa pasrah akan semua ini dan berharap langit akan adil nanti.


***BERSAMBUNG***

__ADS_1


__ADS_2