PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 33"Pengalaman Pertama"


__ADS_3

Sementara itu Yun Mei sedang berbahagia diatas tangisannya Long Xia Shi karena Yun Mei sedang menatap wajah Tang Lian yang sedang tidur dengan nyenyak.


Setelah puas menatap Tang Lian yang sedang tidur, Yun Mei pun beranjak pergi untuk mandi kemudian tidur karena hari sudah menjelang malam.


"Baiklah suamiku, aku akan mandi dulu" Yun Mei berkata lembut kepada Tang Lian yang sedang tertidur lalu mencium keningnya dan pergi mandi.


Setelah selesai mandi Yun Mei ingin membangunkan Tang Lian untuk makan malam, tetapi karena Tang Lian masih tertidur dengan pulas Yun Mei pun mengurungkan niatnya dan memilih untuk mengganti pakaiannya dan kemudian tidur disamping Tang Lian.


"Suamiku sangat tampan..." Yun Mei berkata sambil tersenyum, kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Tang Lian dan mencium bibirnya.


Pada saat Yun Mei sedang menciumnya, tiba-tiba Tang Lian bangun dan memeluknya erat, Yun Mei ingin lompat karena terkejut, namun Tang Lian tidak membiarkannya bahkan Yun Mei ingin melepaskan ciumannya juga ditahan oleh Tang Lian.


Pada posisi itu Yun Mei hanya bisa memejamkan matanya karena malu, bagaimanapun juga ini adalah ciuman pertamanya, kemudian ditengah-tengah malunya Yun Mei, Tang Lian yang menatap itu tidak bisa untuk tidak terpana akan kecantikan istrinya, apa lagi Yun Mei sedang memakai pakaian putih transparan dan menunjukkan lekukan tubuhnya yang indah.


Tang Lian yang merasakan nafsunya naik langsung saja memperdalam ciumannya dan begitu juga dengan Yun Mei yang hanya menerima dan mengikuti permainan Tang Lian yang semakin lama semakin ganas.


Deru nafas keduanya pun memburu dan semakin tenggelam dalam ciuman yang panjang, selanjutnya Tang Lian pun melepaskan satu persatu pakaian Yun Mei dan pakaiannya, Tang Lian yang menatap tubuh istrinya tanpa sehelai benangpun merasa sangat bergairah.


Begitu juga dengan Yun Mei yang merasa sangat malu dan sedikit takut karena dia dengan jelas melihat Tongkat naga sakti milik Tang Lian menantang langit.


"A...anu ...bukankah kamu lapar? Aku rasa kita sebaiknya makan malam dulu..." Yun Mei berkata pada Tang Lian karena merasa sangat malu dan takut akan tongkat naga saktinya.


"Ya...aku sangat lapar, aku ingin makan sekarang yaitu memakanmu hahaha.." Tang Lian berkata sembari menggoda Yun Mei.


Yun Mei yang melihat itu kini hanya bisa pasrah dan menahan rasa malunya, detik berikutnya ranjang pun mulai berderit karena Tang Lian sedang memacu kuda dengan ganas.


Berbeda dengan Tang Lian, Yun Mei justru seperti terombang-ambing diatas lautan dan mengeluarkan d.e.s.a.h.a.n yang menggoda dan membuat Tang Lian semakin cepat memacu kudanya, Setelah tiga puluh menit memacu kudanya akhirnya mereka berdua mencapai puncak bersama-sama.


"Tadi itu sangat nikmat suamiku..." Yun Mei berkata tanpa malu lagi.

__ADS_1


"Ya, kamu benar istriku...apakah kamu puas?"


"Aku sangat puas..." Yun Mei menjawab dengan suara yang menggoda dan membuat tongkat naga sakti Tang Lian bangkit lagi.


"Tapi aku belum puas..." Tang Lian berkata bersamaan dengan menggerakkan pinggulnya secara perlahan tapi semakin lama semakin cepat.


"Aaahhh...su...suamiku...ii..itu...aahh" Yun Mei ingin berbicara dan protes tetapi Tang Lian tidak membiarkannya, justru Tang Lian semakin cepat memacu kudanya dan membuat Yun Mei seperti sedang terbang menuju langit sampai-sampai tidak bisa untuk berbicara lagi.


mereka berdua terus bermain sampai hari menjelang pagi, sebenarnya Tang Lian ingin melanjutkan lagi, tetapi Tang Lian melihat Yun Mei sudah sangat lelah dan tertidur kemudian menyudahinya dan ikut tidur juga.


Keesokan paginya matahari pun telah bersinar terang dan membuat Tang Lian terbangun kemudian menatap Yun Mei yang tertidur sambil memeluknya erat.


Tang Lian yang menatap itu hanya tersenyum bahagia dan mencium kening Yun Mei.


Ciuman itu pun membuat Yun Mei terbangun, untuk sesaat Yun Mei masih linglung namun setelah Yun Mei mengingat kejadian tadi malam membuatnya malu kemudian meringkuk dipelukan Tang Lian. Sedangkan Tang Lian yang melihat itu hanya tersenyum saja dan berbicara santai.


"Selamat pagi istriku, apakah tidurmu nyenyak?" Tang Lian berkata sambil mengelus lembut kepala Yun Mei yang sedang meringkuk dipelukannya.


"Baguslah jika begitu, baiklah kurasa sudah saatnya bagiku untuk keluar kamar, aku juga ingin berolahraga..." Tang Lian berkata sambil bangun dari tempat tidur kemudian mengangkat tubuh Yun Mei ala tuan putri.


"A...apa yang kamu lakukan..." Yun Mei bertanya dengan masih malu-malu.


"Mandi pagi tentunya..." Tang Lian menjawab dengan santai dan berjalan menuju kamar mandi.


"A... apakah itu harus berdua sekaligus?"


"Memangnya kenapa? apakah kamu tidak mau?"


"Bu...bukannya tidak mau hanya saja aku merasa..."

__ADS_1


"Malu?"


"Emm.." Yun Mei menjawab singkat dan kembali meringkuk dipelukan Tang Lian.


"Mengapa harus malu sedangkan kita sudah menikah?"


"Tapi tetap saja..." Yun Mei ingin berkata lagi namun dipotong oleh Tang Lian.


"Tidak ada tapi-tapian, aku adalah suamimu sekarang, jadi tidak boleh membantah..."


Mendengar perkataan Tang Lian, Yun Mei kemudian sadar, mengapa harus malu kepada suaminya sendiri? Setelah itu rasa malu Yun Mei kemudian perlahan menghilang, bahkan setelah didalam kamar mandi Yun Mei sudah berani menggoda Tang Lian dan pada akhirnya aktivitas memacu kuda berlangsung disana.


Setelah selesai mandi Tang Lian dan Yun Mei akhirnya keluar kamar menuju dapur istana untuk sarapan pagi, ketika Tang Lian dan Yun Mei telah sampai disana mereka melihat semuanya telah berkumpul dan makan bersama.


"Ah...bayi kecilku sudah bangun, kemarilah nak biarkan ibu memelukmu.." Ling Yuan berkata ketika dia melihat Tang Lian datang bersama Yun Mei.


Tang Lian yang melihat ibunya yang sangat dia rindukan ada disana juga langsung memeluknya dengan erat.


"Bayi kecilmu disini ibu..." Tang Lian berkata sambil memeluk ibunya untuk melepaskan rasa rindunya.


"Bayi kecilku, akhirnya... akhirnya kamu bangun juga nak, kamu tau ibu sangat menghawatirkan dan merindukan kamu..." Ling Yuan berkata sambil meneteskan air mata kebahagiaan dan mencium lembut kepala, pipi dan keningnya.


Bagi Ling Yuan sehebat apapun Tang Lian, dan selemah apapun Tang Lian dia tetaplah menganggapnya sebagai bayi kecilnya yang sangat dia cintai, terlebih lagi dia sudah berpisah dengan Tang Lian selama sepuluh tahun dan tentunya rasa cinta seorang ibu akan semakin dalam kepada anaknya.


Begitu juga dengan Tang Lian yang sangat merindukan ibunya, bagi Tang Lian dia hanya memiliki dua orang ibu yaitu Ling Yuan dan Ling Zhi, namun Ling Zhi telah tiada jadi ketika Tang Lian melihat Ling Yuan otomatis dia akan mengingat Ling Zhi juga, dan itu membuatnya berada diantara sedih dan senang dalam waktu yang bersamaan.


***BERSAMBUNG***


Halo para pembaca yang Budiman, terimakasih telah mampir di novel ini jangan lupa klik tombol like dan terus dukung author juga dengan kasi vote novel author terima kasih.....

__ADS_1


tunggu ada yang bilang hadiah?Author mau dong 😁


**********SAMPAI JUMPA************


__ADS_2