
Disisi lain, kabar kedatangan Tang Lian yang dikenal oleh orang-orang dengan julukan sang penghakim, itu tersebar dengan sangat cepat hingga keseluruh kota.
"Hey apa kau tau? Katanya sang penghakim telah kembali.."
"Maksudmu sang penghakim yang membunuh Chao Ping dan Chao Peng itu?."
"Memangnya siapa lagi kalau bukan dia?."
"Wah... kalau itu benar aku ingin mengajukan diri sebagai pengikutnya, meskipun hanya menjadi anjingnya saja aku juga mau!.."
"Cih.. dengan tingkat kultivasimu yang seperti itu? Kau hanya akan mempermalukan dirimu hahaha..."
Orang-orang dikota itu begitu sangat mengidolakan Tang Lian. Mereka menghormatinya dan mengidolakannya, adalah karena Tang Lian telah membebaskan kota ini dari pemimpin mereka yang semena-mena sebelumnya.
Disisi lain, setelah Liu Mingyan mengetahui kabar ini, dia langsung menuju sekte elang besi dengan tergesa-gesa, dia tidak peduli bagaimana para orang-orangnya menatapnya dengan bingung, dari raut wajahnya terlihat dengan jelas jika dia memiliki kerinduan yang mendalam, tapi jika itu diperhatikan.
"Tuan pemimpin kota..." Murid-murid yang menjaga gerbang sekte elang besi itu menangkupkan tangannya dengan hormat ketika Liu Mingyan sampai disana dengan membawa dua pengawal.
"Apakah sang penghakim ada didalam?." Liu Mingyan bertanya.
"Benar pemimpin kota..."
"Jika begitu mohon izinkan kami masuk untuk menemuinya..."
"Mohon maaf pemimpin kota, tapi sang penghakim sekarang sedang beristirahat, pemimpin sekte kami bilang tidak ada yang boleh mengganggunya karena mereka baru saja sampai..." Seraya menangkupkan tangannya kembali, murid itu berkata dengan hormat.
"Sebentar saja apakah tidak boleh?." Liu Mingyan sedikit memaksa.
"Mohon mengertilah pemimpin kota, kami hanya menjalankan perintah..."
Meskipun Liu Mingyan adalah seorang pemimpin kota, dia juga harus menghormati sekte elang besi dan begitu pula sebaliknya, dengan begitu hubungan keduanya akan terjalin dengan tanpa masalah karena saling menghormati.
Liu Mingyan, datang ke sekte elang besi tentunya harus mematuhi peraturan yang ada, dan sekte elang besi yang datang ke kota juga harus mematuhi peraturan yang ada.
Mendengar jawaban murid yang berjaga itu, Liu Mingyan harus kembali ke kediamannya dengan sedikit kecewa, namun ketika dia ingin berbalik tiba-tiba dia mendengar suara yang sangat familiar.
"Tunggu!! Biarkan saja dia masuk.."
Liu Mingyan tau siapa pemilik suara ini dan menatapnya dengan mata yang dipenuhi dengan rasa kerinduan.
__ADS_1
"Baik tuan sang penghakim..."
Setelah murid itu berkata demikian, Liu Mingyan langsung berlari masuk dan memeluk Tang Lian dengan erat tanpa peduli bagaimana ekspresi murid dan kedua pengawalnya.
"Nona Liu Mingyan, apakah kamu sangat merindukanku..." Seraya tersenyum Tang Lian berkata.
Menyadari tindakannya, kemudian Liu Mingyan berubah menjadi sangat malu dan melepaskan pelukannya dan memalingkan wajahnya dan berkata, "T-tidak..."
"Lalu mengapa kamu memelukku?."
"Itu.... Itu...." Liu Mingyan kebingungan mencari alasan yang tepat.
Tang Lian tentunya tidak membiarkan Liu Mingyan sampai menemukan alasannya, lalu tiba-tiba dia menggendong Liu Mingyan ala tuan putri.
"Kyaa!!." Liu Mingyan terkejut dan secara otomatis dia mengalungkan tangannya dileher Tang Lian.
"Karena nona cantik dan pembohong ini telah jauh-jauh datang kemari hanya untuk menemuiku, maka tentunya tidak boleh aku mengecewakannya.." Tang Lian berkata seraya menatap lurus kearah mata Liu Mingyan lalu mulai berjalan dan membawa Liu Mingyan ke tempat dimana dia dan istrinya beristirahat.
Kedua pengawal Liu Mingyan juga tidak tau harus berbuat apa, karena itu adalah Tang Lian, jadi mereka hanya bisa pasrah dan membiarkan pemimpin kota mereka dibawa begitu saja
"T-tuan Lian, mohon turunkan aku.." Liu Mingyan berkata dengan tergagap dan wajah yang memerah.
"Tidak..." Tang Lian menjawab singkat dan terus berjalan.
Mendengar jawaban Tang Lian, membuat pikiran Liu Mingyan menjadi kosong, dia ingin mengatakan sesuatu tapi tidak tau harus berkata apa. Disuatu sisi dia merasa sangat malu namun disisi lain dia juga merasa senang, dia ingin terus seperti ini selamanya.
Seraya berjalan Tang Lian memandangi leher mulus Liu Mingyan dan gunung kembarnya yang tidak terlalu besar namun itu terlihat sangat menggoda, Tang Lian terus menatapi wanita cantik itu dengan mesum, hingg dia tidak tahan lagi dan mencium leher Liu Mingyan.
"Hummm... Sangat harum!!." Tang Lian mencium lehernya dan bernapas disana.
Hal itu membuat Liu Mingyan merinding dan sangat malu, hingga dia hanya bisa meringkuk dipelukan Tang Lian.
"H-hentikan itu geli!.." Liu Mingyan berkata dengan menahan rasa malunya.
Mendengar itu Tang Lian justru tidak berhenti dan justru dia beralih ketelinga Liu Mingyan dan menggigitnya. Itu membuat Liu Mingyan semakin merasa geli dan merinding, namun disisi lain dia menyukainya.
Hal-hal seperti itu terus berlanjut hingga mereka sampai dikediaman Tang Lian dan para istri dan bawahannya.
Disisi Wu Min, dia sedang meminum secangkir teh dan duduk dengan santai dihalaman kediaman mereka dan menikmati cahaya matahari sore, hingga dia melihat Tang Lian tiba-tiba membuka gerbang dan masuk membawa seorang gadis dipelukannya.
__ADS_1
"Pffftt!!!." Wu Min menyemburkan tehnya ketika dia melihat itu. Wu Min sangat terkejut.
"W-wanita lagi?!.." Wu Min bergumam pelan dan dengan penasaran dia berpikir dari mana lagi tuannya itu mendapatkan gadis lain. Wu Min juga berpikir, apakah setiap tuannya itu pergi kemanapun dan ketika kembali maka akan membawa seorang gadis?.
"Wu Min, ada apa denganmu?." Tang Lian bertanya dengan heran karena ekspresi wajah Wu Min yang lucu.
Mendengar itu, kemudian Wu Min tersadar dan dengan cepat berkat, "Ah, tidak ada tuan, aku hanya..."
"Hanya?."
"Hanya sedang melihat kupu-kupu yang cantik itu!!." Wu Min berkata seraya menunjuk seekor kupu-kupu yang tiba-tiba lewat entah dari mana datangnya.
"Oh... Kukira apa..."
Tang Lian tentunya tau jika Wu Min berbohong, namun dia tidak memikirkannya karena dia juga bisa mendengar dengan jelas apa yang digumamkan oleh Wu Min sebelumnya.
Setelah itu Tang Lian membuka pintu dan masuk kedalam kediamannya seraya terus menggendong Liu Mingyan yang meringkuk malu dipelukannya.
"Huh.... Selamat, selamat !!..." Wu Min bergumam seraya mengelus dadanya lega, namun tiba-tiba Wang Long mengejutkannya.
"Selamat dari apa?."
"Hwaaa..."
"Hei, aku bukan hantu, tidak usah berlebihan seperti itu..."
"Hehehe... maaf.." Wu Min berkata dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Jadi katakan selamat dari apa?."
Kemudian Wu Min menceritakan tentang keterkejutannya dengan Tuannya yang membawa kembali seorang gadis.
"Hahahaha....." Wang Long tertawa terbahak bahak ketika Wu Min selesai bercerita.
"Mengapa tertawa? Apakah ada yang salah dengan itu?." Wu Min bertanya dan sedikit rasa malu dia rasakan.
"Tidak, tidak ada yang salah, hanya saja kamu harus tau jika tuan memang seperti itu, suatu saat nanti kamu akan terbiasa..."
BERSAMBUNG
__ADS_1
Kasih like, komen, dan votenya dong kak, bang, om, Tante, atau apalah itu😣😣😣