PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 169 "Raja Iblis Barat, Mao Dingdong Masih Hidup!."


__ADS_3

"Hormat kepada Pengawal Suci!!." Teriak para penjaga gerbang serentak seraya berlutut.


Lao Hu hanya melewati para prajurit penjaga gerbang itu dengan ekspresi acuh tak acuh. Dia sudah biasa diperlakukan seperti ini.


Setelah melangkahkan kakinya melewati gerbang, Lao Hu menatap dua patung emas harimau yang dililit oleh seekor naga. Patung itu terlihat berdiri sangat sombong. Sementara ditengah-tengah kedua patung itu adalah anak tangga yang terbuat dari intan permata. Lao Hu menaiki anak tangga itu yang menuju kedalam istana.


Istana kekaisaran Tang, dipenuhi dengan ornamen-ornamen serta hiasan-hiasan yang berwarna emas dan merah. Bahkan prajurit penjaga juga memakai armor perang berwarna emas dengan jubah merah di punggungnya. Dipunggung jubah itu juga terlukis gambar Harimau yang dililit oleh seekor naga, dan didada kirinya adalah lukisan petir yang juga berwarna merah.


Tampilan prajurit kekaisaran Tang sangat jauh berbeda dengan prajurit kekaisaran Long. Prajurit kekaisaran Tang terlihat jauh lebih berwibawa, tegap, berotot serta tatapan mata yang tajam. Kekuatan mereka tidak usah diragukan lagi, bahkan dengan prajurit terlemah sekalipun akan dengan mudah mengalahkan kaisar Long Tian. Dan itu hanyalah bagian prajurit saja, beda lagi dengan istana kekaisaran Tang yang lima kali lebih besar dari istana kekaisaran Long.


Disisi Tang Lin, ia bisa merasakan aura Lao Hu semenjak ia sudah keluar dari portal ruang dan waktu. Tang Lin pikir mungkin Lao Hu sudah berhasil membujuk putranya agar berbaikan dengannya, oleh karena itu ia membawa istri dan ketiga putri kembarnya duduk dan menunggu di kursi tahta mereka masing-masing.


Namun setelah Lao Hu masuk keistana itu, mereka harus kecewa karena Lao Hu hanya datang seorang diri. Tetapi Tang Lin tidak putus asa, lalu ia bertanya pada Lao Hu.


"Lao Hu, bagaimana? Apakah kamu sudah berhasil membujuk putraku?.." Tanya Tang Lin dari kursi tahtanya.


Lao Hu menggelengkan kepalanya. Melihat itu, Ling Yuan dan ketiga putrinya seketika pergi dari sana tanpa mengucapkan sepatah katapun. Yang terpampang diwajah mereka adalah kekecewaan yang besar.


Tang Lin ingin menghentikannya tetapi ia tidak bisa, karena bicara saja istri dan ketiga putrinya itu tidak mau padanya. Tang Lin hanya bisa memasang wajah sedih dan rasa bersalah yang menghantui pikirannya.


Tetapi karena Lao Hu tiba-tiba kembali ke alam atas secara tiba-tiba, Tang Lin berpikir mungkin ada sesuatu yang lebih penting untuk disampaikan.


"Jadi, katakan apa yang membuatmu kembali tiba-tiba. Apakah terjadi sesuatu yang buruk menimpa putraku?.."

__ADS_1


"Yang Mulia, anda benar. Kali ini benar-benar sangat buruk dan menghawatirkan..." Ujar Lao Hu.


"Apakah ini seburuk itu?.." Tanya Tang Lin dan menyipitkan matanya.


Lao Hu pun mengangguk sekali lagi dan membalas tatapan tajam Tang Lin. Lao Hu seolah memberi isyarat jika dia ingin bicara berdua saja. Tang Lin yang mengerti itu seketika memerintahkan semua orang disana baik itu pelayan, prajurit, jendral dan bahkan seorang menteri untuk meninggalkan mereka berdua.


"Sekarang hanya ada kita berdua, jadi langsung ke intinya saja.." Ujar Tang Lin.


"Musuh bebuyutan yang Mulia ternyata masih hidup!.." Ujar Lao Hu dan memasang ekspresi wajah yang sangat serius.


Tang Lin tampak terkejut pada awalnya, namun segera ia bingung dan kembali bertanya pada Lao Hu, "Musuh bebuyutanku yang mana?." Tanya Tang Lin dengan wajah bingungnya yang tampak lucu.


Melihat itu rasanya Lao Hu ingin memakannya hidup-hidup, "Yang Mulia, bagaimana anda bisa lupa dengannya? Pada saat itu dia adalah musuh terbesarmu.." Ujar Lao Hu menjelaskan dengan sabar.


Lao Hu terkekeh pelan, karena Tang Lin ternyata masih sama seperti yang dulu. Dia terlihat kejam dan menakutkan, tetapi dibalik itu semua ia sering bertingkah konyol. Dan yang mengetahui itu hanyalah beberapa orang saja.


"Musuh bebuyutan yang ku maksud adalah Mao Dingdong!.." Ujar Lao Hu dan kembali memasang ekspresi wajah yang lebih serius lagi.


Tang Lin seketika mengerutkan wajahnya ketika mendengar itu dan wajahnya berubah sangat merah. Itu adalah tanda ia terkejut dan juga sangat membenci orang yang baru saja disebutkan oleh Lao Hu.


"Apa katamu!?.." Tanya Tang Lin kembali seraya mengepalkan erat kedua tinjunya. Ia terlihat memiliki kebencian yang sangat mendalam dengan iblis yang bernama Mao Dingdong itu.


"Raja iblis barat yang bernama Mao Dingdong masih hidup.." Kata Lao Hu sekali lagi.

__ADS_1


"Dari mana kau tau!?.."


"Aku bertarung dengannya di alam bawah. Dan tidak hanya itu, Mao Feixiang juga masih hidup.." Jawab Lao Hu.


"Apa!!?.. Bagaimana bisa!! Aku sudah membakar mayat keduanya waktu itu!!.." Teriak Tang Lin spontan karena ia sangat terkejut.


"Lalu bagaimana kau bisa bertarung dengannya?.." Tanya Tang Lin kembali.


Kemudian Lao Hu pun menjelaskan apa yang terjadi setelah ia memutuskan untuk mengikuti dan membujuk Tang Lian pada saat itu. Ia mengatakan jika Mao Feixiang merasakan kehadiran Tang Lin di alam rendah, dan untuk membalas dendam Mao Feixiang pergi mencarinya. Namun justru ia tidak menemukan Tang Lin dan justru bertemu dengan Tang Lian, karena aura mereka sangat mirip. Dan Mao Dingdong muncul karena ingin menyelamatkan Mao Feixiang yang hampir mati ditangan Lao Hu.


"Bajingan!.. Berani sekali mereka menyakiti putraku!!.." Teriak Tang Lin sangat marah setelah Lao Hu selesai bercerita.


"Tapi ini sangat aneh Yang Mulia, bagaimana ia masih hidup sedangkan waktu itu anda membakar mayat Mao Dingdong sampai jadi abu.." Ujar Lao Hu yang sangat bingung.


Tang Lin mengerutkan kening dan memegang dagunya, ia terdiam sejenak dan berpikir ada yang sangat aneh tentang ini semua.


"Tampaknya ada sesuatu yang tidak kita ketahui. Dan ini benar-benar sangat mencurigakan..." Gumam Tang Lin seraya memegang dagunya.


Ia mencoba berpikir dan memahami sesuatu. Tang Lin berpikir, bukankah ini terlalu aneh jika di alam bawah ternyata masih ada iblis kuat yang berkeliaran. Dan karena Mao Dingdong telah menunjukkan diri bahwa ia masih hidup, maka ada kemungkinan jika semua iblis yang pernah Tang Lin bunuh itu masih hidup, bahkan tidak menutupi kemungkinan jika dewa iblis telah lepas dari segel.


Namun Tang Lin masih sangat bingung, jika apa yang ia pikirkan itu benar, maka siapa yang bisa menghidupkan kembali iblis yang sudah mati tanpa tubuh yang utuh. Karena Tang Lin sangat yakin, saat itu dia benar-benar membunuh kedua iblis itu dengan tangannya sendiri.


Ia tentu tidak lupa bagaimana teriakan kesakitan iblis itu waktu ia menyiksanya sebelum membunuhnya.

__ADS_1


__ADS_2