
Perlahan-lahan Tang Lian melepaskan tubuh Shie Long yang memeluknya, ia tidak ingin membangunkan Shie Long yang terlihat lebih cantik ketika tidur.
Tang Lian memandanginya seraya tersenyum, namun tiba-tiba Shie Long terbangun karena merasa ada orang yang memperhatikan tubuhnya. Awalnya Shie Long ingin menghajar orang yang memperhatikannya diam-diam itu, namun setelah ia bangun dan secara tidak sengaja matanya bertatapan langsung dengan mata Tang Lian. Spontan Shie Long tidak tahu harus melakukan apa, wajahnya bahkan sudah memerah saking malunya. Oh astaga! Kenapa lelaki ini terus saja menatap dirinya?. Gumam Shie Long dalam hati.
"Kau sudah bangun Long?.. " Tanya Tang Lian canggung. Karena ia juga malu karena ketahuan memandangi tubuh indah Shie Long ketika tidur. Tang Lian harap agar bisa mencairkan suasana, namun ternyata Shie Long hanya tertawa cengengesan.
"Hehehe... Maafkan aku tuan.. "
"Maaf? Untuk apa?" Tanya Tang Lian kembali karena bingung.
"I-itu... "
"Itu apa?"
"A-aku tidur sambil memelukmu tuan, aku minta maaf atas kelancanganku. Sungguh aku tidak bermaksud demikian, namun aku kelelahan tadi malam dan tidak sengaja tertidur di sampingmu.. " Shie Long meminta maaf dengan sangat malu, ia yakin wajahnya saat ini sudah sangat merah sampai ke ubun-ubun.
"Hanya itu? " Tanya Tang Lian kembali.
Shie Long pun mengangguk tanpa menjawab, rasanya saat ini ia ingin bersembunyi dilubang semut saja. Shie Long sangat tidak tenang saat ini, jantungnya berdegup sangat kencang setiap kali Tang Lian menatapnya ataupun berbicara dengannya.
Tang Lian tersenyum gemas melihat tingkah Shie Long yang malu-malu. Ingin sekali rasanya dia memakan Shie Long ditempat, tapi dia harus ingat bahwa ia tidak ingin membuat Shie Long kecewa padanya.
"Lihat aku dan tatap mataku, apa aku terlihat mempermasalahkan hal itu?" Tanya Tang Lian kembali seraya mengangkat dagu Shie Long yang dari tadi menunduk malu.
Mata jumpa mata, bahkan bibir keduanya hampir bersentuhan. Nafas Tang Lian bisa dirasakan langsung oleh Shie Long dan begitu pula sebaliknya. Hal Itu membuat jantung keduanya berdetak kencang tidak karuan. Seakan-akan jantung mereka berdua bisa melompat keluar kapan saja. Shie Long bahkan tidak tahu harus melakukan apa saat ini.
Mata Shie Long perlahan turun menatap bibir Tang Lian, tanpa sadar nafas Shie Long menjadi tidak karuan, tubuhnya terasa semakin lama semakin memanas. Dalam hatinya Shie Long bertanya-tanya, bisakah dia mencicipi bibir tuannya itu? Ayolah! Dia sangat menginginkan nya!.
__ADS_1
Tang Lian juga demikian, dengan memberanikan diri ia meletakkan tangannya di belakang kepala Shie Long dan perlahan-lahan menariknya kedepan. Tang Lian sudah tidak tahan lagi, sebagai seorang pria cabul, Tang Lian sangat ingin Shie Long menjadi miliknya.
Dan apa yang mengejutkan adalah, Shie Long sadar apa yang dilakukan oleh tuannya itu namun dia juga menginginkan hal yang sama sehingga ia tidak menolak sama sekali. Tidak mendapatkan penolakan sama sekali, tentu saja membuat Tang Lian sangat senang dan semakin berani.
Perlahan Tang Lian membuka sedikit bibirnya dan ingin mencium bibir Shie Long, sementara Shie Long memejamkan matanya menunggu bibir Tang Lian bersentuhan dengan bibirnya. Meskipun sebenarnya Shie Long sangat malu, namun ia memberanikan diri. Hingga pada akhirnya....
"Rrrrooooaaarrrr!!"
Raungan Sun Hai dari luar goa tiba-tiba terdengar sangat keras dan mengejutkan Shie Long dan Tang Lian. Shie Long sangat kesal karena waktu romantisnya diganggu.
"Akan kubunuh kera api itu!" Shie Long berlalu pergi begitu saja keluar goa karena sangat kesal.
Sementara Tang Lian, senyum cabul nya dan perasaan senangnya terpampang sangat jelas diwajahnya. Ia sudah mengetahuinya sekarang, ternyata Shie Long juga menginginkan dirinya. Gadis secantik Shie Long menginginkan Tang Lian, tentu saja membuat orang mesum itu sangat senang.
"Kera api sialan! Berani sekali kau menganggu waktu--" Shie Long yang sebelumnya ingin memarahi Sun Hai terhenti seketika ketika mendapati kera api itu terkapar lemah dimulut goa.
"Pantas saja kera bodoh ini terus saja menghalangi kita untuk masuk ke goa ini."
"Hei kakak, bagaimana jika kita menikmati gadis itu bersamaan? Bukankah akan terlihat sangat menggairahkan? Hehehe!" Ujar dua orang pemuda bodoh yang datang entah dari mana.
Shie Long menatap jijik kedua pemuda itu, "Katakan dengan cara apa kalian ingin mati!" Ujar Shie Long dingin. Ia masih sangat kesal ketika mengingat waktu romantisnya dihancurkan begitu saja oleh kedua pemuda bodoh dihadapannya.
"Kakak kau dengar itu? Dia mengancam kita hahaha!"
"Aiiyyyoo!! Aku takut sekali hahahaa!" Ejek kedua pemuda itu.
"Shie Long, ada apa ribut-ribut?" Tanya Tang Lian seraya keluar dari mulut goa.
__ADS_1
Awalnya Tang Lian terlihat biasa saja dan terkesan tidak peduli. Namun setelah melihat kera api miliknya terluka cukup parah di mulut goa, seketika ia menatap tajam kedua pemuda yang dia tahu adalah pelakunya.
"Wah! Ternyata ada kekasihnya juga!"
"Ini malah lebih bagus, kita bisa menikmati wanita itu dihadapan kekasihnya, hehehe!" Kedua pemuda itu menyeringai cabul seraya menjilat bibirnya.
Shie Long sangat kesal hingga akhirnya ia tidak tahan lagi, namun ketika ia ingin bergerak memukuli kedua pemuda itu, Tang Lian sudah lebih dulu bergerak secepat kilat dan menghantam salah satu dari pemuda itu dengan sangat kuat.
"Uaaahhhkkk!!" Pemuda yang dihantam oleh Tang Lian perutnya melotot seperti matanya juga hampir keluar. Pemuda itu kemudian terhempas kebelakang hingga menghancurkan sebuah batu besar.
"Adik! Kamu baik-baik saja kan?!"
"A-aku baik-baik saja kakak!.. " Ujar pemuda itu pada kakaknya dengan susah payah.
"Bajingan! Akan kubunuh kau!" Teriak pemuda yang berperan sebagai kakak dan maju melawan Tang Lian.
Tang Lian terlihat tidak peduli, ia sangat marah ketika melihat orang-orang nya dilukai. Sehingga tanpa banyak basa-basi seperti biasanya, Tang Lian juga maju melawan orang itu.
Tidak lama setelah itu, kedua pemuda itu akhirnya dikalahkan dengan mudah. Tang Lian menggantungnya diatas pohon dengan kepala kebawah. Kedua pemuda itu juga terlihat sudah babak belur dengan wajah yang bengkak serta patah tulang dibeberapa bagian.
"T-tuan, tolong ampuni nyawa kami! Kami tidak punya mata sehingga kami mencari masalah dengan tuan.. "
"Benar tuan, tolong ampuni kami. Kami berjanji setelah ini tidak akan mengganggu tuan lagi.. "
Ujar dua pemuda itu meminta ampun dan berharap belas kasihan dari Tang Lian. Dalam hatinya, kedua pemuda itu benar-benar sangat ketakutan melihat Tang Lian.
"Melukai hewan peliharaan ku dengan cukup parah. Setidaknya butuh waktu seminggu baginya untuk memulihkan diri. Kedua, kalian menginginkan wanitaku dan bahkan ingin menikmatinya dihadapanku. Menurut kalian, jika kalian berada di posisiku saat ini apakah kalian akan memaafkanku?"
__ADS_1