
"Tidaaaaaakkk..." Tang Lian berteriak putus asa.
Kemudian Zhao Yu yang melihat itu dengan cepat melemparkan tombaknya kearah kepala serigala yang sedang membuka mulutnya, namun kepala yang satunya lagi membuang cambuk Yun Mei sebelumnya kemudian menangkap tombak Zhao Yu dengan cepat menggunakan mulutnya.
Tang Lian yang melihat itu menjadi hampir putus asa, namun rasa putus asa itu digantikan dengan kemarahan yang tiba-tiba memuncak.
"LAO HU!!!!!" Tang Lian berteriak sangat keras diiringi dengan kemarahan yang memuncak serta kekhawatiran yang besar.
Pada saat serigala itu hampir menggigit leher Yun Mei, Lao Hu dan Wang Long tiba-tiba muncul dari kekosongan dan mengaum sangat keras.
"Roooaaaarrrr..." Lao Hu mengaum dengan sangat keras hingga membuat telinga serigala itu hampir pecah. Karena merasakan sakit ditelinganya serigala itu akhirnya memilih untuk mundur dengan cepat dan menjaga jarak.
Setelah serigala itu mundur Tang Lian langsung menangkap tubuh Yun Mei dan menggendongnya ala tuan putri. Jika Lao Hu telat sedetik saja maka Yun Mei akan pasti mati.
"Mei'er apa kamu baik-baik saja?" Tang Lian bertanya dengan penuh ke khawatiran.
"Aku baik-baik saja suamiku.." Yun Mei berkata sembari turun dari gendongan Tang Lian.
"Astaga, kamu menakutiku...!!!" Tang Lian berkata setelah Yun Mei turun dari gendongannya lalu memeluknya erat.
"Maafkan aku suamiku karena telah membuatmu khawatir..." Yun Mei meminta maaf sambil membalas pelukan Tang Lian yang tubuhnya gemetar.
"Tidak apa-apa Mei'er, lain kali kamu harus lebih berhati-hati dan jangan bertindak ceroboh..." Tang Lian berkata kemudian melepaskan pelukannya.
"Baik, aku akan mengingat nasihatmu suamiku..." Yun Mei berkata dengan lembut.
Diposisi Lao Hu dan Wang Long yang melilit ditubuhnya sedang berhadapan dengan serigala sebelumnya. Serigala itu merasa sedikit takut karena dengan aumannya saja hampir membuat serigala itu pecah telinganya.
"Siapa kau? Jangan mengganggu urusanku!!!" Serigala itu ternyata sudah bisa bicara dan baru berbicara sekarang.
"Siapa aku kau tidak perlu tahu, yang pasti kau telah berani menyakiti tuanku maka kematianlah yang pantas kau dapatkan!!!" Lao Hu berbicara sambil berjalan-jalan pelan kesana kemari dan menatap tajam serigala itu ditengah kabut putih yang pekat.
__ADS_1
"Kematian? Hahaha...Aku ingin lihat bagaimana kau bisa membunuhku..." Serigala itu berkata dan tertawa kemudian menghilang lagi ditengah kabut.
Lao Hu yang melihat itu hanya tertawa meremehkan serigala itu. "Hahahaha...Kabut rendahan seperti ini kau kira bisa menghalangiku? Sungguh bodoh!!!".
Serigala yang mendengar itu menjadi terpancing amarahnya tetapi berusaha untuk menahannya dan memilih untuk tetap diam dan bergerak dengan cepat kesana kemari, serigala itu merasa bahwa tidak ada yang bisa mengalahkan dirinya jika didalam kabut ini, namun apa yang selanjutnya terjadi membuatnya tidak bisa berkata apa-apa.
"Saudara Wang Long..." Lao Hu berkata dan menyebut nama seekor naga yang sedang melilit di tubuhnya.
"Aku tau..." Wang Long berkata kemudian mengaum juga.
"Rrrooooaaaaarrrr..." Wang Long mengaum kemudian angin tiba-tiba bertiup dengan kencang dan panas kemudian menghilangkan semua kabut yang pekat itu.
Setelah kabut itu menghilang pandangan semua orang kini menjadi jelas kembali dan dapat melihat serigala itu sedang berada diatas dahan sebuah pohon. Sedangkan serigala itu sekarang menjadi sangat terkejut, karena selama ini ketika dia menggunakan jurus itu tidak ada yang pernah selamat darinya, lalu saat ini jurusnya dengan mudah dibatalkan oleh Lao Hu dan Wang Long.
"Hahahaha... lihatlah jurus lemahmu ini hanya seperti embun pagi yang menyegarkan dimataku!!!" Lao Hu tertawa dan terus berbicara meremehkan serigala itu.
Serigala yang mendengar itu menjadi tidak dapat menahan emosinya lagi kemudian melolong dengan keras lalu bergerak dengan cepat menyerang Lao Hu dengan kekuatan penuh.
"Jurusmu ini hanyalah sampah di mataku!!!" Lao Hu berkata kemudian mengayunkan salah satu cakar kakinya kemudian memukul ketiga bola energi itu seperti seekor kucing yang sedang bermain dan langsung saja jurus itu hancur seketika.
Serigala yang melihat itu sekarang menjadi ketakutan, tadi itu adalah serangan terkuatnya lalu ditahan dengan mudah oleh Lao Hu.
"Sekarang giliranku!!!" Lao Hu berkata kemudian mengumpulkan energi dicakar kaki kanannya lalu tanpa berkata apapun Lao Hu bergerak dengan cepat secara tiba-tiba dan sampai dihadapan serigala yang masih diatas dahan pohon lalu menyerang dengan cakar kanannya.
Serigala yang masih tenggelam dalam ketakutan dan tidak siap tidak sempat membuat kuda-kuda bertahan akhirnya terkena serangan dan terjatuh dari atas pohon itu. Setelah terjatuh gabungan serigala itu akhirnya terpisah dan ingin melarikan diri masing-masing namun Wang Long menghadangnya.
"Apa kau tidak menganggapku juga?" Wang Long berkata dan secara tiba-tiba dia sudah berada dihadapan keenam serigala itu kemudian mengubah tubuhnya menjadi besar.
Keenam serigala yang melihat seekor naga berwarna emas didepannya dan semakin lama semakin besar membuat nyali keenam serigala itu ciut seperti anak anjing dan mundur perlahan.
"To... tolong lepaskan kami...kami mengaku bahwa kami salah..." Salah satu serigala berbicara dan mewakili apa yang ingin dikatakan oleh kelima serigala lainnya.
__ADS_1
"Tidak ada ampun bagi kalian para anjing liar!!! kalian hampir membunuh istriku!!!" Tang Lian berbicara tiba-tiba dan membuat keenam serigala itu semakin takut dan tubuh gemetar sekarang.
Disisi Lao Hu dan Wang Long perintah Tang Lian adalah mutlak, sehingga mereka akan melakukan apapun yang dikatakan oleh Tang Lian.
Kemudian setelah Tang Lian mengatakan tidak ada ampun maka Lao Hu dan Wang Long dengan cepat dan tanpa basa-basi lagi langsung membunuh semua serigala tanpa sisa.
Suara lolongan kesakitan sebelum kematian keenam serigala itu saling sahut menyahut sampai pada akhirnya telah benar-benar mati dengan mengenaskan, semua kaki dan kepala mereka dipisahkan oleh Lao Hu dan Wang Long.
Setelah kedua hewan itu selesai membunuh keenam serigala sebelumnya mereka langsung mendekat kearah Tang Lian yang sudah terduduk dibawah sebuah pohon bersama Yun Mei dan Zhao Yu.
"Tuan, kami telah menyelesaikan tugas.." Lao Hu dan Wang Long berkata dengan serempak dan hormat.
"Terima kasih Lao Hu dan Wang Long, jika kalian tidak ada entah apa yang terjadi sekarang.." Tang Lian berterima kasih kepada Lao Hu dan Wang Long sembari tersenyum dan mengelus-elus kepala harimau putih itu.
"Tidak perlu berterima kasih tuan, itu sudah menjadi kewajiban kami untuk melindungi anda, jika kami tidak melakukan tugas kami dengan baik maka ayah tuan akan menghukum kami..." Walaupun Lao Hu berkata demikian, tetapi juga tidak bisa dipungkiri bahwa dia sangat senang karena Tang Lian mengelus kepalanya dengan lembut.
Wang Long yang sudah kembali melilit ditubuh Lao Hu menjadi iri karena Tang Lian mengelus kepalanya, kemudian Wang Long pindah ke tubuh Tang Lian dan melilit dilehernya.
"Tu...tuan..." Wang Long berkata dengan malu-malu karena dia juga ingin dielus kepalanya oleh Tang Lian.
Tang Lian yang paham akan hal itu kemudian mengelus kepala naga itu juga sembari berpikir 'Mengapa aku merasa Wang Long ini seperti seekor naga betina yang malu-malu?'.
Walaupun Tang Lian berpikir seperti itu tapi hanya untuk beberapa saat kemudian membuang jauh-jauh pikirannya. Namun kenyataannya naga emas itu memang se ekor naga betina, dan nama Wang Long hanyalah nama samaran saja.
Yang mengetahui itu hanyalah Tang Lian dan istrinya, bahkan Lao Hu juga tidak tahu. Kemudian mengapa naga emas itu harus menyamar?. Karena masa lalunya juga menyedihkan, serta seperti apa masa lalunya? Dikemudian hari kita akan tahu....
***BERSAMBUNG***
Halo para pembaca yang Budiman, terimakasih telah mampir di novel ini jangan lupa klik tombol like dan terus dukung author juga dengan kasi vote novel author terima kasih.....
tunggu ada yang bilang hadiah? Author mau dong 😁
__ADS_1
**********SAMPAI JUMPA***************