
"Hmmm... Sangat aneh, kenapa sedari tadi aku tidak melihat seekor pun binatang roh? Apakah kita memasuki alam yang salah?" Ujar Tang Lian merasa aneh.
"Hehehehe.... Maaf tuan, itu karena mungkin aku yang lupa menyembunyikan auraku" Ujar Shie Long terkekeh.
"Aiih... Pantas saja, rupanya para monster itu lari ketakutan karena auramu!." Tang Lian menggerutu.
Sebagai ras binatang roh Surgawi, tentu saja Shie Long ditakuti oleh sebagian besar binatang roh. Apa lagi Shie Long berasal dari Klan Naga, membuatnya sangat ditakuti hanya karena sedikit auranya saja.
Tang Lian pun menyuruhnya untuk menyembunyikan auranya, terutama aura naganya. Shie Long mengangguk dan langsung melakukannya.
Tidak butuh waktu lama, hanya dalam satu menit setelah Shie Long menyembunyikan auranya. Ratusan monster 'banteng merah dan hidung putih' sudah mengepung Tang Lian dan kedua bawahannya.
Tang Lian menatap binatang roh itu sedikit kecewa. Pasalnya kultivasi 'banteng merah hidung putih' itu lebih rendah dari macan hitam sebelumnya.
120 ekor banteng merah itu menerjang Tang Lian dan kedua bawahannya dari segala arah. Tang Lian pun tidak menyianyiakan kesempatan ini untuk melatih Sun Hai dengan cara Sun Hai sendiri yang akan melawan sekelompok banteng merah itu.
"Sun Hai, tugasmu selanjutnya adalah mengalahkan semua monster jelek itu. Aku hanya akan menolongmu jika nyawamu terancam." Titah Tang Lian dengan cepat.
Titah Tang Lian tentu saja Sun Hai tidak bisa menolaknya. Meskipun kera api itu sedikit gemetar karena jumlah banteng itu yang banyak dan kultivasinya setara dengan Sun Hai sendiri, namun mau tidak mau dia harus melawannya. Apa lagi Tang Lian berkata akan menolongnya jika nyawanya terancam, jadi ia bisa sedikit lebih tenang.
Sun Hai mencabut bulunya dan berubah menjadi tongkat yang panjang. Lalu melesat kearah para banteng itu dengan cepat. Ia langsung mengeluarkan kekuatan penuh dan berniat memukuli kepala banteng merah itu satu per satu.
Sementara Tang Lian dan Shie Long melompat terbang agar tidak menjadi sasaran monster banteng merah itu. Sehingga otomatis monster itu akan menyerang Sun Hai terlebih dahulu.
Sun Hai berputar-putar mengayunkan tongkatnya.
"Bang!... Bang!... Bang...! "
Satu persatu kepala banteng itu berhasil Sun Hai pukul sehingga membuatnya mundur.
"Kekuatan tubuh banteng merah ini lumayan keras juga, bahkan tongkat Sun Hai saja hanya bisa memukul mundur dua langkah kebelakang.. " Gumam Tang Lian yang memperhatikan.
"Itu adalah kelebihan dari banteng merah ini tuan. Karena mereka yang hidup berkelompok dan kekuatan tubuh mereka yang kuat, membuat mereka disegani dan ditakuti. Bahkan Macan hitam yang tuan lawan sebelumnya akan berpikir dua kali jika ingin menyinggung banteng merah ini.. " Balas Shie Long menjelaskan.
"Rrrooooaaarrrr!"
__ADS_1
Tiba-tiba suara Sun Hai terdengar meraung sangat keras dan....
"Bang!"
Lima ekor banteng merah berhasil Sun Hai bunuh dengan memukul lehernya sampai hancur.
"Hahaha! Kera api milikku ternyata lumayan pintar! Hanya dalam waktu singkat, dia bisa tahu kelemahan banteng merah itu. Bagus! Bagus! Hahaha!" Puji Tang Lian tertawa senang.
Mendengar pujian tuannya, Sun Hai sangat senang! Meskipun nafasnya tidak beraturan, namun wajahnya masih tersenyum.
Sementara Shie Long sedikit iri, karena tuannya sangat jarang memujinya, dan bahkan hampir tidak pernah.
"Mooo!!"
Melihat lima temannya mati dibunuh oleh Sun Hai, membuat kelompok banteng itu meraung marah dan menyeruduk kearah Sun Hai.
Sun Hai berusaha menghindar, namun banteng yang lain menghantam punggungnya dari belakang. Sun Hai terlempar kedepan, didepan sana Sun Hai kembali disambut dengan serudukan banteng yang lain.
Sun Hai melihat itu tentu saja tidak akan tinggal diam begitu saja. Ia dengan cepat mengangkat tongkatnya dengan kedua tangannya hingga diatas kepala, lalu mengayunkannya sekuat tenaga!
"Bang!"
Sun Hai diam ditempat dengan nafas ngos-ngosan. Dari mulai pertarungan dimulai, Sun Hai sudah mengerahkan kekuatan penuh. Dan itu membuatnya sangat kelelahan.
Namun meskipun demikian, Sun Hai tidak mengendurkan kewaspadaan nya terhadap musuhnya yang masih tersisa banyak!
"Terus bertarung Sun Hai! Ini adalah waktu yang tepat untuk menambah pengalaman bertarungmu. Pengalaman bertarung yang hanya bisa kau dapat dalam situasi hidup dan mati!." Ujar Tang Lian menyemangati.
Sun Hai mengangguk mengerti, selain itu adalah perintah tuannya, ia juga mengerti niat tuannya karena semua ini untuk masa depannya sendiri.
Mati? Sun Hai tidak takut akan hal itu, karena tuannya sudah berjanji jika dia akan menolongnya jika nyawanya terancam. Oleh karena itu ia pun tidak ragu untuk mengerahkan kemampuan penuhnya.
Hingga satu jam berlalu, pertarungan terus berlanjut dengan sengit. Kelompok banteng merah kini hanya tersisa setengahnya. Banyak dari mereka yang mati karena leher yang hancur dan terpanggang hidup-hidup. Tentu saja itu terjadi karena Sun Hai juga menggunakan apinya yang panas!
Energi Sun Hai juga kini hanya tersisa tiga puluh persen, yang artinya dia akan kalah jika tetap bertarung seperti sebelumnya. Meskipun dia akan membunuh banyak dari banteng merah, namun tetap saja ia akan kalah karena energinya yang terus berkurang.
__ADS_1
Namun ia percaya dengan tuannya, oleh karena itu dia tidak mempedulikan hal itu. Tempat mereka bertarung juga telah porak poranda. Namun itu bukanlah masalah besar, justru itu adalah hal bagus bagi Sun Hai karena ia bisa bertarung dengan leluasa karena pandangannya tidak dihalangi oleh pohon raksasa.
"Bang! Bang! Bang!"
"Bam! Bom! Trang!"
Suara pertarungan yang sengit masih berlanjut memekakkan telinga. Tubuh Sun Hai juga dipenuhi oleh luka, darah segar membasahi tubuh Sun Hai. Namun seperti sebelumnya, dia tidak peduli dengan itu.
Tang Lian dan Shie Long menatap kagum pada Sun Hai, ternyata kemampuan Sun Hai sebenarnya diluar ekspetasi mereka!
"Rrrrooooaaarrrr!"
Sun Hai tiba-tiba meraung kesakitan ketika salah satu banteng menggigit kakinya. Sun Hai pun meninju kepalanya dengan kuat!
"BAAAM!"
Gigitan banteng itu seketika terlepas dan membuat kepalanya tertanam ketanah. Tidak puas sampai disitu, Sun Hai kembali menginjak lehernya!
"BAAAM!"
"KRAAK!"
Leher banteng merah yang patah terdengar sangat jelas.
"Muoooo!"
Banteng yang lain meraung marah dan menyerang Sun Hai dengan cepat dari samping. Sun Hai yang merasakan bahaya, segera mengambil mayat banteng yang baru saja ia bunuh dan melemparkannya kearah banteng yang menyerang!
Banteng itu menyundul mayat temannya itu dan membuangnya kesamping, namun begitu ia melihat kembali kedepan, ternyata tinju Sun Hai yang di aliri dengan elemen apinya yang panas, membesar di depan matanya dan...
"BAAAMMM!!!"
Kepala banteng itu pecah berkeping-keping! Darah segar segera mengucur deras, dan otak serta mata banteng itu berserakan kemana-mana.
Sun Hai terkejut dengan kemampuannya sendiri! Bagaimana tidak? Sebelumnya ia tidak bisa melakukan ini karena tubuh banteng merah yang keras, namun baru saja dia berhasil melakukannya!
__ADS_1
Kini Sun Hai menyadari satu hal, yaitu karena pertarungan hidup dan mati kali ini ia bisa mengeluarkan semua kemampuannya dan menunjukkan potensinya! Karena itu juga, ia baru saja menyadari jika kekuatan tubuhnya telah bertambah kuat!
BERSAMBUNG...