PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 81 "Pertarungan Tang Lian"


__ADS_3

"Kata-katamu terlalu sombong!!." Tuan muda itu berkata seraya melancarkan serangannya.


Disisi Tang Lian dia tidak membalas perkataan musuhnya itu dan hanya mengangkat pedang darah penghakimnya sehingga ujung pedangnya beradu dengan ujung bayangan pedang yang cukup besar.


"Bom..."


Suara benturan antara pedang Tang Lian dan bayangan pedang besar itu cukup keras sehingga membuat orang-orang disekitarnya seketika mengerumuni mereka.


"Hei, lihat! Bukankah itu tuan muda Liao Gun?."


"Iya benar, tampaknya dia sedang bertarung dengan seseorang.."


"Haiss... Sungguh malang nasib pemuda yang berani menyinggung tuan muda Liao Gun itu..."


Orang-orang disekitar mereka berbisik-bisik dan menonton.


Sedangkan disisi Tang Lian dia dapat dengan jelas mendengar semua perkataan orang-orang itu, kemudian dia hanya tersenyum seraya membatin 'Yang seharusnya kalian khawatirkan itu adalah orang ini..'


"Hancurkan!!." Tang Lian bergumam seraya mengalirkan sedikit energi qi melalui pedangnya.


"*Krak..."


"Krak..."


"Krak..."


"Boomm*..."


Bayangan pedang itu retak secara perlahan hancur berkeping-keping dan menyebabkan tuan muda yang namanya Liao Gun itu terhempas lima meter kebelakang dan memuntahkan seteguk darah seraya memegang dadanya yang terasa sakit.


'Bagaimana mungkin!?..' Liao Gun membatin tidak percaya, karena dalam serangan ini dia menggunakan tujuh puluh persen kekuatannya, dan dia merasa itu sudah cukup untuk membunuh Tang Lian, namun tidak disangka ternyata Tang Lian menahannya dengan mudah.


"Apakah hanya ini kemampuanmu?." Tang Lian bertanya dengan nada merendahkan.


"Kau jangan senang dulu, seranganku yang selanjutnya akan jauh lebih kuat lagi!!!." Liao Gun berkata dengan kesal.


"Oh? Ternyata masih punya kemampuan lain? Kalau begitu keluarkan semuanya, aku ingin lihat sampai dimana kemampuan seekor anjing yang hanya tau menggonggong..." Tang Lian berkata semakin merendahkan.


Merasa dipermalukan, wajah Liao Gun berubah menjadi merah padam karena sangat marah. Kemudian Liao Gun menggumamkan lagi sebuah tehnik pedang yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.


"Tehnik pedang mawar hijau!!!." Liao Gun bergumam dengan keras dan mengeluarkan seluruh kekuatannya pada serangan ini, dia berniat membunuh Tang Lian dengan serang terakhir ini. Kemudian ribuan bayangan bunga mawar berwarna hijau muncul dari belakang Liao Gun, dan dari bunga mawar itu kemudian mekar lalu mengeluarkan sebuah pedang juga.


"Hei lihat! Itu adalah tehnik pedang mawar hijau!!."

__ADS_1


"Tehnik itu terlihat sangat indah, namun dibalik keindahannya itu adalah tehnik yang sangat mengerikan!!."


"Haiiss... Pemuda itu pasti mati kali ini..!." Orang-orang yang menonton saling berbisik lagi.


Kemudian disisi Liao Gun, dia berteriak sangat keras seraya mengerahkan kekuatan penuhnya.


"Matilah!!!!!!!." Liao Gun berteriak sangat keras dan melancarkan serangannya.


"Tehnik yang kau gunakan ini cukup menakutkan...." Tang Lian berkata dan untuk sesaat membuat Liao Gun tersenyum penuh kemenangan, namun Tang Lian masih belum menyelesaikan kata-katanya.


"Namun ini tetap saja ini hanyalah sebuah tehnik sampah dimataku!!." Tang Lian berkata dengan sedikit keras dan membuat Liao Gun menghentikan senyumannya.


"Apa!?." Liao Gun bergumam bingung.


Kemudian Tang Lian memutar-mutarkan pedangnya hingga membentuk lingkaran didepannya, kemudian dari dalam lingkaran itu keluarlah sebuah bayangan perisai berwarna merah.


"Prisai kaisar..." Tang Lian bergumam dan perisa yang didepannya kemudian membesar.


Kemudian detik berikutnya, tehnik pedang mawar hijau milik Liao Gun menghantam teknik prisai kaisar milik Tang Lian.


"Bom... Bom... Bom... Bom... Bom...!."


Suara ribuan bayangan pedang yang berwarna hijau itu terus melesat dengan cepat dan kuat menghantam prisai kaisar milik Tang Lian. Setiap pedang yang menghantam prisai kaisar itu kemudian hancur berkeping-keping hingga pada akhirnya serangan itu berakhir karena ribuan pedang itu telah habis.


"Hehehe... Sudah aku katakan tehnik yang kau gunakan itu hanyalah sampah dimataku..." Tang Lian terkekeh dan berkata merendahkan.


"Sial!.." Liao Gun membatin.


"Baiklah, sekarang giliran ku untuk menyerang, aku harap kau masih memiliki cukup kekuatan untuk melihat apa itu tehnik pedang yang sebenarnya..." Tang Lian berkata seraya mengangkat pedangnya tepat didepan wajahnya dengan ujung pedang menghadap ke atas langit.


"Tehnik pedang pembantai!!." Tang Lian bergumam dengan sedikit keras dan memejamkan matanya dan fokus kepada tehniknya.


Setelah Tang Lian menggumamkan tehnik itu kemudian dari atas langit muncullah lima puluh bayangan pedang berwarna merah dan dua kali lebih besar dari pada tehnik pedang seribu kesengsaraan milik Liao Gun.


Disisi Liao Gun, dia tiba-tiba melihat keatas langit dan dengan keterkejutan yang luar biasa dan mata yang terbuka sangat lebar seolah-olah mata itu ingin melompat keluar serta mulut yang ternganga menatap kelima puluh bayangan pedang merah yang besar itu dengan tatapan tidak percaya.


Disisi orang-orang yang menonton dan menyayangkan Tang Lian sebelumnya kini mereka hanya terdiam dan tak dapat berkata apa-apa lagi, ekspresi mereka sama persis seperti Liao Gun.


"Jika kau masih dapat hidup setelah menahan salah satu dari kelima puluh pedang itu tanpa kehilangan nyawa maka mungkin aku tidak akan membunuhmu..." Tang Lian berkata kemudian mengarahkan pedangnya kearah Liao Gun.


"Siiiiiiiuuuuuuuu.......!"


Salah satu bayangan pedang merah itu kemudian jatuh dengan kecepatan tinggi kearah Liao Gun.

__ADS_1


"Gawat!!!." Liao Gun bergumam kemudian mengerahkan seluruh energi qi nya yang masih tersisa dan menggunakan sebuah tehnik bertahan membentuk prisai untuk melindungi dirinya.


"Prisai tak tertembus!!!.." Liao Gun bergumam panik.


"Booooooommmmmm...."


Bayangan pedang yang jatuh itu kemudian menghantam Liao Gun yang sedang bertahan dengan keras dan menciptakan suara dentuman yang keras dan menyebabkan setengah dari kota benteng besi itu bergetar seperti gempa.


"Sial!!!.... Aku.... Akan.... Mati....!." Liao Gun bergumam pelan dengan susah payah seraya menahan bayangan pedang itu dengan segenap kekuatan yang dia miliki.


"Perjuangan yang sia-sia..." Tang Lian bergumam pelan seraya menggelengkan kepalanya, kemudian...


"DUUUAAAARRRR..."


Ledakan yang kuat terjadi pada Liao Gun dan membuatnya mati seketika tanpa tubuh yang tersisa, semua tubuhnya kini telah berubah menjadi debu dan beterbangan dihembus oleh angin.


Setelah ledakan itu Tang Lian kemudian membatalkan tehniknya dan kini langit yang sebelumnya dipenuhi awan hitam kini kembali cerah, dan dapat dilihat dengan jelas bahwa ditempat Liao Gun berdiri sebelumnya telah menciptakan cekungan yang besar.


"Hmph... Sampah!!!!.." Tang Lian bergumam dan menyimpan kembali pedang darah pemghakimnya.


"Ayo kita pergi.." Tang Lian berkata kepada kedua istrinya dan para bawahannya.


"Baik tuan..."


"Baik suami..."


Para bawahan dan istri Tang Lian menjawab serempak lalu menyusul Tang Lian yang telah berjalan duluan.


Sedangkan disisi orang-orang yang menonton sebelumnya kini wajah mereka berubah menjadi pucat pasi dan tidak dapat mengeluarkan sepatah katapun dan terus terdiam seraya menatap cekungan yang tercipta karena serangan Tang Lian.


"Pemuda itu sungguh mengerikan!!!.."


"Kita haru berhati-hati agar tidak menyinggung pemuda itu dimasa depan!!.."


"Ya, kamu benar saudara, bahkan jika klan Liao ingin membalas dendam atas kematian tuan muda mereka aku rasa mereka hanya mencari kematian sendiri!!!.."


"Bagaimana itu mungkin? Klan Liao adalah klan terkuat nomor dua dikota ini..."


"Apa kau tidak bisa melihat? Lihatlah cekungan yang besar itu hanya dengan satu pedang raksasa itu, aku berpikir bagaimana jika semua pedang itu jatuh bersamaan? Kau sudah pasti bisa menebak hasilnya..."


Orang-orang yang menonton sebelumnya berbicara satu sama lain.


***BERSAMBUNG***

__ADS_1


__ADS_2