
Sun Hai tersadar dari keterkejutannya lalu menjalankan apa yang diperintahkan Tang Lian dengan cepat.
Setelah Sun Hai selesai menyelesaikan tugasnya, Tang Lian pun kembali melanjutkan perjalanan kesembarang arah dengan Sun Hai mengekor dari belakang.
Baru saja keduanya melangkah beberapa langkah, tiba-tiba sebuah suara yang sangat dikenalnya memanggil dengan keras bersamaan dengan terbukanya sebuah portal lagi.
"Tuan bajingan! Dimana kau!? Berani sekali kau meninggalkan ku sendirian!"
Tang Lian langsung berhenti melangkah dan seketika memasang wajah masam, "Suara ini... Shie Long? Astaga! Ming Jiao itu pasti yang mengizinkannya masuk!" Ia menggerutu seraya mengusap kasar wajahnya.
Sementara Sun Hai, ia langsung bersembunyi dibelakang Tang Lian begitu suara Shie Long sebelumnya terdengar. Ia takut akan kena imbas dari kemarahan Naga Betina itu. Tapi mau bagaimana lagi, tuannya adalah Tang Lian, dan bukan Shie Long.
"Mengapa kau mengikutiku? Bukankah sudah kubilang untuk pergi kemana saja asalkan tidak mengikutiku?" Tanya Tang Lian seraya memandang kearah Shie Long yang hanya berjarak sekitar lima puluh meter darinya.
"Kau dasar tuan bodoh! Apa alasannya kau tiba-tiba marah dan meninggalkanku hah!?" Teriaknya marah.
Dalam hatinya, Tang Lian bingung kenapa sekarang Shie Long yang jadinya memarahinya? Bukankah seharusnya dia yang sedang marah? Namun meskipun demikian, Tang Lian tetap menjawab.
"Karena kau telah membohongiku!" Jawab Tang Lian tegas seraya menatap tajam kearah Shie Long.
"Menipumu? Kapan itu?" Shie Long malah bertanya kembali dengan bingung. Karena memang ia rasa ia tidak pernah menipu Tang Lian.
"Cih! Jangan pura-pura tidak tahu," Tang Lian berdecih kesal.
Shie Long menarik nafas dalam dan menghembuskannya dengan kasar, ia mencoba untuk tetap sabar menghadapi lelaki bodoh dan tidak jelas itu. Namun meskipun demikian, apalah daya karena Shie Long telah jatuh hati padanya.
"Baiklah, jika aku bersalah maka maafkan aku.. " Shie Long memaksakan diri untuk meminta maaf.
__ADS_1
Sebagai Klan Naga, Shie Long jelas memiliki harga diri dan kesombongan yang tinggi. Namun untuk pujaan hatinya ia memilih untuk mengesampingkan itu semua.
Tang Lian memandang wajah Shie Long yang tampak bersungguh-sungguh. Ditambah dengan kecantikan Gadis Naga itu yang bisa meruntuhkan sebuah alam, Tang Lian menjadi tidak tega. Sedikit demi sedikit akhirnya pendiriannya goyah juga.
"Aaaarrrgghhh! Baiklah! Tidak usah memasang wajah mengemaskan seperti itu! Oh astaga!! Mengapa setiap dihadapan kecantikan aku selalu saja kalah! Huh.... Langit sungguh tidak adil!" Ujarnya bersungut-sungut.
Wajah Shie Long seketika berubah cerah, "Jadi apakah aku dimaafkan?" Tanyanya seraya memasang wajah yang lebih menggemaskan.
"Ya! Aku memaafkanmu, tapi ini adalah yang pertama dan terakhir kalinya. Jika suatu saat kamu masih menipuku lagi, aku benar-benar tidak akan memaafkanmu lagi!"
"Ya! Aku berjanji!" Jawab Shie Long dengan cepat. Baginya tiada yang lebih membahagiakan daripada kata maaf dari Tang Lian saat ini. Oh cinta, memang bisa membuat siapapun bisa jadi gila!
Setelah itu, Tang Lian langsung berbalik dan pergi melanjutkan perburuan. Melihat itu, Shie Long langsung bergerak cepat kesampingnya dan berjalan sejajar dengannya.
Perasaan marahnya tadi seketika melayang entah kemana. Padahal ia sudah berjanji akan menghajar Tang Lian yang tiba-tiba marah tidak jelas itu. Namun nyatanya, setelah melihat wajah tampan pria yang dicintainya itu ia tidak sanggup melakukannya.
Hal itu membuat Shie Long menjadi cemberut, ia terlihat semakin menggemaskan ketika cemberut begitu.
"Tuan!" Panggilnya dengan nada suara khusus cemberut nya.
Namun Tang Lian tidak menggubris panggilan itu, ia hanya terus mengedarkan kesadaran ilahinya untuk mencari lebih bayak binatang buas. Namun anehnya sedari tadi tidak ada satupun binatang buas yang terlihat. Padahal sebenarnya alam monster ini dipenuhi oleh para monster atau biasa disebut binatang roh dengan jumlah yang tak terhitung. Hal ini membuat Tang Lian sangat bingung.
Sementara Shie Long semakin cemberut ketika Tang Lian tidak mempedulikan panggilannya barusan. Shie Long pun akhirnya berinisiatif untuk memegang tangannya dan menghentikan langkahnya.
Akhirnya mau tidak mau Tang Lian harus menoleh kearah Shie Long.
"Apa!?"
__ADS_1
Tanya Tang Lian dengan nada suara masih marah.
"Tuan bilang tuan sudah memaafkanku, tapi mengapa kamu mengacuhkanku," Tanyanya dengan suara hampir menangis.
Tang Lian hanya menanggapi itu dengan plototan tanpa bicara.
Shie Long menghela nafas panjang dan bertanya lagi, "Apakah kesalahanku memang tidak termaafkan? Jika demikian tolong katakan dimana letak kesalahanku. Aku sungguh tidak tahu salahku dimana.. " Air matanya hampir saja menetes ketika bertanya demikian.
Bagi Shie Long, tidak ada yang lebih menyakitkan dari pada diacuhkan oleh Tang Lian.
Melihat mata jernih Shie Long yang hampir saja menangis, Tang Lian pun akhirnya berbicara,
"Ming Jiao! Mengapa kamu mempertemukan aku dengannya? Sementara kamu sudah tahu jika dia adalah murid orang yang sangat aku benci! Katakan padaku Shie Long, apakah kamu sengaja melakukannya untuk menyampaikan padaku jika aku bukanlah apa-apa tanpa mengandalkan nama, status, dan kekuasaan bajingan itu!? Kamu tahu, hal paling kubenci saat ini adalah sesuatu yang berhubungan dengan ayah bajingan itu, bahkan jika bertemu telapak kakinya saja aku tidak sudi! Apa lagi muridnya!"
"Sudah berkali-kali aku mengatakannya, jika aku juga membenci semua yang berkaitan dengan ayah bajingan itu! Kamu ingat, bahkan darahnya saja aku tidak sudi mengalir dalam nadiku! Oleh karena itulah aku membuangnya! Aku juga tidak peduli entah dia Kaisar, Dewa ataukah Sang Penguasa! Yang harus kamu tahu Shie Long,..."
Tang Lian menunjuk tangan kanannya yang dipotong dan berkata lagi, "Tanganku yang putus ini adalah bukti kebencianku terhadap bajingan tua itu! Bahkan jika tanganku bisa ditumbuhkan kembali, rasa sakit saat itu tidak akan pernah aku lupakan! Yang artinya aku tidak akan pernah memaafkannya! Selama aku masih hidup aku tidak akan pernah memaafkannya! Camkan itu baik-baik!"
Ujar Tang Lian seraya menatap tajam Shie Long, setiap kata yang ia keluarkan penuh dengan ketegasan dan penekanan.
Sementara Shie Long terdiam membeku, tidak tahu harus berkata apa lagi. Tidak pernah terpikirkan olehnya jika kebencian Tang Lian ternyata sangat dalam! Dari raut wajah Tang Lian barusan, Shie Long dapat tahu jika Tang Lian benar-benar serius dengan perkataannya.
Dan lagi, Shie Long tidak pernah menyangka bahwa untuk bertemu murid dari ayahnya saja ia tidak mau. Sulit dijelaskan seperti apa sifat Tang Lian itu. Sifatnya hanya ada satu diantara sejuta orang.
"M-maaf... Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi.. " Ucap Shie Long dengan terbata, air matanya sudah tak dapat ia tahan lagi, dan akhirnya ia menangis disana.
Tang Lian yang baru pertama kali melihat Shie Long menangis, menjadi simpati dan tidak tega. Akhirnya iya menghapus air mata Shie Long dengan jarinya dan berkata dengan lembut, "Sudahlah, ini sebenarnya bukan salahmu. Aku hanya sedang sangat kesal saja, aku tahu niatmu sebenarnya membawamu kemari karena permintaan ku sebelumnya, dan ini juga merupakan sebagian dari kesalahanku."
__ADS_1
BERSAMBUNG....