
Tiga hari lagi berlalu dengan cepat, kini Lao Hu sudah berada di kekaisaran Long. Lao Hu ingin menggunakan portal ruang dan waktu yang pernah dibangun oleh Tang Lin disana dan kembali ke alam atas.
Long Tian juga tidak masalah dengan itu, ia mengizinkan Lao Hu untuk menggunakannya. Lagi pula harimau putih itu hampir tujuh puluh persen orang di istana itu sudah mengenalnya, jadi siapa yang berani menghalanginya?.
Disisi lain, kabar hancurnya sekte pedang cahaya dan musnahnya klan Liao yang ada di kota benteng besi, kini sudah tiba ditelinga kaisar dari kekaisaran Zhang.
Hancurnya sekte pedang cahaya, tentu sangat mempengaruhi pondasi dan kekuatan kekaisaran Long. Ditambah lagi musnahnya klan Liao, membuat kekaisaran Zhang sangat senang. Mereka pikir akan segera menyusun rencana baru untuk memusnahkan kekaisaran Long.
Pada saat ini, tujuh orang yang berpakaian hitam yang sangat menyeramkan, mereka sedang duduk dimeja bundar yang berbentuk lingkaran.
Ketujuh orang itu ialah, kaisar kekaisaran Zhang yang namanya adalah Zhang Tzu. Tapi itu hanyalah nama samaran saja, dan namanya sebenarnya adalah Mao Tzu. Ia duduk di kursi yang paling tinggi yang terbuat dari tengkorak manusia.
Disebelah kanannya, ialah Mentri pertahanan yang bernama Mao Guan. Menteri pertahanan yang memegang penuh semua kendali militer. Mao Guan terlihat memiliki perut buncit dan hidungnya mirip seperti babi, matanya hitam sangat pekat dan telinganya seperti telinga rubah.
Disebelah kiri Kaisar Mao Tzu, ialah pemimpin sekte teratai hitam. Namanya adalah Mao Tse. Pemimpin sekte teratai hitam adalah adik dari Mao Tzu. Ia dan kakaknya memiliki tampilan manusia seperti seorang pria tua yang kembar.
Dan empat lainnya adalah para panglima perang kekaisaran Zhang. Keempat panglima perang itu memiliki julukan sebagai empat panglima iblis angin. Mereka dijuluki demikian karena, masing-masing dari mereka menjaga salah satu dari empat gerbang utama kekaisaran Zhang yang dibangun diantara empat mata angin yaitu gerbang timur, barat, selatan, dan utara.
Gerbang timur dijaga oleh panglima iblis yang bernama Mao Zedong. Ia memilikinya tampilan seperti manusia serigala, tetapi ia juga memiliki tanduk seperti tanduk banteng dan kakinya seperti kaki kambing.
Gerbang barat dijaga oleh seorang iblis wanita berbentuk manusia ular, namanya adalah Mao Ziyi.
Gerbang selatan dijaga oleh seorang iblis yang berbentuk seperti manusia harimau hitam dan memiliki loreng merah disekujur tubuhnya dan namanya adalah Mao Gu.
Dan yang terakhir adalah gerbang utara, gerbang itu dijaga oleh seekor iblis naga hitam yang sangat menyeramkan. Naga itu memiliki julukan lain yaitu Naga Kegelapan.
__ADS_1
Mereka berempat adalah panglima iblis angin yang telah disebutkan sebelumnya. Meskipun saat ini keempat panglima perang itu tengah menggunakan tubuh manusia yang bermacam-macam, tetapi aura menjijikkan dari tubuhnya itu sangat kental. Keempat panglima iblis itu juga menggunakan artefak suci sehingga kekuatannya saat ini jauh diatas Tang Lian.
"Aku rasa kalian semua sudah tau mengapa kalian semua aku kumpulkan disini." Ujar Mao Tzu membuka topik.
"Kakak, bukankah ini terlalu cepat dari yang telah direncanakan?.." Sahut Mao Tse.
"Pemimpin sekte teratai hitam, mungkinkah kamu belum tau jika musuh kita saat ini sudah kehilangan kekuatan yang signifikan?.." Ucap Mao Guan sambil menyunggingkan senyumnya.
"Kehilangan kekuatan? Dari mana kau tau itu?.." Potong Mao Zedong seraya menyipitkan matanya dan menatap Mentri pertahanan yang buncit itu dengan tatapan tajam.
"Hahahaha!!.. Kalian empat panglima mungkinkah juga sama? Hais... kalian terlalu bodoh atau lalai dalam tugas kalian, bahkan berita sebesar ini kalian tidak tau hahahah!!.." Tawa Mentri pertahanan itu yang mengejek keempat panglima iblis angin.
Diantara para iblis juga memiliki Konflik atau masalah pribadi mereka masing-masing. Itu tidak terlepas dari sifat sombong, serakah, dan haus darah mereka.
"Hahaha!! Mao Guan, apa kau mau merasakan racunku? Beraninya kau menghina kami!!.." Teriak Mao Ziyi yang awalnya tertawa dan akhirnya berteriak marah.
"Bagus! Bagus sekali! Ingat kaulah yang meminta kematianmu!!.." Teriak Mao Ziyi yang tersulut emosi.
Ia mengeluarkan energi ungu dan mengumpulkannya dikedua telapak tangannya. Lalu ia menembakkan kearah Mao Guan.
Melihat itu, sang kaisar Mao Tzu seketika menangkis serangan itu dan berteriak marah, "Lancang!! Apa kau kira aku tidak ada disini ha!??.."
Mao Ziyi terdiam seribu bahasa dan tidak berani melakukan apapun lagi, ia dengan enggan harus menekan amarahnya sendiri.
Melihat itu, Mao Guan seketika tertawa menghina. Ia senang karena sang kaisar membelanya, akan tetapi pada saat ia tertawa tiba-tiba lehernya terpotong.
__ADS_1
"K-kau!!.." Ucap Mao Guan perlahan seraya memegang lehernya sebelum ia kehilangan kesadaran dan darah akhirnya membasahi lantai.
"Mentang-mentang kau adalah Mentri pertahanan, kau dengan sesuka hatimu menghina kami? Heh..." Ucap Mao Gu dingin seraya membersihkan bekas darah dicakarnya.
Semua orang sangat terkejut dengan gerakan yang sangat cepat itu. Tidak ada yang menyadarinya sebelumnya jika niat membunuh darinya itu bocor semenjak Mao Guan duduk dikanan kaisar itu.
Mao Zedong dan Mao Ziyi juga membelalakkan matanya. Mereka tidak percaya jika Mao Gu berani membunuh Mao Guan tepat didepan Mao Tzu.
"Mao Gu!! Apa kau sadar apa yang telah kau lakukan ha!!?.." Teriak marah Mao Tzu.
"Aku sangat sadar Yang Mulia, dan aku tau apa yang aku lakukan. Kehadiran babi busuk itu hanya akan menodai reputasi empat panglima iblis angin.." Jawab Mao Gu dan terlihat tidak peduli dan kembali ketempat duduknya.
Mao Zedong dan Mao Ziyi terlihat semakin tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Mereka melihat jika Mao Gu itu terlihat tidak menghormati kaisar Mao Tzu. Sementara Mao Tse ia hanya diam dan memperhatikan saja, karena ia tau jika Mao Gu ini tidak sesederhana yang terlihat.
Mao Tzu seketika ingin mengamuk karena Mao Gu tidak menghormatinya sebagai kaisar.
"Mao Guan adalah Mentri pertahanan yang aku pilih sendiri dan kau membunuhnya! Apakah kau ingin memberontak!!?.." Teriaknya sangat marah.
Disisi Naga hitam sang Naga Kegelapan, ia yang sedari tadi hanya diam dan memejamkan matanya kini tiba-tiba membuka matanya dengan perlahan. Dan seketika angin berhembus kencang, ia terlihat sangat marah karena ketenangannya diganggu.
"Mao Tzu! Kau jangan lupa! Jika kekaisaran Zhang ini hanyalah tempat sementara kita! Dan juga, aku menjadi bawahanmu hanya karena perintah dari kaisar iblis. Kau harus tau batasanmu dalam memperlakukan kami, jika tidak maka bahkan ayahmu saja tidak akan mengeluh jika aku membunuhmu!!.."
Ucap naga hitam itu seraya menekan Mao Tzu kelantai dan memaksanya berlutut dengan tekanan auranya.
"Sial!! Aku lupa jika Mao Gu dan Naga hitam ini adalah orang kepercayaan Yang Mulia kaisar iblis!!.." Batin Mao Tzu dan mengumpat kesal dalam hatinya seraya menahan tekanan dari naga kegelapan.
__ADS_1
"T-tentu aku tidak lupa itu!." Jawab Mao Tzu dengan enggan, karena saat ini ia benar-benar tidak memiliki harga diri dihadapan para panglimanya.
Sementara itu, Mao Tse tersenyum puas dan membatin, "Rasakan itu!! Beruntunglah bukan aku yang dulu dipilih ayah untuk duduk ditahta itu hehehe.."