PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 203 "Bawa Kami Bersamamu!.."


__ADS_3

Hati Tang Lin sangat hancur ketika mendengar itu, air matanya hampir menetes tetapi ia tetap berusaha keras menahannya.


Tang Lin terdiam dan menunduk ketanah. Bahkan semua orang yang mendengarnya juga hanya bisa geleng-geleng kepala. Ini adalah hasil dari Lao Hu yang melanggar perintah, hancur... semua benar-benar hancur.


Masalah di istana Penghakim juga masih belum selesai, kini datang lagi masalah Tang Lian. Tentunya dengan Tang Lian yang membuang darahnya, maka ia juga telah menolak menjadi Penghakim.


"Siapa yang mau ikut denganku maka ikutlah, dan begitu pula sebaliknya. Aku tidak akan memaksa siapapun untuk berpihak padaku..." Ujar Tang Lian ditujukan kepada para kekasih dan bawahannya.


Bukan tanpa alasan ia mengatakan itu, ia tau dan sadar dengan kondisinya saat ini. Ia saat ini tak lain hanyalah seorang sampah! tidak, lebih tepatnya kembali menjadi sampah!


Ia yang telah kembali menjadi sampah tidak mungkin bisa melindungi semua kekasihnya. Jadi mau tak mau ia harus mengatakan itu meskipun ia tidak rela.


Selesai mengatakan itu, tiba-tiba terdengar panggilan dari seorang anak kecil.


"Ayah!!.."


Itu adalah Yan Feng, ia membuang kail pancingnya dan ember yang berisi beberapa ikan kemudian langsung berlari mendekati ayahnya lalu memeluknya erat.


"Apa yang terjadi padamu ayah!... Siapa... Siapa yang melakukan ini?.." Tanya Yan Feng dengan khawatir. Raut wajah sedih dan ingin menangis tidak dapat ia sembunyikan lagi.


Sebelumnya memang Yan pergi memancing seperti biasanya, namun karena perubahan cuaca yang tiba-tiba mengerikan ia pun memilih untuk pulang.


Dan apa yang ia temukan ketika pulang adalah ayahnya yang pucat, kurus kerempeng dan jelek. Tentu saja ia tau jika ayahnya sedang tidak baik-baik saja.


Yan Feng menghawatirkan ayahnya, sedangkan ia juga memiliki luka seperti luka kena air panas di beberapa bagian tubuhnya, tapi ia tidak mengeluh dengan itu, ia lebih khawatir dengan ayahnya saat ini.


Sementara itu, Tang Lin mendongakkan kepalanya menatap Yan Feng dengan terkejut.


"A-apa aku tidak salah dengar? I-itu adalah cucuku!? Astaga! Aku sudah menjadi Kakek!!.."


Tang Lin membatin senang, tapi kesenangan itu hanya sesaat setelah ia mengingat apa yang barusan terjadi.


"Ayah tidak apa-apa, ayah hanya kelelahan saja. Tidak perlu khawatirkan ayah, lebih baik kau khawatirkan diri sendiri, siapa yang membuat kulit halusmu itu terluka?.." Ujar Tang Lian dan mengalihkan pembicaraan.


Yan Feng tau jika ayahnya sedang berbohong padanya dan ingin mengalihkan perhatian. Orang gila pun tahu jika kondisi Tang Lian saat ini tidak mungkin disebabkan oleh kelelahan.


"Apa ayah berbohong padaku?.." Ujar Yan Feng dengan wajah sedihnya.


"Ayah tidak berbohong Feng'er..."

__ADS_1


"Tidak! Aku tahu ayah berbohong! Ayah bilang aku ini harta Karun ayah, tapi ayah berbohong padaku! Apa yang ayah katakan semuanya itu juga bohong!!.." Ucap Yan Feng dengan sedikit berteriak, dan air matanya sudah menetes perlahan.


"Feng'er itu tidak---.."


"Sudahlah suami, katakan saja padanya. Kamu tidak bisa membohongi nya dalam hal ini, kepintarannya telah melebihi orang dewasa.." Potong Jia Li.


Tang Lian menghela nafas panjang, ia sedikit terkejut dengan sikap Yan Feng saat ini. Tapi Tang Lian mendengarkan kata-kata Jia Li, ia pun memilih untuk mengatakan yang sebenarnya. Lagi pula ia tidak mau hubungannya dengan Yan Feng retak hanya karena sedikit berbohong.


"Feng'er, kamu lihat pria tua itu? Itu adalah kakekmu..." Ucap Tang Lian seraya menoleh ke arah Tang Lin.


Yan Feng kesal, sepertinya ayahnya tidak berniat untuk bercerita padanya.


"Aku tidak bertanya---.."


"Dia yang melakukan ini pada ayah, melukai ayah.." Ucap Tang Lian memotong perkataan Yan Feng.


Yan Feng pun menoleh kearah Tang Lin, ia menatapnya dengan tajam, tapi entah kenapa tatapannya itu sangat menggemaskan.


"Hei pria tua! Berani sekali kau melukai ayahku! Akan ku bunuh kau!!." Teriaknya dengan suara yang menggemaskan pula.


Tang Lin bukannya takut tapi justru tertawa lepas. Ekspresi Yan Feng ketika mengancamnya itu sungguh lucu.


"Kau tertawa!? Baiklah! Akan ku bunuh kau sekarang juga!.."


Tepat ketika Yan Feng ingin berlari kearah Tang Lin, Yun Mei tiba-tiba memukul tengkuknya.


Yan Feng pun pingsan seketika.


"Berhentilah berbicara, kau hanya akan menambah masalah dasar anak nakal.." Ucap Yun Mei dengan suara sedikit marah, tapi sebenarnya ia tidak marah sama sekali.


Fei Fei melihat putranya terjatuh pingsan, kemudian mendekat dan menggendongnya lalu membawanya menjauh.


Tang Lian menggelengkan kepalanya dengan sedikit senyuman. Ia lumayan terhibur dengan tingkah Yan Feng barusan, ia melupakan sedikit rasa sakitnya.


"Tentang apa yang aku ucapkan tadi, kalian pikirkan baik-baik... adik Shi, kita keistana kekaisaran Long.." Ucap Tang Lian lemas.


"Baik!.." Jawab Long Xia Shi.


Ketika mereka ingin melangkahkan kaki untuk pergi, Fei Fei pun menghentikan langkahnya.

__ADS_1


Ia berdiri di depan Tang Lian dengan Yan Feng di gendongannya.


"Bawa aku dan Feng'er bersamamu. Aku akan mengikutimu kemana pun itu.." Ucapnya tegas. Tidak ada keraguan dalam kata-kata mau pun raut wajahnya.


Tidak hanya itu, Liu Mingyan, Wu Sue, dan Wang Long juga mengambil posisi di samping Fei Fei.


""Bawa kami bersamamu juga..."" Ujar semua wanita itu serempak.


Tang Lian menatap itu dengan haru, hatinya terasa hangat melihat itu.


"Jangan lupakan aku juga..." Wu Min berkata dengan antusias.


"Kamu adalah kakakku, jadi bagaimana pun juga, aku akan tetap harus berada di sampingmu..." Ucap Zhao Yu dengan tombaknya ia mainkan.


"Kalian..."


Tang Lian tidak tau harus berkata apa lagi. Ia tidak menyangka semua orang yang mengikuti nya dari awal tak satupun yang meninggalkannya. Hanya Lao Hu, ia tidak akan pernah di anggap lagi oleh Tang Lian.


Tang Lian menarik nafas panjang lalu menghembuskan nya lagi, "Baiklah, kuharap kalian tidak menyesal dengan keputusan kalian..." Ucapnya dengan senyuman mengambang.


Tersenyum dengan wajah pucat, itu terlihat sangat aneh.


"Jangan katakan itu tuan, kami tidak akan pernah menyesal karena mengikutimu..." Ucap Wu Min


"Itu benar pria mesum, kamu sudah menyelamatkan kami semua. Dan Sekaranglah saatnya untuk membalas semua kebaikanmu pada kami..." Sambung Wu Sue dengan senyuman khasnya.


"Tidak hanya untuk membalas kebaikan mu tuan, semua wanita ini sudah terlanjur jatuh cinta padamu, jadi mereka tidak mungkin mau berpisah dengan mu.." Ucap Wang Long tiba-tiba.


""Kau...!""


Bentak semua wanita itu seraya menunjuk Wang Long bersamaan. Wajah semua gadis itu memerah seperti tomat. Mereka jelas malu dengan kata-kata Wang Long barusan.


"Hehehe... Kenapa? Bukankah aku benar?.." Kata Wang Long dan terkekeh pelan. Ekspresi semua wanita itu ketika malu, sungguh lucu.


"Ya kau benar! Dan kuharap kau salah satunya!!.." Ucap Wu Sue yang kesal dan terlalu malu.


Ketika Wu Sue mengatakan itu, Tang Lian menoleh ke arah Wang Long dan memperhatikan reaksinya.


Jika reaksinya seperti yang diharapkan Tang Lian, ia tentu akan menyerempet masuk.

__ADS_1


Ah... Sisi mesum dan play boy Tang Lian kini muncul lagi, padahal ia sedang lemah.


__ADS_2