PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 66 "Penghianat Sekte Elang Besi"


__ADS_3

"Mei'er aku hampir tidak fokus." Tang Lian berkata dan berusaha agar tetap fokus.


Yun Mei yang mendengar perkataan Tang Lian kemudian hanya tersenyum saja lalu dia meletakkan kepalanya di dada Tang Lian dan memejamkan matanya. Sedangkan dimata para tetua sekte elang besi itu pemandangan ini membuat mereka iri.


Sedangkan disisi wakil kepala sekete itu dia tersenyum dan membatin 'Giok jiwa yang telah hancur itu memang telah mencair, namun bagaimana Tang Lian akan membentuknya persis seperti milik Jia Li yang asli karena Tang Lian tidak pernah melihat bentuk aslinya dalam keadaan utuh'.


Sedangkan Tang Lian sudah tahu apa yang dipikirkan oleh wakil pemimpin sekte kemudian hanya tersenyum seraya membatin 'Hanya dengan melihat pecahannya saja aku dapat mengetahui bentuk aslinya dan itu sangat mudah bagiku, hehehe kita lihat siapa yang akan tertawa pada akhirnya'.


Kemudian setelah semua pecahan giok jiwa itu mencair Tang Lian pun membentuknya dengan perlahan dan memastikan bentuknya sama dengan aslinya.


Didepan mata semua orang giok jiwa itu perlahan terbentuk, namun disisi wakil pemimpin sekte dia semakin tersenyum karena proses pembentukannya berbeda dengan cara yang dia lakukan.


Namun senyuman itu berubah menjadi ekspresi terkejut yang luar biasa karena bentuknya sama persis seperti aslinya dan bahkan yang dibentuk Tang Lian saat ini lebih mirip dari pada yang dibentuk oleh wakil pemimpin sekte.


"Jia Li, teteskan darahmu disini." Tang Lian berkata dan menyodorkan giok jiwa yang telah dia bentuk kepada Jia Li.


Tang Lian masih memanggil Jia Li dengan sebutan nama karena mereka berdua belum menikah dan Tang Lian akan memanggilnya Li'er jika sudah menikah secara sah.


"Baik.." Jia Li berkata dan menggigit ujung jari telunjuknya dan meneteskan darahnya.


Kemudian setelah Jia Li meneteskan darahnya Tang Lian pun melanjutkan ke langkah selanjutnya yaitu memasukkan ilusi kedalamnya.


"Nah, sekarang sudah jadi.." Tang Lian berkata dan melemparkan giok jiwa yang telah dia bentuk kepada wakil pemimpin sekte.


"Bagaimana menurutmu?." Tang Lian berkata lagi dengan seringai merendahkan.


"Tid...Tidak mungkin!! Bagaimana buatanmu lebih bagus dariku!!." Wakil pemimpin sekte elang besi itu berkata dengan tidak sadar karena dia terlalu terkejut.

__ADS_1


"Jadi maksud wakil pemimpin sekte anda bisa membuat yang lebih bagus lagi?." Tang Lian bertanya dengan maksud menyudutkan wakil pemimpin sekte.


"Itu... Aku tidak pernah berkata seperti itu." Wakil pemimpin sekte itu berusaha mengelak karena dia baru sadar dengan apa yang dia ucapkan sebelumnya.


"Wakil pemimpin sekte, orang-orang disini bukanlah orang yang tuli, jelas-jelas kami mendengar anda mengatakan bahwa buatanku tidak mungkin sebagus buatan anda. Lalu apa maksud perkataan anda sebenarnya?."


"Itu...Itu..." Wakil pemimpin sekte itu berusaha untuk berbicara namun dia tidak tahu harus berkata apa lagi.


"Den Run, berikan aku penjelasan!!." Jia Kun berkata sambil menatap wakil pemimpin sekte yang namanya adalah Den Run itu dengan tajam.


Dimata semua orang yang ada di sana mereka telah bisa menebak bahwa penghianat itu adalah Den Run karena melihat ekspresi dan gerak-geriknya yang sudah panik.


Disisi Den Run dia benar-benar panik sekarang dan memutar otaknya berusaha untuk mencari alasan yang tepat..


"Pemimpin sekte dan semuanya, aku tidak mungkin melakukan sesuatu secara tersembunyi dan menghianati sekte ini.." Den Run berkata dengan senyuman yang dipaksakan.


"Benar Den Run, tidak ada satupun dari kita membahas tentang penghianatan. Apakah kamu benar-benar seorang penghianat?." Salah satu tetua sekte elang besi itu berkata dan semakin menyudutkan Den Run lagi.


Semua orang yang melihat tingkah Den Run yang semakin panik menjadi sangat yakin bahwa Den Run adalah penghianat. Sedangkan disisi Tang Lian dia hanya tersenyum mengejek kearah Den Run.


"Aku sudah katakan sebelumnya, agar jangan mempermalukan diri sendiri.." Tang Lian berkata dengan santai dan mengelus lembut kepala Yun Mei yang tidur di pangkuannya.


Disisi Den Run dia berpikir semua orang telah curiga padanya dan dia tidak mungkin lagi untuk mengelak, kemudian Den Run memutuskan untuk mengakuinya saja. Namun walaupun Den Run memutuskan untuk mengaku dia juga tidak berpikir untuk menyerahkan diri dengan mudah.


"Hehehe... Karena sudah ketahuan jadi aku rasa aku tidak perlu bersandiwara lagi..." Den Run tertawa pelan kemudian mengeluarkan pil yang sama dengan milik pemimpin kota sebelumnya dan memakannya.


Semua orang tentu saja mengenal pil itu karena pil itu digunakan oleh mereka orang-orang dari aliran hitam dan membuat pemimpin sekte dan para tetuanya menjadi marah.

__ADS_1


"Den Run, apa yang kau lakukan!?." Tetua ketiga sekte elang besi itu bertanya dengan marah.


"Jadi kau benar-benar penghianat ya..." Jia Kun berkata dengan pelan dan memejamkan matanya menandakan dia sangat kecewa.


"Hahaha... Apapun yang aku lakukan saat ini adalah karena kalian!!." Den Run tertawa kemudian tubuhnya perlahan berubah seperti iblis yang memiliki tanduk panjang seperti kerbau dan ekor yang tajam.


"Den Run, aku sama sekali tidak paham dengan apa yang kau katakan. Aku hanya tahu jika aku telah memperlakukanmu sebagai adikku sendiri, lalu inikah balasan yang kau berikan padaku?." Jia Kun berkata sambil masih memejamkan matanya dan bulir-bulir air mata menetes dengan pelan.


Disisi Jia Li dia sudah sangat marah karena orang yang selama ini dia anggap sebagai pamannya ternyata adalah seorang penghianat sehingga membuat Jia Li ingin langsung membunuhnya secara pribadi, terlebih lagi ayah satu-satunya yang dia miliki meneteskan air mata didepannya.


"Tunggu, apa yang ingin kamu lakukan?." Tang Lian menghentikan Jia Li yang ingin bangkit dari tempat duduknya dan menghajar Den Run.


"Kumohon jangan hentikan aku, aku ingin membunuh bajingan tua ini.." Jia Li berkata sambil berusaha bergerak, namun Tang Lian membuat tubuhnya tidak bisa bergerak dengan tehnik tertentu.


"Kamu bukan tandingannya.." Tang Lian berkata.


"Meskipun begitu, aku tetap ingin membunuhnya..." Jia Li berkata dengan keras kepala.


"Itu hanya akan membuatmu terbunuh, lalu apakah menurutmu aku hanya diam saja? Dengar, ayahmu sudah menyerahkanmu padaku, jadi dengarkan saja aku..." Tang Lian berkata sambil menggelengkan kepalanya.


Jia Li yang mendengar perkataan Tang Lian, mau tidak mau dia hanya bisa menurut karena mau sekeras apapun dia berusaha menggerakkan tubuhnya tetap tidak bergeming dari tempat duduknya.


"Aku sudah memiliki rencana, jadi diam dan saksikan saja..." Tang Lian berkata karena dia dapat melihat jejak kekecewaan dimata Jia Li.


Mendengar perkataan Tang Lian akhirnya Jia Li memilih untuk mempercayai dan menyerahkan semuanya kepada Tang Lian


***BERSAMBUNG***

__ADS_1


__ADS_2