PUTRA SANG PENGUASA

PUTRA SANG PENGUASA
Episode 68 "Bayangan Tang Lian VS Den Run"


__ADS_3

"Tuan, apakah kita hanya diam saja melihat ini?." Zhao Yu bertanya karena keingin tahuannya mengapa Tang Lian sedari tadi hanya diam dan menonton saja.


"Haaaah.... Sebelumnya aku berpikir bahwa pemimpin sekte dan para tetuanya bisa mengalahkan Den Run, namun ternyata adalah kebalikannya..." Tang Lian berkata dan menghela nafas kecewa.


Disisi Jia Kun dia tengah bertarung dengan Den Run menggunakan tehnik cakar dewa elang, Jia Kun berpikir karena ini adalah tehnik terkuat yang dia miliki jadi dia yakin setidaknya Den Run akan terluka berat. Namun kenyataannya tehnik cakar dewa elang itu ditahan dengan mudah oleh Den Run.


"Apakah ini tehnik rahasia yang selalu kau banggakan itu? Heh... Ternyata sangat lemah!!." Den Run mencibir sambil menahan tehnik Jia Kun dengan ekor iblisnya yang berbentuk seperti anak panah kemudian memutar ekornya hingga terlihat seperti bor.


"Sial!!." Jia Kun mengumpat dalam batinnya karena tehniknya ditahan dengan mudah oleh Den Run terlebih lagi sekarang Den Run malah berbalik menyerang dengan ekornya.


"Bbbrrrrtttt..." Suara benturan antara tehnik Jia Kun dan ekor Den Run beradu.


"Haaiss... jurusmu rahasiamu ini ternyata sangat mengecewakan." Den Run berkata lagi dan semakin menguatkan putaran ekornya.


"Sial, aku tidak tahan lagi!!." Jia Kun mengumpat karena dia sudah tidak dapat bertahan lagi dan akhirnya tehnik cakar dewa elang miliknya hancur.


"Kraaak...Kraaak..."


"Ahkk..." Jia Kun berteriak kesakitan karena tehniknya hancur.


"Sudah kuputuskan karena untuk menghormatimu maka aku akan membunuhmu terlebih dahulu hahaha." Den Run berkata dan terus memutar ekornya dan berniat menembus kepala Jia Kun.


"Sial sangat sial!! Apakah aku akan benar-benar mati hari ini?." Jia Kun membatin karena ekor Den Run semakin mendekati kepalanya hingga Jia Kun memejamkan matanya dan menunggu kematiannya namun...


"Booomm..."


"Uwahk..." Den Run tiba-tiba berteriak kesakitan dan telungkup dilantai.


"Aku harap kau tidak melupakan keberadaan ku..." Tang Lian berbicara dan mengeluarkan aura penindasan yang difokuskan kepada Den Run hingga membuatnya telungkup dilantai dan tak dapat bergerak.


Disisi Jia Kun yang sedang menutup mata dan menunggu kematiannya kemudian membuka mata dengan perlahan. Alangkah terkejutnya Jia Kun karena Den Run terkapar dilantai dan tak dapat bergerak bahkan jika itu jarinya saja.


"Siapa yang melakukannya?." Jia Kun membatin dan melirik kearah Tang Lian yang sedang mengangkat jari telunjuknya untuk menekan Den Run.


Disisi kelima tetua sekte yang tersisa mereka langsung melesat kearah Jia Kun dan membantunya berdiri.

__ADS_1


"Pemimpin sekte, apakah anda baik-baik saja?." Tetua keempat bertanya dengan khawatir.


"Hanya luka kecil, tidak apa-apa." Jia Kun berkata setelah dia berdiri dengan bantuan para tetuanya.


Disisi Den Run dia ingin berbicara namun dia tidak bisa karena tekanan Tang Lian sangat kuat seperti tiga gunung menimpanya.


"Terima kasih tuan muda, jika bukan karena tuan muda yang membantu kurasa aku sudah mati sekarang.." Jia Kun berkata dan menangkupkan tangannya kepada Tang Lian.


"Tidak perlu sesungkan itu pemimpin sekte, lebih baik sekarang anda pulihkan diri saja. selanjutnya serahkan padaku.." Tang Lian berkata sambil masih menekan Den Run.


Kemudian Tang Lian melirik kearah Den Run yang telungkup dilantai dan ingin mengatakan sesuatu akhirnya melonggarkan tekanannya dan memberikan kesempatan untuk berbicara. Tang Lian berpikir omong kosong apa lagi kah yang akan dikatakan oleh Den Run.


"Ba... Bajingan hadapi aku secara langsung!!." Den Run berkata dengan susah payah sambil mengangkat kepalanya dan menatap kearah Tang Lian dengan tatapan membunuh.


"Aku tidak tau apakah kau ini bodoh atau terlalu terlalu berani, namun karena kau yang memintanya maka aku akan melawanmu dengan bayanganku saja untuk menghormati kebodohanmu hahaha.." Tang Lian berkata dan tertawa kemudian menggunakan tehnik menggandakan diri.


Tehnik menggandakan diri adalah tehnik untuk membuat tubuh yang mirip seperti penggunanya dan kekuatan yang dimilikinya setara dengan tujuh puluh persen kekuatan aslinya.


Sejujurnya Tang Lian menggunakan tehnik ini adalah karena dia tidak ingin menggangu Yun Mei yang sedang tidur di pangkuannya.


"Bodoh!! Kau malah menuruti perkataan ku dan mencari kematianmu sendiri hahahaha!." Den Run berkata dan melesat dengan cepat untuk menyerang Tang Lian.


Den Run berpikir dia akan langsung membunuh Tang Lian pada serangan ini sehingga dia mengeluarkan kekuatan penuhnya pada satu serangan ini. Namun Tang Lian yang melihat itu hanya tersenyum saja seakan dia tidak takut.


Serangan Den Run yang seperti banteng mengamuk dan ingin menanduk Tang Lian dengan kekuatan penuh itu membuat semua orang merasa khawatir karena Den Run mengerahkan seluruh qi iblis yang menjijikkan di ujung kedua tanduknya.


"Matilah!!!!." Den Run berteriak karena tersisa satu inci sebelum tanduknya mengenai bayangan Tang Lian. Den Run berniat setelah dia menanduk bayangan Tang Lian maka dia akan menanduk Tang Lian yang asli juga karena dia tepat berada dibelakang bayangannya namun....


"Booommm..."


Bayangan Tang Lian menampar wajahnya hingga tersungkur kesamping dengan kuat dan menabrak salah satu tiang dan menghancurkannya.


"Ahk... Tidak mungkin!! Hanya dengan satu tamparan saja?." Den Run membatin tidak percaya.


Bayangan Tang Lian tidak hanya sampai disitu, kemudian bayangan Tang Lian melesat kearah Den Run yang terkapar di reruntuhan tiang dan mengangkatnya kemudian melemparkan Den Run ke udara.

__ADS_1


Setelah bayangan Tang Lian melemparnya ke udara, Bayangan Tang Lian juga ikut melesat ke udara lalu memukul perut Den Run dengan kuat dan menghempaskan Den Run kelantai hingga membentuk cekungan dilantai.


Belum berhenti disitu juga, bayangan Tang Lian kemudian menendang Den Run lagi dengan kuat kearah tubuh asli Tang Lian hingga jarak antara tubuh Tang Lian yang asli dengan Den Run yang terkapar menyedihkan tersisa dua meter.


"Bukankah kau dengan sombongnya mengatakan ingin membunuhku? Ayo bangun jangan membuatku kecewa." Tang Lian yang asli berkata dengan seringai mengejek dan merendahkan.


Disisi Den Run yang merasakan sakit disekujur tubuhnya berusaha berdiri dengan kekuatan yang tersisa. Den Run ingin berbicara namun dia tidak bisa karena dia berniat menyimpan tenaga.


"Booomm..."


"Uhkk..."


Bayangan Tang Lian menginjak belakang kepala Den Run yang sedang berusaha bangkit dan membuat wajah Den Run menghantam lantai dengan keras hingga membuat lantai retak.


"Ada apa? Bukankah kau bersenang-senang dengan kekuatan yang kau anggap kuat itu sebelumnya? Ayo bangunlah dan bunuh aku. Akan aku hitung sampai tiga..." Tang Lian berkata dan merendahkan Den Run dibawah kakinya lalu mulai menghitung.


"Satu..."


Den Run mendengar Tang Lian berhitung kemudian mulai menarik nafas dalam-dalam untuk mengumpulkan tenaga.


"Dua..."


Ketika Tang Lian menyebut angka dua Den Run kemudian mulai berusaha berdiri dengan susah payah.


"Tiga!!."


"Booommm..."


"Aaahhkkk..."


Menyebut angka tiga Tang Lian kembali menginjak belakang kepala Den Run kelantai dengan keras dan membuat Den Run semakin menjerit kesakitan dan menambah retakan dilantai.


(Author : MC adalah Over Power).


***BERSAMBUNG***

__ADS_1


__ADS_2